Bagaimana Teknik Move On Paling Mudah dan Sederhana?

Menulis adalah kegiatan yang mudah sekaligus paling malas dilakukan oleh sebagian banyak orang. Mudah karena Anda cukup mengambil pensil dan kertas, lalu menulis apa pun yang ada di pikiran Anda. Malas karena saking mudahnya, Anda menganggap menulis sebagai kegiatan yang sepele, kurang penting, dan membosankan. Anda jelas lebih memilih untuk bermain game, buka media sosial, atau menonton Youtube yang mana lebih menghibur daripada menulis. Meski sepele dan mudah dilakukan, tidak banyak yang tahu bahwa menulis termasuk cara move on yang paling mudah dan sederhana.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang ditebritkan oleh Social Psychological and Personality Science, beberapa peneliti dari University of Arizona merekrut 210 orang yang baru mengalami putus cinta dan membaginya menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diberi kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar perasaan mereka, lalu diberikan waktu untuk berbicara mengenai perasaan tersebut. Kelompok ini mengulangi proses yang sama selama tiga, enam, dan sembilan minggu kemudian.

Sedangkan kelompok kedua hanya diberi kesempatan untuk mengisi kuesioner di awal dan di akhir masa sembilan minggu mereka. Mereka juga hanya diberikan kesempatan satu kali untuk menjelaskan perasaan mereka, itu pun ketika di sesi terakhir.

Hasilnya, kelompok pertama lebih cepat menemukan nilai diri mereka yang sempat hilang setelah putus cinta. Menemukan kembali nilai diri itu ikut meningkatkan kepercayaan diri mereka bahwa mereka bisa hidup mandiri tanpa terganggu mantan. Mereka juga jadi lebih fokus mencari cara bagaimana menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya.

Dari penelitian di atas, bisa disimpulkan bahwa dengan menulis dan membicarakan apa yang Anda rasakan saat putus cinta secara berulang-ulang ternyata dapat membantu Anda menemukan nilai diri Anda. Ini adalah cara move on paling mudah dan sederhana karena Anda tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Jadi jika Anda sedang mengalami patah hati karena putus cinta, Anda bisa memulai langkah move on dengan menulis tentang perasaan Anda dan menceritakannya. Bila Anda sudah menemukan nilai diri Anda kembali, proses move on lainnya jadi jauh lebih gampang dan Anda lebih cepat menemukan kebahagiaan Anda tanpa dihantui bayang-bayang mantan.

Lalu bagaimana cara menulis dan menceritakan perasaan Anda supaya Anda cepat move on?

1. Deskripsikan Bagaimana Penampilan dan Sifat Mantan Anda Secara Rinci

Barangkali ini akan menyakitkan perasaan Anda karena Anda harus mengingat-ingat lagi penampilan dan sifat mantan, bahkan Anda bisa saja semakin merindukannya. Namun, itu hanya terjadi di awal saja. Jika Anda sering menulis deksripsi tentang mantan, setelahnya Anda akan merasa lebih enakan dan mudah mengatasi rasa kangen yang muncul.

Bagaimana bentuk rambutnya? Berapa jumlah gigi yang terlihat ketika dia tertawa? Pakaian apa yang sering digunakannya? Aksesoris apa yang selalu ia pakai ketika bersama Anda? Bagaimana bentuk wajahnya? Sifat-sifat baik seperti apa yang Anda suka darinya? Sifat-sifat buruk seperti apa yang Anda benci darinya? Dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan mantan. Ini yang harus Anda tulis di lembar pertama catatan Anda.

“Tapi bagaimana kalau nanti malah semakin kangen dan jadi semakin susah move on?” tanya Anda.

Makanya Anda jangan hanya menulis kebaikan-kebaikannya saja, tapi tulislah keburukan-keburukannya juga. Misalnya, apa dia sering memukul Anda ketika ada masalah? Apa dia sering memaki-maki Anda? Apa dia jarang mandi berhari-hari sampai Anda harus menahan napas setiap kali menemuinya? Apa dia sering berpakaian seperti gembel sehingga membuat Anda malu setiap kali bersama denganna? Hal-hal seperti ini juga harus ada di daftar Anda.

