Pesan untuk Kamu yang Perfeksionis

Pernahkah kamu berjuang mati-matian mengerjakan tugas kuliah seharian supaya dapat hasil yang sempurna? Pernahkah kamu berusaha untuk tidak mengeluh atau terlihat seperti kamu tidak punya masalah di depan pasangan karena ingin menjadi pacar yang sempurna untuk dia? Pernahkah kamu menyalahkan dirimu sendiri dengan berlebihan saat atasan mengkritik sedikit kerja kamu di kantor? Itu yang disebut dengan orang yang perfeksionis!

Kita semua mungkin pernah menjadi seorang perfeksionis. Dari luar, perfeksionis terlihat wajar karena itu bisa menjadi motivasi untuk mencapai hasil terbaik. Namun, sadar tidak bahwa justru dengan menjadi perfeksionis, kita malah akan tersiksa dari dalam?

Perfeksionis = Insecure

Demi mencapai hubungan yang sempurna, seorang perfeksionis mempelajari segala macam teori dan saran tentang percintaan. Seorang perfeksionis yang terlalu sibuk mengejar teori tersebut lupa untuk mempraktekannya, jadi mereka akan tetap single dalam waktu lama. Orang perfeksionis takut untuk memulai hubungan karena tidak ingin putus cinta atau sakit hati. Sikap yang takut gagal itulah yang membentuk insecurity. Ketika sudah insecure, mereka berpikir diri mereka tidak layak menjadi seorang pasangan, bahwa mereka tidak pantas untuk bahagia, sukses, dan sebagainya.

Baca juga:
Menyembuhkan Putus Cinta Tanpa Biaya

Act on It

Bagaimana cara untuk melepaskan diri dari perfeksionisme? Lawan rasa takutmu. Rasa tidak layak untuk bahagia dan sukses hanyalah bisikan dari dirimu sendiri yang tidak percaya diri. Kamu hanya bisa berkembang menjadi orang yang lebih baik jika kamu mau berusaha. Dengan begitu, kamu perlahan berani untuk meraih apa saja yang kamu inginkan.

Jika ingin mendapatkan pasangan yang baik, pergilah keluar. Bertemu dengan orang-orang baru dan tunjukkan diri yang terbaik. Jangan hanya terlalu sibuk dengan teori percintaan saja. Paksa diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Yakinlah bahwa sebenarnya di dunia ini tidak ada yang benar-benar pasti, yang terpenting bagaimana caramu bangkit kembali ketika kamu jatuh.

Setelah kamu berhasil melepaskan diri dari perfeksionisme,  jangan lupa untuk tetap belajar bagaimana caranya menjadi yang terbaik. Misalnya, jika kamu masih perlu mempelajari saran tentang cinta, pelajari saja. Karena apa pun yang dilakukan tidak akan berguna jika tidak dibekali ilmu. Jangan terlalu tenggelam dalam teori dan rasa takut gagal. Praktekkan apa yang sudah kamu pelajari di dunia luar.