Faktor X yang Merusak Hubungan Cinta dan Rumah Tangga

Home Articles Faktor X yang Merusak Hubungan Cinta dan Rumah Tangga
Share the knowledge!

Dengan populernya istilah “Pelakor” dan “Pebinor”, orang semakin cepat untuk menunding dan melempar batu ke hal-hal di luar yang dianggap merusak hubungan cinta mereka. Perselingkuhan hampir selalu dibingkai sebagai ulah orang ketiga yang menggganggu dan tidak tahu diri.

Konsep “Mertua rese” dan “Orangtua ikut campur” juga selalu dianggap sebagau momok yang mengacaukan (kalau tidak menghancurkan) rumah tangga, seolah-olah baru terjadi setelah menikah. Tidak cuma itu, sampai teman, mantan, dan lingkungan pergaulan pun sering dijadikan kambing hitam atas memburuknya hubungan.

Banyak orang berpikir, jika saja si pelakor/pebinor/orangtua/mertua/teman/mantan/lingkungan itu disingkirkan, maka rumah tangga akan jadi membaik dan bahagia sentosa. Padahal realitanya tidak semudah itu Ferguso….

Percuma saja membereskan dan menyerang hal-hal eksternal tersebut, jika sebenarnya Anda dan pasanganlah yang selama ini mengacaukannya dari dalam.

Baca juga:
Selingkuh Adalah Akibat Bukan Penyebab

Kekacauan biasanya sudah ada sejak hari pertama kalian pacaran ataupun mengucapkan janji pernikahan.

  1. Anda memilih pasangan yang belum dewasa dalam berpikir, berkomunikasi, dan bertindak.
  2. Anda memilih pasangan yang tidak punya kendali atas emosi dan kebahagiaannya sendiri.
  3. Anda memilih pasangan yang hidupnya tidak terbiasa memikul tanggung jawab dan disiplin hidup.
  4. Anda memilih pasangan yang manja kekanakan, anak mami papi yang selalu mudah mendapatkan apa saja.
  5. Anda memilih pasangan yang masih memelihara segudang luka batin dari keluarga dan borok emosional dari hubungan masa lalu.
  6. Anda memilih pasangan dengan pemikiran dan gaya hidup yang sangat berbeda dengan Anda.
  7. Anda memilih pasangan yang tidak percaya diri.
  8. Anda memilih pasangan yang terbiasa merugikan/merusak dirinya sendiri sekalipun dia tahu itu buruk.
  9. Anda memilih pasangan yang kontrarian alias serba anti, sensi, pahit, dan benci terhadap banyak hal dalam hidupnya.
  10. Anda memilih pasangan yang tidak punya prestasi.
  11. Atau mungkin justru Anda yang sesuai dengan hal-hal di atas.

Jadi ketika hubungan Anda bermasalah, kemungkinan besar bukan karena diganggu oleh faktor eksternal, tapi karena Anda atau dia yang karatan, kendur, oglek-oglek, dan malfungsi sehingga merusak hubungan cinta.

Relasi cinta dan rumah tangga Anda tidak berjalan semestinya karena kalian berdua memang tidak kuat, sehat, dan prima secara mental. Ketika hadir hal-hal eksternal yang menawarkan hiburan dan gangguan, kalian jadi mudah terbujuk meladeninya.

Tidak ada faktor eksternal yang merusak hubungan kalian berdua. Kalianlah yang mengabaikan masalah internal sejak awal dan membiarkannya merusak hubungan secara perlahan-lahan tapi pasti, seperti tumor di badan.

Baca juga:
Apa Benar Masalah Hubungan Suka Muncul Tiba-Tiba?

Jadi kalau ada faktor X, itu sudah ada di dalam diri Anda dan pasangan sejak awal. Apa pun masalah kalian sekarang, bersediakah Anda dan pasangan mengambil tanggung jawab pribadi dan memperbaiki faktor X tersebut? Katakanlah Anda dan pasangan bersedia memperbaikinya, lalu bagaimana caranya?

Dalam Smart Conflict Resolution (SCR), Coach Lex DePraxis yang selama satu dekade lebih mendalami berbagai macam permasalahan romansa di Indonesia akan memberitahu Anda hal-hal yang berhubungan dengan konflik hubungan seperti:

  1. Apa sebenarnya yang membuat konflik hubungan dan jawabannya bukanlah perbedaan.
  2. Bahwa solusi “Berkomunikasi lebih banyak ke pasangan” tidak menyelesaikan masalah, malah bisa memperburuknya.
  3. Bahwa melakukan hal-hal baik ke pasangan tidak serta merta membuatnya melakukan hal baik ke Anda.
  4. Ternyata konflik adalah hal yang sangat berguna dalam hubungan dengan siapa saja.
  5. Strategi membuat pasangan yang malas dan ogah-ogahan menceritakan kegundahannya menjadi bawel mengutarakan isi hatinya ke Anda.
  6. Bagaimana menentukan waktu yang tepat untuk membicarakan konflik dengan pasangan sehingga diskusi tidak berjalan alot dan solusi cepat ditemukan.
  7. Bagaimana bernegosiasi yang baik dengan pasangan sehingga kalian sama-sama mendapatkan keuntungan.
  8. Dan puluhan mindset dan strategi menyelesaikan konflik lainnya.

Klik link di bawah untuk mendaftar SCR!

SMART CONFLICT RESOLUTION

Anda sudah menyadari kesalahan yang sebenarnya bukan? Sekarang tinggal keputusan Anda dan pasangan apakah mau memperbaikinya sekarang atau nanti. Yang pasti, masalah hubungan itu seperti tumor kecil yang jika dibiarkan akan semakin membesar, mengganas, dan semakin sulit diobati. Semakin cepat Anda mengambil tindakan, semakin cepat pula masalah itu diselesaikan.  

Share the knowledge!