3 Alasan Kenapa PDKT-mu Tidak Mempan

Semua perempuan senang merasa spesial. Diperhatikan, disayang, ditanyain… Tapi masalahnya, ada syarat dan ketentuan yang berlaku, dan banyak lelaki belum paham soal ini. Saya biasanya menulis untuk para wanita di kategori artikel wanita. Namun hari ini ada hal penting yang ingin saya bagikan pada para pria. Yaitu tentang prinsip-prinsip PDKT yang aneh dan entah kalian pelajari dari kitab ilmu mana.

1. SIAPA CEPAT DIA DAPAT

Perempuan bukanlah barang diskonan yang model siapa-cepat-dia-dapat. Perempuan punya sederet standar yang dipegangnya, yang membuatnya tidak segan menolak lelaki-lelaki tidak berkualitas tidak perduli berapa lama kamu mengantri, ataupun di urutan berapa kamu mengantri. Maka jika kamu sempat dengan cerdasnya berpikir “Mending nembak sekarang daripada keduluan orang lain”, silahkan gampar dirimu bolak balik. Apalagi jika kamu sampai rela mengorbankan sahabatmu demi mendapatkan kami.

Selama kamu tidak berkualitas, walaupun kamu mengantri tujuh tahun ataupun menyatakan cinta paling pertama, kami akan tetap memilih orang lain — yang seringkali bahkan tidak mengantri sama sekali.

2. BERILAH, MAKA KAMU AKAN MENDAPATKAN

Boys, we hate cowok ngarep. Mau sebanyak apapun kamu memberikan perhatian, balik lagi ke awal: Kalau dia memang dari awal tidak tertarik, ya percuma. Kami memang menyukai hadiah-hadiah yang kalian berikan, tapi bukan berarti kami jadi menyukai orang yang memberikan. Karena semua orang bisa memberikan hadiah yang sama, bukan cuma kamu. Tapi tidak semua pria bisa punya kualitas seperti pria menarik yang kamu benci tapi kami kejar-kejar itu.

3. GUE BERHAK DAPET KESEMPATAN!

Sebenarnya, kamu sudah dapat banyak kesempatan. Ketika kamu tidak tampil menarik pada pertemuan pertama, kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan pertamamu. Ketika kamu sudah diberi kesempatan untuk mengobrol namun kamu berkali-kali menunjukkan pribadi yang nggak update, kaku, gemetaran, membosankan garing, dan nggak asik, kamu baru saja gagal di satu kesempatan lagi. Dan ketika kamu mengemis minta perhatian, ngemis minta belaian, dan mengemis iba sambil berargumen bahwa kamu belum diberi kesempatan membuktikan diri, kamu komplit gagal total untuk masuk daftar pria yang akan mengisi masa depan kami.

Kamu sudah dapat banyak kesempatan, tapi kamu menganggap remeh dan datang tanpa persiapan seakan-akan wanita akan tertarik pada apa adanya kamu yang nggak ada apa-apanya itu.

Perempuan memang senang disayangi, selama itu dilakukan oleh oleh orang yang menarik. Perempuan memang senang diperhatikan, kalau yang memperhatikannya adalah orang yang menarik. Semua adalah tentang siapa pria yang melakukannya, bukan apa yang pria tersebut lakukan.

Jadi yang penting, jadilah pria yang menarik, bukan pria yang sikut-sikutan karena siapa cepat dia dapat, memberi agar mendapatkan, atau meminta kesempatan saat bertemu penolakan.