Infografi Kelas Cinta: Realita Tembak-Menembak

Home Articles Infografi Kelas Cinta: Realita Tembak-Menembak
Share the knowledge!

“Buruan tembak, nanti keburu disamber orang!” demikian nasihat orang saat proses mendekati calon kekasih idaman. Budaya tembak-menembak, alias menyatakan perasaan suka dengan maksud mengubah hubungan pertemanan jadi pacaran, adalah titik puncak dari usaha PDKT yang sudah terjadi berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelumnya.

Di Indonesia, PDKT biasanya diawali dengan perkenalan dan berbagai perilaku sebagai berikut:

  • memberi perhatian atau kepedulian yang konstan seperti menyapa saat pagi siang malam, mengingatkan makan atau belum, menanyakan kabar, dsb.
  • menawarkan bantuan atau sekedar menemani kesibukan, seperti antar jemput, menemani makan siang, membantu tugas/studi yang sulit, dsb.
  • menjadi sahabat yang menyimak dan memberikan solusi atas keluh kesah curahan hati.
  • memberikan perlakuan spesial, seperti mentraktir, membelikan hadiah, mengirim email/sms/broadcast romantis, mengajak kencan berduaan, dsb.
  • bila hal-hal di atas sudah dilakukan dan target idamannya terasa meresponi dengan positif, barulah seseorang baru mulai mengatur strategi nembak.

Bulan Agustus 2013 lalu, saya mengadakan survei pada 929 responden, terdiri dari 64% pria dan 36% wanita, tentang fenomena nembak. Dan berikut ini adalah hasilnya yang perlu Anda ketahui sebelum mulai merancang strategi tembak-menembak.

Di kubu pria, 82% pernah menembak dan 68% pernah ditembak, sementara di kubu wanita hanya ada 35% pernah menembak tapi 89% pernah ditembak. Jadi jelas nembak adalah pekerjaan seorang pria. Ini sesuai dengan studi Suzanna Rose yang menulis dalam Journal of Gender and Society bahwa PDKT berisi skema dan skenario stereotip yang didominasi oleh pria. Pria sibuk merancang pertunjukan dan beraksi, dan wanita santai menikmati kencan dan berperan sebagai juri yang menimbang dan menyeleksi pria terbaik. Di dunia romansa, wanita sepertinya tidak tersentuh emansipasi.

Memang selalu ada pengecualian di mana wanita kadang berani menyatakan perasaannya duluan: dalam survei, tercatat sebagian besar pria pernah ditembak 1-3 kali. Tapi tetap saja angka itu kecil sekali dan sangat berbeda di kubu seberang: hanya sedikit (25%) wanita yang pernah ditembak 1-3 kali, justru ada 75% ditembak lebih dari 5 kali, sementara 10% sisanya tidak pernah ditembak sama sekali. So ladies, jika kamu jarang ditembak, bisa dibilang kamu gagal jadi seorang wanita. :D

Persis setengah jumlah responden nembak saat bertemu atau kencan, disusul dengan nembak via SMS (26%), telpon (19%), dan chatting (11%). Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam hal ini, walau saya penasaran melihat seberapa banyak jumlah orang yang nembak dalam bentuk acara romantis spesial, bukan sekedar mengutarakan begitu saja.

Tapi tidak peduli bagaimana cara nembaknya, hasil survei mengungkapkan bahwa nembak justru membuat diri Anda gagal dalam percintaan. Sesungguhnya, nembak pangkal ditolak! Hanya 30% responden saja yang mengaku tembakannya lebih sering diterima, 24% mengaku tembakannya lebih sering ditolak atau digantung, dan 15% sisanya merasa jumlahnya seimbang. Ini adalah fakta yang sudah sering saya bahas di twitter, kelas Hitman System, dan Lovable Lady, namun sampai detik ini masih saja banyak orang yang keras kepala tidak mau mengakuinya.

Dari segi kejiwaan, nembak alias minta ijin jadi kekasih adalah interupsi logis yang membuat wanita tertekan dan terpojok: jika dia menerima dan ternyata hubungan tidak berjalan baik, dia jadi merasa salah sudah mengiyakan Anda. Itu sebabnya kebanyakan wanita menolak dengan berbagai macam alasan, salah satunya adalah menggantung menunda keputusan selama mungkin. Gabungkan fakta ini dengan fakta seberapa sering wanita ditembak di atas, Anda jadi lebih mengerti mengapa wanita jadi kebiasaan menolak ketika pria menembak.

Menolak atau menggantung adalah jawaban paling logis bagi wanita yang tertekan dan terpojok memutuskan.

Kebanyakan wanita terbiasa pasif saat PDKT, jadi jika sampai ada wanita yang berani aktif dan nembak, biasanya karena kombinasi hal-hal ini: sadar dirinya kurang menarik, tidak laku dan tidak punya pilihan lain, jarang dapat kesempatan dekat dengan pria berkualitas, takut kehilangan dan direbut orang, atau sudah ada deadline pacaran/menikah. Motif desperate itu wajar membuat pria jadi cenderung menolak, sesuai dengan hasil responden wanita yang mengakui tembakannya lebih banyak ditolak dibanding diterima.

Jadi bukan karena wanita maju duluan yang menyebabkan wanita ditolak oleh pria.

Nasihat kebanyakan orang benar, jika tidak segera ditembak kemungkinan besar Anda akan melihatnya si dia (khususnya wanita) disamber orang lain. Tapi kalaupun Anda tembak, tetap saja Anda kemungkinan besar ditolak. Tembak-menembak memang bukan strategi terbaik dalam PDKT. Baca artikel Jadian Tanpa Nembak untuk memperbaiki proses romansa Anda.

IGKC_001-SurveyNembak

Jadi bagaimana dong jika ‘tidak boleh’ nembak?

Ah, ada cara yang lebih baik kok. Langsung ikut seminarnya saja yang berisi tehnik dan ucapan praktis agar bisa jadian: THE SECRET OF JADIAN. Klik link tadi atau gambar di bawah!

Share the knowledge!