7 Alasan Kamu Lebih Rentan Jadi Korban PHP: Karena Kamu ‘Murahan’!

djbuiksumaw-ethan-robertson

Tidak ada yang lebih sakit daripada jadi korban PHP gebetan. Bayangkan saja, kamu sudah berkorban banyak untuknya, tetapi dia hanya menganggapmu teman atau menolakmu karena kamu terlalu baik untuknya.

Padahal katanya, kalau kamu benar-benar suka si dia, kamu harus berani mengejar si dia agar si dia tahu ketulusanmu. Namun, semua itu selalu berakhir tidak baik buatmu. Lalu, buat kamu yang heran mengapa semua usahamu selalu berbuah sia-sia dan membuatmu jadi korban PHP terus-menerus? Jawabannya adalah: karena kamu ngarep dan murahan!

1. Pergaulan Kamu Kurang Luas dan Berkumpul di Lingkungan yang Menye-Menye

dbwerzvbj-i-mihai-surduvia Unsplash

Sebelum kamu menyalahkan si dia karena PHP kamu, cobalah introspeksi diri dulu. Tidak mungkin seseorang menolakmu tanpa alasan. Salah satu alasannya adalah pergaulanmu kurang luas atau kurang bervariasi. Dan mungkin saja pergaulanmu saat ini malah menjerumuskanmu menjadi orang yang tidak berkualitas.

Dunia ini luas, lho. Masih banyak sekali orang menarik dan berkualitas di luar sana yang bisa menjadi teman barumu. Carilah teman atau gebetan yang bisa mengajarimu hal baru dan positif. Semakin banyak hal menarik yang kamu pelajari, semakin menarik pula diri kamu. Kamu jadi tidak mudah baper dan ngarep karena sibuk berkumpul dengan orang-orang asyik!

2. Kamu Terlalu Available dan Sering Jadi Pelacur (Pelayan Curhat) si Dia

7kkuaacv35i-john-mark-kuznietsovvia Unsplash

Katanya, kalau kamu benar-benar sayang, kamu harus selalu ada untuk si dia. Hal itu baru berlaku kalau dia sudah jadi pasanganmu! Kalau kamu belum jadi pasangannya tetapi sudah memberikan semua waktu dan energimu untuk dia, apa gunanya dia jadi pasanganmu? Baik wanita mau pun pria bisa menjadi murahan dan pelacur kalau mereka kurang cerdas saat PDKT. So, be smart, Ladies and Gentlemen.

3. Kamu Tidak Punya Standar dan Batasan Diri Saat PDKT

fghf-lpikr8-allef-viniciusvia Unsplash

Orang yang rentan jadi korban PHP adalah yang berani all out saat PDKT. Misalnya, demi si dia, kamu rela bolak-balik Jakarta-Depok untuk menjemput dia di rumahnya saat kencan, padahal kamu tidak pernah seperti itu dengan wanita lain karena dia spesial buatmu. Atau kamu rela memberikan perhatian penuhmu dan menghujani si dia dengan traktiran dan hadiah karena bagimu, dia jodoh kamu.

Ketika semua standar dan batasan diri sudah terbuang demi mengistimewakan si dia yang belum jadi pasangan kamu, hilang pula harga diri kamu. Maka dari itu, jangan salahkan si dia karena tidak mau berpasangan dengan orang murahan.

4. Kamu Tidak Melakukan Kegiatan Produktif, Sehingga Kamu Memikirkan Dia Terus-Menerus

mxxz_lej304-luke-portervia Unsplash

Content continue below...

Meski seharian ini kamu bekerja atau kuliah, aktivitas kamu tidak produktif karena kamu memikirkan dia terus-menerus. Katanya sih, itu malah pertanda bagus karena artinya dia cinta sejati kamu. Kenyataannya salah. Apa yang kamu lakukan justru tidak sehat, lho. Dengan memikirkan dia terus-menerus, kamu jadi menciptakan asumsi, ekspektasi, dan delusi tentangnya yang tidak baik buatmu. Itulah sebabnya kamu tidak rela kehilangan dia. Waktu dan energi yang semestinya kamu luangkan untuk kegiatan produktif malah kamu curahkan untuknya.

