Mengapa Pria Takut Berpenampilan Menarik?

berpenampilan menarik kelas cinta

Pria adalah makhluk yang sederhana. Contohnya saja: Bila ingin berpenampilan menarik, seorang wanita bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilih pakaian apa yang cocok untuknya. Itu belum termasuk memilih tas, sepatu, parfum, dan memastikan alis matanya sudah berada di posisinya atau tidak.  Sementara pria dengan santai mengambil sepotong baju yang digantung di pintu dan lima detik kemudian dia sudah siap pergi kencan.

Namun, wanita menjadi ribet bukanlah atas kemauannya sendiri. Di sosial media, banyak bertebaran online shop yang menyediakan berjuta-juta pakaian wanita yang beraneka jenis (dan anehnya mereka hapal semua). Bila semua online shop dan toko pakaian wanita hanya menjual satu jenis pakaian saja, saya yakin wanita tidak akan seribet sekarang.

Hal itu berbanding terbalik dengan online shop atau toko pakaian pria yang cenderung menampilkan pakaian yang itu-itu saja. Coba perhatikan; dari zaman saya masih belajar berhitung sampai saya bisa perkalian di luar kepala, pakaian pria toh modelnya begitu-begitu saja. Kaos oblong ya begitu saja bentuknya. Celana jins nasibnya juga sama. Semuanya sama. Yang berbeda hanya warna atau coraknya saja. Selebihnya hanya model lama yang diperkenalkan lagi ke publik.

Tentu saja itu ada keuntungan dan kerugiannya sendiri. Keuntungannya adalah pria bisa mengesampingkan hal-hal yang kurang penting dalam hidupnya. Hidup seorang pria sudah dipersulit dengan harta, tahta, dan wanita. Tidak perlu lagi dipersulit oleh busana.

Lalu kerugiannya apa dong? Yaitu penampilan pria menjadi monoton, sobat. Di mana-mana kita melihat ribuan pria yang berpenampilan sama. Coba kamu keluar dan lihat pria-pria di sekeliling kamu. Hitung ada berapa pria yang memakai kaos berwarna hitam? Ada berapa banyak yang memakai celana jins panjang dan sandal jepit? Ada berapa pria yang potongan rambutnya undercut?

Saya yakin jumlahnya sangat banyak.

Kalau manusia memang dilahirkan sebagai makhluk yang unik, lalu mengapa pria seolah enggan berpenampilan menarik?

1. Takut Dianggap Gay

pexels-photo-374871
via Pexels

Beberapa pria takut berpenampilan menarik karena takut nanti kebablasan menjadi gay. Padahal berpenampilan menarik tidak akan mengubah orientasi seksual manusia. American Psychiatric Assosiation (APA) pernah menyatakan bahwa perilaku homoseksual adalah sebuah pilihan dalam orientasi seksual dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan pakaian.

Ketakutan ini muncul karena media sering menggambarkan pria-pria berpenampilan menarik sebagai homoseksual, padahal kenyataannya tidaklah demikian. Berpenampilan menarik juga tidak akan membuat kamu terlihat seperti gay. Apa kamu masih bernafsu melihat wanita seksi? Bila iya, maka santai saja.

2. Takut Dianggap Aneh

fashion-man-person-wristwatch
via Pexels

Content continue below...

Kamu takut berpenampilan menarik hanya karena takut dianggap aneh? Maka kamu harus membedakan antara berpenampilan menarik dengan nyentrik! Berpenampilan menarik membuat orang-orang nyaman memandang kamu, sementara berpenampilan nyentrik membuat orang-orang mengerutkan dahi saat melihat kamu.

Masih bingung antara berpenampilan menarik dengan nyentrik? Ini contohnya:

  1. Berpenampilan menarik: memakai kemeja body fit yang disetrika rapi, mengenakan ikat pinggang yang warnanya sesuai dengan sepatu, rambut yang tersisir rapi, kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah, tidak memakai pakaian yang warnanya lebih dari tiga, dan sebagainya.
  2. Berpenampilan nyentrik: memakai cincin lebih lebih dari satu, rambut disemir warna-warni stabilo seperti artis korea, potongan rambut dibuat jabrik ala anime, memakai kalung berukuran besar, dan apa pun yang norak.

Nah, sudah tahu bedanya?

3. Takut Tidak Percaya Diri

pexels-photo-428339
via Pexels

Rasa tidak percaya diri muncul karena otak belum terbiasa dengan keadaan. Bila kamu sehari-hari hanya memakai kaos oblong dan celana pendek, maka tentu rasanya aneh jika suatu saat kamu memakai kemeja dan celana panjang. Apalagi kalau kamu terbiasa mengenakan pakaian yang longgar dan mendadak harus memakai pakaian yang body fit. Tubuh seakan-akan diremas oleh pakaian. Mau bergerak saja susah.  Apa kamu harus panik?

Tentu saja tidak. Sebenarnya ini adalah kendala bagi sebagian orang yang baru beralih dari kehidupan kuliah menuju ke kehidupan kerja. Ketika masih kuliah, kamu memiliki kebebasan dalam berpakaian. Beberapa dosen tidak mempermasalahkan apakah kamu berpakaian rapi atau tidak. Kamu diperbolehkan ikut perkuliahan selama mengenakan kemeja, celana panjang, dan sepatu. Apa pun jenis dan ukurannya.

Namun dalam dunia kerja, kamu wajib mengenakan pakaian yang rapi dari atas sampai bawah. Tidak menutup kemungkinan kalau kamu harus memakai setelan jas selama berhari-hari. Hal itu tentu saja membuat banyak pria kelimpungan dan membuat gesture tubuh mereka menjadi aneh.

Ini hanyalah masalah kebiasaan. Kalau kamu ingin memperbaiki cara berpakaian dan merasa aneh di awal, maka kamu jangan langsung menyerah begitu saja. Tetaplah memakai pakaian tersebut selama beberapa hari ke depan. Lebih bagus lagi kalau kamu memiliki beberapa pakaian ganti yang serupa sehingga pakaian kamu tidak lekas kotor dan rusak. Jaga pakaian agar tetap bersih dan wangi. Jangan sampai kucel!

Ingat, menarik bukan berarti nyentrik. Berpenampilan menarik juga tidak membutuhkan banyak biaya. Beberapa malah sangat sederhana. Misalnya: mencukur kumis dan jenggot yang tumbuh liar setiap pagi. Kebersihan wajah juga tidak kalah pentingnya. Jaga wajah kamu agar selalu cerah karena itu adalah salah satu aset yang paling berharga.

Bye bye rasa takut!

Share Your Thoughts