Hati-Hati Berteman Dengan “Teman Benalu”

Home Articles Hati-Hati Berteman Dengan “Teman Benalu”
Share the knowledge!

Salah seorang dosen saya pernah bercerita tentang “Teman Benalu”, yaitu orang-orang yang meskipun statusnya “teman” tapi kerjaannya hanya menguras tenaga kita saja. Mereka tidak berperan sebagai teman yang bisa mendukungmu, membangun suasana kondusif untuk pertumbuhan bersama, menghiburmu ketika kamu sedang down. Sebaliknya, ketika kamu jatuh, mereka menyalahkanmu. Ketika kamu tidak bisa membantu mereka, mereka menuduhmu sembarangan.

Dan yang paling parah, ketika kamu sedang berusaha menjadi diri yang lebih baik, mereka malah menertawakan usahamu. Sekarang mungkin kamu sudah teringat pada satu orang yang kamu kenal.

Berhubung pergaulan memegang peranan penting dalam pembentukan karakter, kamu perlu berhati-hati dalam memilih teman. Dibanding menghabiskan waktumu mendengarkan kritik yang tidak membangun, tanpa solusi, dan tidak mendasar, lebih baik luangkan waktumu bersama orang-orang yang mampu mendukung pertumbuhan karakter. Semua orang bisa nyinyir, tapi hanya sedikit yang bisa membangun.

Bila kamu sekarang adalah seorang mutant dari film X-Men, apakah kamu sedang bergaul dengan orang-orang yang membangun dirimu, atau yang selalu berusaha setiap saat merendahkan dirimu?

Masalahnya sekarang, mungkin kamu merasa tidak enak meninggalkan Teman Benalumu karena kamu sudah lama sekali dekat dengan dia. Atau kamu merasa takut meninggalkannya karena takut jadi sendirian. Atau karena semua temanmu lebih dekat dengan si Teman Benalu dan kamu takut diomongin yang nggak-nggak. Itu adalah harga yang perlu kamu bayar untuk menemukan lingkungan yang lebih baik, lebih kondusif untuk pertumbuhanmu. Jika kamu ingin naik motor yang kencang, kamu harus terlebih dahulu turun dari keledai dan berjalan kaki menuju toko motor.

Tapi tenang, kamu akan baik-baik saja kok, berikut dua poin yang perlu kamu lakukan:

1. Perluas Pergaulan

Yup, kamu perlu lingkungan pergaulan baru. Tenang saja, jika kamu mampu berteman dengan Teman Benalu, apalagi berteman teman beneran! Karena itu, rajin-rajinlah membuka jalur koneksi baru. Ikuti forum-forum sosial yang berhubungan dengan hobimu, hadiri gatheringnya atau kopi darat dengan teman-teman baru. Gunakan prinsip ala Hitman System, saat nongkron, hampiri orang baru secara acak dan ajak kenalan.

2. Tutup telinga dari si benalu

Ketika akhirnya kamu memutuskan untuk pergi, dijamin Teman Benalumu akan kebakaran jenggot dan menyerangmu dengan pernyataan-pernyataan negatif. Tentang bagaimana usahamu akan sia-sia, tentang betapa bodohnya kamu, tentang betapa selama ini dia baik padamu, dan semua komentar tidak penting lainnya yang sama tidak membangunnya dengan komentar-komentar saat kamu masih bersamanya.

Tugasmu adalah mengabaikannya dengan sepenuh hati. Sekarang adalah saatnya kamu berani berdiri dengan kakimu sendiri, tanpa harus terpengaruh komentar negatif dari si Teman Benalu. Dia boleh tidak percaya padamu, dia boleh merendahkanmu, itu urusan dia dan terserah dia (lagipula dia sudah melakukannya selama ini). Tapi ingat, dia TIDAK MENGENAL KAMU SEPENUHNYA, jadi kamu tidak perlu terlalu pusing tentang pendapatnya. Cukup jalani hidupmu dengan lebih baik lagi, hingga pada akhirnya terbukti bahwa pendapatnya terhadapmu salah.

Buktikan bahwa dia salah. :)

benalu

Seleksi teman-teman yang bisa membangun, tinggalkan yang merusak. Semua orang punya preferensi masing-masing, dan kamu punya HAK untuk memiliki teman yang bisa mendukungmu untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. Good luck!

Share the knowledge!