5. Kamu Masih Belum Bisa Move On Dari Mantan

ei4aqlmwssi-greg-rainesvia Unsplash

Jika kasusnya kamu jadi korban PHP mantan pasangan, jawabannya sudah jelas: kamu belum bisa move on dari si dia. Terutama apabila kamu masih menganggap hubunganmu masih bisa diperbaiki atau si dia masih mau berubah buatmu. Ditambah lagi, jika kamu masih berhubungan dengan mantan padahal kamu belum 100% move on dari si dia. Tidak heran kamu lebih rentan terhadap PHP, karena kamu saja belum menguatkan diri untuk move on.

6. Kamu Belum Pernah Pacaran Sehingga Belum Memiliki Pengalaman

dbuxjrmrgxu-chuttersnapvia Unsplash

Karena kamu masih baru dalam dunia percintaan, kamu bisa dibutakan oleh ekspektasi tentang percintaan dari teman-teman, media, dan keluarga. Kurangnya pengalaman juga membuatmu harus mengalami berbagai hal pahit terlebih dulu untuk bisa mengukur batasan diri kamu dalam percintaan. Jalani saja dengan baik sambil mengembangkan diri kamu. Namun, asal kamu tahu: kamu tidak perlu mengorbankan diri demi cinta.

7. Kamu Masih Memegang Teguh Pemahaman Menye-Menye Soal Cinta

tx8qgpe-aoy-allef-viniciusvia Unsplash

Kamu masih saja percaya cinta itu haruslah berkorban sepenuhnya, rela menyerahkan dirimu demi si dia, bahwa dia pasti akan tersentuh dengan ketulusan cinta kamu dan omong kosong lainnya. Percayalah, kamu tidak akan memiliki kehidupan cinta yang lebih baik kalau kamu masih berpegangteguh pada omong kosong seperti itu. Beranikan diri untuk membuka pikiranmu, karena perubahan positif dimulai dari diri sendiri.

Lalu, apa yang harus kamu lakukan kalau telanjur ngarep karena PHP?

Kerugian terbesar bukanlah saat kamu kehilangan si dia, melainkan kamu tetap tidak mau mengambil hikmah dan belajar dari penolakan. Nah, daripada kamu menangis berhari-hari dan menyesali diri, dengarkan saja audio >>>>>[klik!]”AAN: Asal Usul Ngarep“[klik!]<<<<< sambil berjuang untukĀ move on. Di saat kamu mulai putus asa dan tergoda untuk mengejar si dia lagi, dengarkan saja audio ini. Cukup dengan Rp 25.000,- saja, kamu akan dapat pelajaran tentang:

  • Mematahkan konsep-konsep percintaan menye-menye yang membuat kamu jadi mudah ngarep pada si dia
  • MengenaliĀ sikap-sikap apa saja yang membuatmu kelihatan ngarep dan bagaimana caranya menghilangkan sikap tersebut saat kencan berikutnya
  • Rasa ngarep timbul dari rasa takut kehilangan. Melalui audio ini, kamu akan belajar caranya mencintai tanpa dihantui rasa kehilangan tersebut
  • Mempelajari hubungan antara keluarga dan lingkungan di sekitar kamu dengan rasa ngarep yang sering kamu alami
  • Membersihkan pikiran kamu dari omong kosong tentang percintaan yang hanya menyakiti diri kamu sendiri

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Hanya orang berkualitaslah yang mampu bangkit lagi dari keterpurukan cinta ketimbang tenggelam bersamanya. Apakah kamu salah satu orang berkualitas tersebut?

Share Your Thoughts