Alasan kenapa Anda harus sering menulis penampilan dan sifat mantan adalah agar Anda tidak hanya teringat yang indah-indah saja soal mantan, tapi juga keburukan-keburukannya. Ini akan memperkuat keyakinan Anda bahwa berpisah dengannya adalah hal yang bagus dan memacu Anda untuk mencari pasangan yang jauh lebih baik darinya.

Baca juga:
Ladies, Ini Empat Cara Menemukan Pria Yang Terbaik!

2. Tulislah Penyebab Kalian Putus

Mustahil pihak yang memutuskan tiba-tiba meminta untuk mengakhiri hubungan. Pasti ada sebab-sebabnya dan itu pasti masalah besar yang belum ketemu jalan keluarnya. Tidak ada asap kalau tidak ada api.

Jadi apa yang membuat kalian putus? Ada pihak keluarga yang tidak merestui hubungan kalian? Dia selingkuh dengan orang yang lebih mapan? Dia sering bertindak kasar sehingga Anda tidak tahan bersamanya lebih lama? Karena ada perbedaan agama dan budaya? Dia cuma bisa berjanji bakal berubah jadi lebih baik, tapi tidak kunjung melakukan perbaikan apa-apa?

Tulis penyebab kalian putus serinci mungkin, minimal satu paragraf pendek. Jangan hanya menulis sepatah atau dua patah kata seperti “Selingkuh” atau “Beda agama” karena Anda jadi tidak bisa menalar penyebab kalian putus. Kalau Anda bisa mengingat-ingat penyebab putus secara rinci, maka Anda akan mengerti bahwa putus kemarin adalah hal terbaik untuk Anda. Ini akan membuat Anda lebih percaya diri untuk melangkah maju meninggalkan kenangan masa lalu.

Kalau mantan yang memutuskan Anda tanpa pernah memberitahu alasannya, mendadak menghilang, atau alasannya tidak masuk akal, maka Anda bisa menebak sendiri penyebab kalian putus. Yang penting adalah Anda bisa menalar penyebabnya. Soal tebakan Anda benar atau salah, itu tidak penting.

Baca juga:
Apa Benar Masalah Hubungan Suka Muncul Tiba-Tiba?

3. Tulis Secara Detail Apa Yang Anda Rasakan dan Lakukan Ketika Putus Cinta

Sedih, marah, kecewa, merasa dikhianati, dan munculnya beragam perasaan tidak mengenakan lainnya adalah hal yang wajar ketika putus cinta. Perasaan itu tidak mudah hilang; bahkan Anda mungkin masih merasakannya sekarang walau sudah putusan beberapa bulan yang lalu.

Walau terasa tidak nyaman, Anda perlu menulis apa yang Anda rasakan saat putus cinta. Baik ketika Anda baru putusan, maupun sekarang. Ini akan melepaskan beban pikiran Anda.

Orang-orang di Indonesia, terutama pria, biasanya tidak terlatih untuk membicarakan perasaannya. Orang-orang di sekitar Anda akan menganggap Anda sebagai pribadi yang lemah jika terus-terusan menceritakan kesedihan saat putus cinta. Itu pun ditambah dengan tanggapan yang terkesan meremehkan seperti “Yaelah cuma gitu doang”, “Cewek gak cuma satu”, atau malah menimpali dengan ceritanya sendiri “Loe mah enak, lah gue pernah lebih parah.”

Anda jadi tertekan dan memendam perasaan sedih itu untuk diri Anda sendiri. Padahal semakin Anda tidak bercerita, semakin sakit pula perasaan Anda. Anda jadi semakin sulit bergerak maju.

