Kapan Aku Harus Putus?

Home Articles Kapan Aku Harus Putus?
Share the knowledge!

Kapan aku harus putus? Loh, mengapa harus putus? Ya, terkadang pilihan putus perlu diambil ketika seseorang menjalani sebuah hubungan yang nggak sehat dan bahagia. Kalau sebuah hubungan asamara hany menguras hati seseorang, mengapa ia perlu bertahan?

Jadi, kapan aku harus memutuskan pasanganku? Kalau dia atau hubunganmu memiliki lima tanda ini, saatnya kamu harus putus.

Sering Bertengkar

Angry twenty something couple yelling at each otherPertengkaran menjadi bumbu dalam hubungan dan dapat berfungsi sebagai penambah kedekatan antara kamu dan pasangan. Namun, pertengkaran akan kehilangan “fungsi baik”-nya saat hal tersebut dilakukan terus menerus.

Apakah kamu selalu bertengkar dengan pasangan? Apa kalian selalu memperdebatkan hal yang sama berulang kali? Apa pertengkaran kalian nggak pernah terselesaikan dengan baik? Jika semua jawabannya adalah “ya”, berarti ada yang salah dalam hubunganmu.

Selalu bertengkar akan menghilangkan kenyamanan dalam hubungan. Otomatis hubungan yang kamu jalani saat ini nggak sehat, bahkan nggak membuat kamu bahagia sedikitpun. Mau sampai kapan bertahan?

Nggak Dihargai Pasangan

Kamu menghargai pasangan dengan mendengarkan setiap ceritanya, mencoba untuk nggak bertutur kasar padanya, dan menganggap ia ada sebagai pasanganmu. Lalu, apakah ia melakukan hal yang sama padamu?

Kalau ia sebaliknya justru mengabaikan, membiarkan, bahkan menghinamu, tandanya ia nggak menghargaimu sedikit pun sebagai pasangannya. Ia mungkin nggak menganggapmu ada. Kalau selama pacaran sudah nggak dihargai, bagaimana di masa depan saat menjalani komitmen yang lebih serius?

Rasa Cinta yang Kadang Hidup, Kadang Mati

Setiap orang pasti mengalami kebosanan dalam menjalani hubungannya. Tetapi, bosan belum tentu rasa cintanya hilang. Akan berbeda jika pasanganmu adalah orang yang kadang bisa sangat mencinta, lalu besoknya menjadi pribadi yang sangat cuek. Perasaannya yang nggak stabil ini perlu menjadi pertimbanganmu untuk segera mengakhiri hubungan ini. Bukankah lebih baik menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki perasaan yang stabil?

Perselingkuhan

Sebagian orang memang ada yang bisa memaafkan perselingkuhan pasangannya, dan kembali menjalin hubungan dengannya. Ada pula yang masih bertahan meski sudah diselingkuhi berkali-kali. Namun perlu kamu ingat bahwa kejujuran dan kesetiaan adalah kunci menuju hubungan yang sehat dan bahagia. Jika pasanganmu sudah selingkuh, ada kemungkinan ia nggak jujur dan setia. Ada kemungkinan pula di masa depannya ia akan kembali berselingkuh (ada di artikel ini).

Nggak Ada Masa Depan dengan Pasangan

Apa tujuanmu untuk menjalin hubungan dengan pasangan? Ingin menikah, ingin punya anak dengannya, atau ingin menghabiskan masa tua bersamanya? Apa pun tujuan kalian, tentunya semua memiliki gambaran masa depan bersama pasangannya, bukan? Ketika kamu nggak memiliki gambaran masa depan dengan kekasih, bisa jadi memang hubungan kalian nggak memiliki masa depan yang baik. Kamu perlu memikirkan kembali keinginan untuk bertahan dalam hubungan ini.

Pikirkan semua poin matang-matang. Walau sulit, akan lebih menyakitkan jika bertahan dalam hubungan yang salah. Semua ini demi kebaikan kamu dan pasangan.

Share the knowledge!