Gara-Gara Ngarep, Kamu Rela Melakukan 7 Kebodohan Ini Pada Diri Sendiri

5570680086_b53fbed074_o-1

Seperti yang diungkapkan dalam artikel sebelumnya, ngarep disebabkan oleh kamu yang insecure, kurang gaul, dan terlalu available buat gebetan sehingga kamu nekat bersikap bodoh demi secuil perhatian si dia.

Mungkin hati kecilmu tahu sikapmu ini sangatlah bodoh, tetapi kamu tidak bisa berhenti. Seolah-olah kebodohanmu tersebut hanyalah satu-satunya cara untuk tidak kehilangan si dia. Semua orang pasti pernah terjebak dalam kebodohan ini, sehingga sangatlah perlu mengingatkan diri sendiri untuk tidak lagi melakukan 7 kebodohan ini saat PDKT karena ngarep.

1. Kamu Selalu Memberikan Apa Pun yang Dia Inginkan Tanpa Batasan

7212673352_14a8abf684_ovia Flickr

Karena kamu terlalu ngarep ingin mendapatkan hatinya, kamu rela memberikan apa pun yang dia inginkan agar dia merasa diistimewakan olehmu. Kemungkinannya, dia akan ilfeel karena kamu terlalu gampangan atau besar kepala sehingga kamu akan mudah dimanfaatkan olehnya. Ketika dia menolakmu, kamu berang dan kehilangan segalanya karena semua yang pernah kamu berikan padanya sia-sia.

2. Kamu Takut Mengekspresikan Opini dan Perasaan Kamu

5448336376_a3102fe4ab_ovia Flickr

Ketika dia mengatakan sesuatu yang tidak kamu suka atau menurutmu tidak benar, kamu menutup mulutmu rapat-rapat. Untuk apa blak-blakan padanya? Nanti dia bakal ilfeel karena mengira kamu sok tahu atau baperan. Daripada kehilangan dia karena jujur, lebih baik simpan rapat-rapat emosi dan pikiran kamu. Namun, dia hanya akan melihatmu terlalu penurut dan membosankan.

3. Kamu Melakukan Segalanya Untuknya Tanpa Mempedulikan Diri Sendiri

15154728027_b0c3a00f9d_o-1via Flickr

Kamu rela mengantar-jemput dia kesana-kemari (padahal dia belum jadi pasanganmu!), kamu rela mentraktir dia makan tanpa meminta dia mentraktir kamu kembali, kamu rela meminjamkan uangmu padanya saat dia butuh. Sementara itu, dia sama sekali tidak memberikan balasan atau kontribusi apa pun buatmu. Jelas-jelas usahamu berat sebelah, kenapa harus diteruskan?

4. Dia Berulang Kali Membatalkan Rencana Kencan Kalian

3390320942_d927f883f3_ovia Flickr

Content continue below...

8 dari 10 ajakan kencanmu selalu dibatalkan oleh si dia. Bukannya mencari gebetan lain saja, kamu tetap bertahan untuknya. Kamu tidak pernah menegur sikapnya ini. Di depannya, kamu berkata tidak apa-apa, tetapi di belakangnya kamu tersakiti dan berharap suatu hari nanti dialah yang akan mengajakmu kencan. Sayangnya, itu tidak akan terjadi. Daripada bertahan terus dan menyakiti diri sendiri, lebih baik lupakan dia dan cari lagi gebetan baru.

5. Kamu Rela Mengubah Identitas Dirimu Agar Bisa Diterima Oleh Si Dia

4733757501_fac4202893_ovia Flickr

Demi secuil validasi dari si dia, kamu rela mengubah gaya penampilan, berhenti melakukan hobi, membuang karir, dan meninggalkan teman-teman tersayangmu. Apa saja yang kamu lakukan saat ini hanyalah untuk menyenangkan dia, meski artinya kamu harus membohongi dan menyiksa diri sendiri.

6. Jelas-Jelas Dia Lebih Cuek Padamu dan Memegang Lebih Banyak Kendali Daripada Kamu

376961572_eff9249102_ovia Flickr

PDKT seharusnya asyik dan investasi yang diberikan seharusnya seimbang dari kamu dan si dia. Namun, kamu tidak merasakan itu. Dia sama sekali tidak peduli padamu, tetapi kamu terus mengemis perhatian darinya. Kamu menginginkan lebih dari hubungan kalian, tetapi dia tidak pernah memberikannya padamu. Selama ini, kamu berpikir dengan memberikan segalanya kamu bisa memenangkan hatinya, tetapi justru sebaliknya. Dia bisa mengendalikan kamu sesuka hatinya.

7. Pada Akhirnya, Selalu Kamulah yang Meminta Maaf Padanya

5880890448_940c970022_ovia Flickr

Ketika kamu menuntut kejelasan hubungan, jawabannya selalu bertele-tele dan menggantungkanmu. Entah dia belum siap, masih belum move on, kamunya yang terlalu baik, atau dia masih ingin sendiri. Kamu yang tidak terima jadi gusar karena usahamu selama ini sia-sia. Namun, kamu tidak mau kegusaranmu membuat dia meninggalkanmu. Akhirnya, kamu pun meminta maaf padanya dan berjanji tidak akan memaksa dia lagi. Akan tetapi, kamu masih saja berharap suatu hari nanti dia akan menerimamu, cepat atau lambat.

Share Your Thoughts