Brother, Ini Kenapa Anda Harus Menjauhi Wanita Materialis

Kenapa Anda harus menghindari wanita materialis? Duduk dulu yang tenang dan baca artikel ini perlahan-lahan ya.

Diantara kita semua pasti sudah sering mendengar istilah matre atau materialis. Menurut KBBI, materialis adalah pengikut paham (ajaran) materialisme, atau orang yang mementingkan kebendaan (harta, uang, dan sebagainya).

Memang dalam hidup kita membutuhkan materi. Bahkan setiap hari kita bekerja keras untuk mendapatkan, mengumpulkan, serta melipatgandakannya. Semua itu kita lakukan agar dapat menikmati kehidupan yang lebih layak di kemudian hari.

Bedanya, mereka yang terlahir dari keluarga sederhana lebih mengerti betapa pentingnya materi ketimbang mereka yang terlahir dari keluarga berada. Hal itu dapat dilihat dari mudahnya mereka mengeluarkan uang dan menikmati segala fasilitas yang mereka peroleh sejak kecil.

Mereka yang terlahir dari keluarga sederhana berusaha memutuskan tali kemiskinan di keluarganya, sedang mereka yang terlahir dari keluarga berada berusaha untuk melebihi pencapaian kedua orangtuanya. Itu pun kalau didikan orangtuanya benar…

Oke, di sini saya tidak akan membahas buku “Rich Dad, Poor Dad” karya Robert Kiyosaki yang mana buku itu terlalu memuji rich dad dan mendiskreditkan poor dad, padahal masing-masing dari mereka (para orangtua) memiliki kesalahan yang sebanding.

Sebelum saya melanjutkan lebih jauh, mari kita menyamakan definisi materialis terlebih dahulu lalu mempersempit ruang dengan memberikan batasan yang jelas dengan sebuah kata pembanding, yakni realis.

Materialis VS Realis

Walau keduanya sama-sama dipicu oleh rasa tidak aman, atau insecurity, tapi ada beberapa perbedaan yang mencolok sehingga kedua kata tersebut dapat tegak mandiri. Untuk mempermudah pembahasan, saya gunakan wanita sebagai contoh.

Wanita materialis memandang segala sesuatu dari materi. Baginya, materi adalah yang utama sedang pria adalah kartu kredit berjalan yang harus mampu memenuhi hasrat hedonisnya. Sedang wanita realis memandang materi adalah kebutuhan, faktor pendukung kehidupan. Baginya, pria adalah tulang punggung yang bertanggung jawab dan menjamin masa depannya.

Dari cara mereka memaknai materi, kita dapat melihat tindak tanduk mereka dalam kehidupan cintanya.

Wanita materialis tidak segan meninggalkan prianya ketika ia menemukan kartu kredit yang limitnya lebih besar. Hal itu berbeda dengan wanita realis yang cenderung lebih cerdas dan kooperatif. Mereka tidak perlu berpikir ribuan kali untuk menaikkan limit kartu kredit. Ya, wanita realis bisa menghasilkan uang sendiri atau mau bekerja sama dengan pasangannya untuk membangun kerajaan bisnis.

Baca juga:
Kamu Cewek Matre Atau Cewek Realistis?

Berbeda dengan wanita realis, para materialis juga gemar membanding-bandingkan prianya dengan pria lain berdasarkan materi yang dimilikinya. Bagi pria yang lebih tipis dompetnya, itu dianggap sebagai penghinaan. Namun, bagi pria yang lebih tebal dompetnya, itu sebagai pelecehan. Mereka merasa, mereka bukan apa-apa tanpa apa yang mereka punya.

Jadi, itu bukanlah sebuah pujian.

Dari sini muncul sebuah pertanyaan, penghargaan seperti apa yang Anda harap ketika menjalin hubungan dengan wanita materialis?

Brother, kalau Anda pebisnis dan butuh wanita hebat yang berada dibalik kesuksesanmu, wanita materialis jauh dari kata itu! Jika pun Anda tetap memburu mereka dan menganggap bahwa tubuh mereka bisa dibeli, Anda seperti investor membeli saham bearish yang secara fundamental pun jelek.

Saya jadi teringat tentang wanita yang di sekakmat oleh seorang ahli keuangan dari wallstreet finance di sebuah forum. Wanita itu bertanya:

“Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan seorang pria kaya? Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik dan berselera tinggi. Saya berharap bisa menikah dengan pria kaya yang berpenghasilan minimal 5,5 milyar pertahun. Saya bukan wanita materialis, tapi realistis. Di New York ini, penghasilan sebesar itu masih termasuk kelas menengah. Adakah pria di Forum ini yang berpenghasilan 5,5 milyar pertahun dan ingin menikahi saya? Di manakah saya bisa bertemu pria seperti itu dan mau menikahi saya?”

