9 Pandangan Cinta Menye-Menye yang Bikin Kamu Gampang Ngarep

xujscwnwn2m-adi-constantin

Ngarep ibarat penyakit menjangkiti hatimu, membuat kamu sulit percaya diri dan menjadi dirimu yang terbaik saat PDKT dengan si dia. Jika suatu penyakit hanya didiamkan saja tanpa diobati dan dicegah kedatangannya lagi, kamu tidak akan pernah bisa sembuh.

Penyakit ngarep timbul dari pandangan-pandangan cinta menyesatkan yang kamu percayai. Karena masyarakat dan media masa kini masih menyebarkan pandangan menye-menye tersebut, kamu pun mengira mereka benar dan sewajarnya. Padahal sesuatu yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang belum tentu benar, lho. Kalau kamu sayang diri sendiri dan ingin dapat hubungan yang berkualitas tanpa dijangkiti rasa ngarep, buruan singkirkan pandangan-pandangan cinta menye-menye berikut ini!

1. Membiarkan Dirimu Bersikap Tidak Rasional Karena Cinta

qik-wqax7p0-alexander-ronsdorfvia Unsplash

Si dia sudah menolakmu, tetapi kamu malah menganggapnya sebagai tanda untuk mengejar dia lebih keras lagi. Si dia sudah dingin, cuek, tidak perhatian, tetapi kamu menganggap dia jaim saja. Ketika sudah banyak orang menegur, kamu bersikeras pada mereka kamu melakukan semua itu karena cintamu padanya yang begitu dalam.

Selain tidak sehat, perilaku tersebut dapat membuatmu rugi energi dan waktu. Buat apa kamu membuang-buang waktu mengejar orang yang tidak menyukaimu karena obsesimu berpikir dialah jodohmu?

2. Kamu Nekat Membuang Segalanya Dalam Hidup Kamu Demi Cinta

bzanmuha5yq-jacob-ufkesvia Unsplash

Ketika kamu beranggapan bahwa demi mendapatkan cinta kamu harus tersakiti dan berkorban sedemikian hebatnya terlebih dulu, artinya kamu sudah terjangkiti virus ngarep.

Bagimu, mengorbankan karir, identitas diri, hobi, teman-teman, dan segalanya yang kamu miliki demi cinta adalah hal wajar dan sepantasnya dilakukan demi membuktikan cintamu padanya. Mengapa kamu nekat berbuat demikian? Karena kamu terlalu insecure, murahan, tidak menghargai diri sendiri sampai-sampai kamu merasa tidak layak mendapatkan cinta yang lebih sehat dan membahagiakan kamu.

3. Kamu Beranggapan Bahwa Cinta Harus Diekspresikan Dengan Memamerkan Hubunganmu Pada Orang Lain

aswqzpl04ee-elizabeth-tsungvia Unsplash

Kamu menuntut pasangan berfoto sebanyak-banyaknya untuk dipamerkan di media sosial. Sedikit-sedikit statusmu di media sosial isinya tentang betapa cintanya kamu pada si dia. Buat kamu, kalau pasangan berfoto dengan orang lain lalu dipajang di display picture dia, tandanya dia tidak cinta padamu. Ironisnya, kamu tidak bisa menghargai usaha-usaha pasangan karena bagimu semua itu tidak valid dengan ekspektasimu. Kamu terlalu fokus memamerkan diri ketimbang memanajemen hubungan dengan baik. Tidak heran jika cepat atau lambat, kamu akan ditinggalkan oleh si dia.

4. Menurutmu, Kalau Gebetan Memberimu Perhatian Sedikit Saja, Artinya Dia Mencintaimu

bglr0iieyi4-elizabeth-tsungvia Unsplash

Dia hanya mentraktirmu sekali, memujimu sekali, dan mengantarmu pulang karena rute kalian searah, tetapi kamu menganggapnya sebagai kode bahwa dia mencintai kamu! Saat si dia malah terganggu dan makin menjauh, kamu menuduh dia PHP. Tahu tidak kenapa dia menjauh? Karena sejak awal dia tidak menyukaimu dan dia tidak mau dekat-dekat dengan orang insecure seperti kamu!

