4 Cara Mengalihkan Pikiran Kamu Dari Mantan Saat Susah Move On

pexels-photo-320007 (1)

Melupakan mantan sangatlah mustahil untuk dilakukan. Otak kita tidak didesain untuk melupakan sesuai kehendak kita. Meski begitu, kamu tetap ingin tahu caranya, bukan? Kamu ingin sekali berhenti teringat akan kenangan si dia agar kamu tidak ngarep dan desperate minta balikan. Kamu harus move on, apalagi kalau kelihatannya mantan sudah bahagia tanpa kehadiranmu.

Apa yang harus kamu lakukan jika otak tidak bisa melupakan? Bagaimana caranya untuk tidak lagi membayangkan mantan, stalking dia di media sosial, dan menganalisa segala sikapnya terhadapmu? Jawabannya adalah, kamu tidak butuh melupakan mantan. Kamu hanya butuh pengalihan. Berikut ini adalah 4 caranya mengalihkan pikiran kamu dari mantan.

1. Melakukan Aktivitas Fisik

StockSnap_2EZN21KX62via Stocksnap

Akhiri tangisanmu di kamar. Berhentilah menonton film drama. Hentikan kegalauanmu sesaat dan lakukan aktivitas fisik. Baik berolahraga di gym, yoga, jogging di sekitar rumah, lakukan bela diri seperti muay thai, boxing, dan lain sebagainya. Beraktivitas fisik dapat memicu endorphin dalam tubuhmu, yang membuat kamu lebih bahagia. Selain itu, kamu juga akan dapat bentuk tubuh yang lebih menarik yang bisa kamu pamerkan di media sosial. Mantan jadi merasa rugi kehilangan kamu yang sekarang lebih keren dan seksi, deh!

2. Puasa Main di Media Sosial Untuk Sementara Waktu

StockSnap_P1Z6GA5UTNvia Stocksnap

Anggap saja Facebook, Instagram, Path, dan lain sebagainya tidak ada buatmu. Tentukan waktu paling tidak dua minggu hingga 3 bulan untuk vakum dari aktivitas media sosial. Seperti yang kamu tahu, media sosial berfungsi untuk menghubungkan kamu dengan semua orang, termasuk mantan kamu. Kamu tidak bakal sukses move on kalau masih stalking mantan! Apalagi kalau secara tidak sengaja kamu menemukan foto mantan terlihat lebih bahagia. Daripada tersakiti, lebih baik vakum, bukan?

Di samping itu, keuntungan kamu vakum di media sosial adalah kamu memberikan kesan misterius pada teman-teman dan mantanmu sehingga ada kemungkinan mereka mencari-cari kamu dan menanyai kabar kamu. Ke manakah kamu dan apa yang kamu lakukan saat mereka mencari kamu? Kamu sedang melakukan poin berikut ini.

3. Melakukan Hobi dan Rutinitas Baru

StockSnap_A54FN1YUDXvia Stocksnap

Content continue below...

Setelah putus, kamu bisa menjadi lebih sensitif dan impulsif, sehingga kalau kamu menghabiskan waktumu sendirian saja, menggalaui mantan, kamu bakal bersikap desperate dan melakukan banyak hal-hal bodoh seperti menghubungi mantan.

Gunakan energi kamu untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat. Mencoba hobi baru, mengunjungi tempat-tempat wisata baru, melakukan rutinitas baru, dan lain sebagainya! Karena setelah putus, tidak sepantasnya kamu bersedih lama-lama. Lebih baik fokus pada hal-hal yang membuatmu bahagia dan menjauhi hal-hal yang membuatmu bersedih.

4. Berkumpul Dengan Teman-Teman dan Keluarga yang Menyayangimu

StockSnap_HWA50BLS52via Stocksnap

Dukungan yang suportif bisa kamu dapatkan dari teman-teman dan keluarga yang menyayangimu. Merekalah yang mengingatkanmu kalau kamu berharga dan layak disayangi. Dari mereka jugalah kamu sadar kualitas-kualitas positif dirimu yang sempat terlupakan karena dibutakan oleh patah hati pasca putus.

Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang opininya bisa kamu percaya. Mintalah saran-saran positif dari mereka. Mereka akan dengan senang hati memberimu bantuan atau dukungan moral yang kamu butuhkan. Namun, kalau kamu masih kesulitan menemukan titik terang, kamu bisa berkonsultasi pada terapis atau relationship coach terpercaya kamu.

Kamu tidak akan pernah bisa melupakan kalau di benakmu hanya terisi pikiran tentang mantan saja. Biarkan hatimu sembuh seiring waktu berjalan, rasakan emosi kamu mengalir dengan alami dan jangan ditahan-tahan. Alihkan kenegatifan dalam diri kamu ke sesuatu yang lebih positif yang bisa membuatmu kembali tersenyum.

Share Your Thoughts