7 Masalah ‘Sepele’ yang Wajib Kamu Konsultasikan pada Terapis

Masih banyak orang beranggapan berkonsultasi ke seorang ahli adalah orang yang memiliki masalah kejiwaan, sering mencoba bunuh diri, orang yang memiliki trauma sangat berat, atau orang yang depresi karena tidak bisa move on dari hubungan masa lalunya.

Kesehatan mental sering kali disepelekan dengan anggapan masalah internalmu pasti akan hilang dengan sendirinya kalau kamu mengabaikannya atau meraih kesuksesan. Padahal sebenarnya tidak. Kamu pasti memiliki masalah pribadi yang sangat sulit untuk diungkapkan pada orang di sekitarmu karena takut orang lain akan meremehkan masalahmu tersebut. Justru masalah ‘sepele’ itulah yang harus kamu bicarakan demi kesehatan mental dan kesuksesan hidupmu. Jadi, kalau kamu masih ragu-ragu apakah masalahmu layak dibicarakan dengan terapis atau tidak, berikut ini adalah 7 masalah ‘sepele’ yang wajib kamu konsultasikan.

1. Menganggap Kamu Akan Gagal Seumur Hidup

via Unsplash

Ada sebagian orang yang beranggapan dirinya tidak akan pernah sukses seumur hidup, sekeras apapun dia berusaha. Karena pikiran negatifnya tersebut, dia malas dekat dengan orang yang dia suka karena keburu takut ditolak. Dia tidak mau datang ke wawancara kerja karena dia yakin tidak akan diterima. Dia selalu pesimis dan kenegatifannya juga selalu berakhir menjadi kenyataan.

Inilah yang disebut catastrophizing oleh para psikolog. Kamu wajib konsultasi untuk identifikasi dan memulihkan semua pikiran negatif dan irasionalmu menjadi pikiran yang lebih realistis. Klik =>> KONSULTASI <<= sekarang.

2. Kamu Sering Menyalahkan Diri Sendiri Atas Apapun yang Terjadi

via Unsplash

Di balik orang yang terlalu baik, pasti ada pribadi yang senang menyalahkan dirinya sendiri. Mereka merasa apapun yang mereka lakukan selalu salah. Setelah itu, mereka menyiksa diri dengan memendam rasa bersalah tersebut di dalam hati. Saat kamu diterapi, kamu akan diajari untuk tidak langsung menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang disebabkan oleh faktor di luar kendalimu.

3. Ketika Kamu Menganggap Masalah Orang Lain Sebagai Tanggung Jawabmu

via Unsplash

Ada orang yang sengaja kabur dari tanggung jawab karena takut. Namun, berbeda denganmu. Kamu malah sengaja bertanggungjawab atas masalah orang lain yang tidak semestinya kamu pikirkan. Misalnya, kamu sering meminjamkan uangmu pada pasanganmu yang seorang pengangguran untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Sikap overfunctioning ini dapat menghancurkan kesehatan dirimu, baik secara fisik maupun mental. Segera konsultasi apabila kamu memiliki masalah ini.

4. Kamu Selalu Merasa Tidak Berdaya Saat Stres

via Unsplash

Namanya juga stres, pasti kamu merasa putus asa. Kamu mencari teman atau pasangan untuk menenangkan dirimu. Namun, lain ceritanya kalau kamu sampai bergantung pada mereka untuk menyelesaikan masalah stresmu. Apabila kamu menyalahkan orang lain atas masalahmu ketimbang memanajemen stresmu dengan dewasa, ini bisa jadi masalah besar.

Orang yang tidak bisa mengontrol emosi dan memanajemen stresnya dengan sehat cenderung rentan terhadap depresi, rendahnya self-esteem, dan penyakit fisik. Makanya, jangan anggap remeh lagi stres kamu!

5. Kamu Sengaja Menghindari Masalah-Masalah Sulit

via Unsplash

Semua orang akan menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, cepat atau lambat. Apabila kamu selalu kabur dari masalah di antara teman atau keluarga, atau malas memberanikan diri untuk bertanggungjawab atas tugas-tugas kantor, artinya kamu kabur dari tanggung jawabmu. Dalam terapi, kamu akan diajari untuk menghadapi ketakutan dan masalah sulitmu dengan perlahan-lahan membangun keberanian yang sulit muncul dalam dirimu.

6. Kamu Terlalu Memikirkan Apa yang Dipikirkan Orang Lain Tentangmu

via Unsplash

Semua orang ingin dihargai. Akan tetapi, jika kamu sampai terlalu fokus menjalani hidupmu demi memuaskan orang lain, tanpa sadar kamu akan mengorbankan dirimu sendiri hingga kamu kehilangan jati diri. Kamu akan sangat sulit merasa bahagia karena kamu selalu takut dengan apa yang dipikirkan orang lain setiap kali kamu ingin melakukan sesuatu.

Saat kamu konsultasi, kamu akan diajari caranya membedakan apakah sikap dan perilaku mereka di depan orang lain adalah demi kepuasan diri atau menyenangkan orang lain. Setelah ada kemajuan, kamu akan sadar kamu bisa menyenangkan orang lain tanpa mengorbankan diri dan tujuan hidupmu.

7. Untuk Evaluasi Kesehatan Mentalmu

via Unsplash

Sama seperti kamu yang rutin ke dokter gigi untuk check up meskipun kamu tidak sakit gigi, kenapa kamu tidak bisa konsultasi secara rutin untuk mengecek kesehatan mentalmu? Ada kalanya kamu menghadapi masalah berat yang bisa mengubah dirimu secara emosional. Ada saatnya pula kamu memiliki beberapa pikiran negatif yang tidak bisa kamu pecahkan sendiri. Jika kamu bisa mengatasinya lebih awal, kamu akan menghindari risiko gejala stres, depresi, dan gangguan cemas yang lebih berat lagi.

Kamu tidak ingin berlama-lama dalam kebingungan? Langsung saja klik untuk bicara dengan =>> KONSULTAN PROFESIONAL<<= untuk menemukan solusi terbaik.