Content continue below...

5. Kamu Dibesarkan Oleh Lingkungan yang Mempercayai Cinta Haruslah Menye-Menye

vf29t22259i-dominik-martinvia Unsplash

Dari kecil hingga dewasa, kamu dipengaruhi oleh keluarga terutama orang tua bahwa mencintai seseorang haruslah berkorban dan melakukan segalanya demi si dia. Buat pria, kamu diajarkan bahwa hidup tidaklah lengkap tanpa kehadiran wanita dan kamu bukanlah pria sejati apabila belum bisa berkorban dan memberikan segala yang kamu miliki untuk wanita. Buat wanita, kamu diajarkan harus menuruti segala perintah pria karena jika tidak, kamu gagal dan durhaka sebagai wanita. Tanpa didampingi pria, kamu tidak berdaya.

Meski mereka yang mengajarimu demikian adalah orang-orang yang kamu sayangi, kamu tetap harus bersikap objektif dan membuang semua pandangan negatif tersebut. Jika tidak, kamu akan mewarisinya pada keturunanmu berikutnya.

6. Kamu Berpikir Hanya Cintalah yang Sanggup Mempertahankan Sebuah Hubungan

yy3gony48n0-ben-whitevia Unsplash

Sama seperti kesuksesan hidup lainnya, kesuksesan hubungan didasari oleh kerja keras, dedikasi, kompromi, komunikasi, kejujuran, serta kepercayaan yang membuahkan cinta di antara pasangan. Cinta saja tidak akan bisa membuat si dia bertahan bersamamu. Kamu juga tidak bisa hidup tahan banting bersama pasangan hanya bermodalkan cinta. Cinta ibarat bunga yang baru akan tumbuh setelah kamu merawat benihnya dengan cermat dan telaten.

7. Kamu Beranggapan Bahwa Pernikahan Bisa Menghilangkan Segala Masalah Hubungan dan Mengubah Sikap Negatif Pasangan

zss1s9df5aq-thomas-curryervia Unsplash

Jika saat masih pacaran si dia sudah kasar dan posesif padamu, dia akan terus seperti itu setelah kalian menikah. Pernikahan hanya akan membuat dia merasa lebih leluasa untuk menyakitimu lebih buruk lagi. Pikirmu, dia pasti bisa berubah kalau kamu mencintai dia lebih baik lagi, tetapi semua itu hanya delusimu saja. Bukannya tertolong, kamu malah terperosok dalam jurang yang lebih dalam lagi.

8. Kamu Meyakini Bahwa Kamu Hanya Bisa Mencintai Seseorang Satu Kali Seumur Hidup

aggikys4mys-drew-haysvia Unsplash

Kalau si dia menolak atau meninggalkanmu, kamu yakin bahwa kamu tidak akan bisa mencintai orang lain lagi karena dialah jodohmu satu-satunya. Kamu terpuruk selamanya jika si dia mendadak meninggalkanmu. Itulah sebabnya kamu membiarkan dia menginjak-injak kamu. Kamu tidak percaya bahwa kamu bisa menemukan cinta yang lebih baik daripada yang kamu miliki saat ini.

9. Kamu Beranggapan Memiliki Anak Dapat Membuat Rumah Tangga Lebih Harmonis

c_o2_olabya-sweet-ice-cream-photographyvia Unsplash

Inilah kekuatan ngarep yang paling membahayakan. Untuk apa kamu merusak anak dengan kebodohanmu dalam mengelola rumah tangga? Kehadiran anak sama sekali tidak membawa keharmonisan dalam rumah tangga dengan sekejap. Justru anak akan makin tertekan melihat kamu dan pasangan tidak bisa memberikan kebahagiaan yang layak padanya.

Share Your Thoughts