Dengan menulis apa yang Anda rasakan, Anda akan merasa lega luar biasa meskipun Anda tidak menunjukkannya ke orang lain. Perasaan sedih, marah, kecewa, dan sebagainya yang Anda pendam sudah membusuk seperti sampah yang menumpuk di pojokan. Menulis bisa membuang sampah-sampah pikiran itu dan meringankan pikiran Anda. Ini membuat Anda bisa berpikir lebih jernih mengenai siapa diri Anda dan langkah apa yang bisa Anda lakukan untuk move on.

Jadi Anda jangan hanya menulis singkat seperti “Marah” atau “Kecewa,” tapi tulis selengkapnya seperti “Marah karena dia ternyata selingkuh selama satu tahun ini” atau “Gue kecewa banget karena semua impian gue untuk hidup bahagia bersamanya sekarang pudar karena dia lebih memilih orang lain.”

Tulis juga apa saja yang Anda lakukan ketika Anda putus cinta. Apa Anda mabuk-mabukan? Apa Anda menangis dua hari dua malam di kamar? Apa Anda mencari pelarian dengan bermain video game selama seminggu penuh? Apa tindakan-tindakan itu lebih banyak berdampak buruk daripada positif? Tulisan-tulisan tersebut membuat Anda mengevaluasi diri mana saja tindakan yang merugikan atau menguntungkan Anda.

Ini akan membuat Anda lebih lega, nyaman, dan berhati-hati memilih tindakan yang tepat untuk move on.

Baca juga:
Resiko Bila Terus Memendam Benci Pada Mantan

Alternatif: Rekam Suara atau Video Anda Saat Mengutarakan Perasaan Anda Ketika Putus Cinta

Barangkali Anda kurang suka menulis, tapi lebih mudah jika Anda berbicara langsung mengenai perasaan Anda. Tidak apa-apa, Anda boleh mengganti kegiatan menulis dengan merekam suara atau video.

Di era yang serba modern ini, rasanya kecil kemungkinannya Anda belum memiliki smartphone yang punya fasilitas perekam suara atau video. Anda bisa menggunakan fitur-fitur itu untuk mengeluarkan apa yang Anda pendam di kepala Anda.

Nyalakan fitur tersebut, lalu ceritakanlah hal-hal yang berhubungan dengan ketiga poin di atas seperti deksripsi mantan, penyebab kalian putus, emosi yang Anda rasakan ketika putus, dan apa yang Anda lakukan ketika putus. Tidak ada batasan waktu, jadi Anda boleh berbicara selama mungkin.

Anda tidak perlu menyebarkannya ke Youtube atau media sosial lain karena akan membuat orang lain menanggapi Anda secara beragam. Ini malah akan membuat Anda kerepotan membalas tanggapan mereka. Padahal Anda tidak perlu tanggapan dari siapa pun; yang Anda butuhkan sekarang adalah Anda sembuh dari patah hati. Cuma itu.

Baca juga:
Cara Menyayangi Diri Yang Bikin Anda Disayangi Orang

Menulis memang perlu waktu, bisa sebentar maupun lama. Itu semua tergantung dari bagaimana Anda menulis dan waktu yang Anda sisihkan. Tidak masalah mau lama atau sebentar, yang penting adalah Anda disiplin menulis setiap hari. Semakin sering Anda menulis dan mencurahkan perasaan Anda, semakin cepat Anda terbang bebas meninggalkan masa lalu.

Di video KC STARTips Move On: Menulis Suara Hati dan Kegalauan” Anda akan mempelajari lebih lengkap bagaimana menulis yang bisa menyembuhkan perasaan Anda, meringankan pikiran Anda, melepaskan bayang-bayang mantan, dan menemukan kembali nilai diri Anda. Ini adalah cara move on yang paling mudah dan sederhana.

Dapatkan videonya di KC STAR lewat LINK di bawah:

KC STAR

Sudah siap membuka lembaran kehidupan baru tanpanya?

Referensi:
[1] The Best Way to Get Over a Breakup