Dan jawaban yang didapatnya saya pikir cukup untuk membungkam para penganut materialisme berkedok realis:

“Saya telah membaca tulisan Anda dengan sangat antusias. Saya yakin, sebenarnya banyak wanita lain yang memiliki pertanyaan yang senada dengan Anda. Karena itu, terlebih dahulu izinkan saya menganalisis kondisi Anda dari sudut pandang investor profesional. Sungguh, penghasilan saya lebih dari 5 milyar pertahun, yang berarti saya sudah memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya ini cukup kredibel dan tidak main-main.

Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang sangat jelek. Alasannya sangat sederhana, dan akan saya jelaskan.

Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan itu bagaikan pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya itu sangat adil dan cukup wajar.

Namun menurut saya, ada permasalahan yang vital di sini. Kecantikan adalah sesuatu yang secara perlahan akan menyusut setiap tahun. Jika saya menikahi Anda karena kecantikan itu, berarti saya akan kehilangan uang karena nilai kecantikan Anda yang terus menyusut itu. Penghasilan saya mungkin akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, kecantikan Anda akan semakin berkurang setiap tahunnya.

Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang terapresiasi (berkembang), sedangkan Anda adalah aset yang terdepresiasi (menyusut). Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial.

Jadi, jika hanya kecantikan yang menjadi aset Anda, maka nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian. Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan”.

Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Sebab bukan ide yang baik untuk tetap mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Mungkin perkataan saya ini terlalu kasar. Tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya harus akan dijual atau disewakan.

Pria dengan penghasilan 5 milyar pertahun tentu bukan orang bodoh. Mereka mungkin hanya mau berpacaran dengan Anda, tapi tidak untuk menikahi Anda. Karena itu, saya sarankan agar Anda menghilangkan pikiran bagaimana cara menikahi pria kaya. Tapi usahakan agar Anda bisa membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan 5 milyar. Itu lebih besar peluangnya untuk tercapai, ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.”

Jika wanita materialis baru mencintai Anda setelah Anda puaskan hasrat belanjanya, maka wanita realis akan membelikan Anda sebuah jas setelah Anda membelikannya sepatu. Dia akan mentraktir Anda makan malam setelah Anda membayarkan makan siangnya. Dengan uang yang ia hasilkan sendiri.

Baca juga:
Kenali Ciri Wanita Matre di Sekitar Kamu

Lihat perbedaannya?

Ini bukan tentang barang atau label harganya, tapi cara mereka dalam melakukan timbal balik. Jika dari hal-hal yang sederhana seperti itu saja mereka bisa diajak bekerja sama, bayangkan bagaimana mudahnya menjalin hubungan dengan mereka?

Wanita Materialis Mencari Pria Yang Bisa Dibodohi

Jadi, kalau saat PDKT Anda suka dan secara sadar memamerkan seragam, jabatan, atau kendaraan yang dianggap mewah oleh si wanita, maka itu seperti menceburkan diri ke sungai tempat di mana seekor buaya kelaparan sedang mengintai Anda.

Kelas Cinta memang mengajarkan kita para pria untuk terus meningkatkan penghasilan, dan memperbaiki kualitas hidup. Tapi itu semua untuk diri Anda, keluarga Anda, pasangan terbaik Anda, masa depan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda. Bukan untuk menyogok wanita!

lalu, apakah wanita materialis akan setia dan berhenti mencari setelah mendapat pria yang seperti itu? Beberapa ada yang berhenti, tapi beberapa ada yang rela selingkuh untuk  mendapat kartu kredit yang limitnya lebih besar. Tak perlu menunggu Anda terjatuh untuk membuat mereka meninggalkan Anda.

Jika saat ini Anda merasa bahwa pasangan Anda adalah wanita materialis dan ingin mengurangi sifatnya itu, saya ada beberapa masukan yang cukup ampuh:

Terdengar mudah ya? Padahal praktiknya sulit karena Anda akan bertentangan dengan kemauannya yang sudah mendarah daging. Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Jika Anda bingung bagaimana cara mengurangi sifat materialisnya itu, Anda bisa mempelajarinya di KC STAR; online course berisi ratusan materi tentang bagaimana cara memanajemen hubungan dengan pasangan. Semua pertanyaan Anda seputar cinta akan terjawab di sana. Yang perlu Anda lakukan hanya mendaftar dan mempelajari materinya yang disajikan dalam bentuk video, audio, dan ebook. Karena bisa diakses kapan pun selama Anda tersambung ke internet, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar cinta.

Pesan KC STAR lewat LINK ini sekarang:

SAYA INGIN BELAJAR CINTA DI KC STAR!

Spread the love!