Fakta Tentang Pacaran Virtual

fakta-pacaran-virtual

Apakah Anda pernah mengalami pacaran virtual? Dari PDKT sampai putus tetap tidak pernah bertemu? Berkat teknologi internet, banyak orang masuk ke dalam sebuah pacaran yang virtual. Pacaran virtual maksudnya adalah: pasangan yang bertemu di media jejaring sosial dan menjalin hubungan lewat chatting, video chat, telpon, dll, tapi tidak pernah bertemu di dunia nyata. Hal ini sudah menjadi fenomena umum dewasa ini.

Kenapa Pacaran Virtual Laris Manis dan Digemari?

“Alasannya sederhana: karena khayalan selalu lebih indah daripada kenyataan. Itu prinsipnya.”

Tanpa pertemuan yang nyata, segala sesuatu mengenai pasangan Anda adalah hasil imajinasi dan khayalan Anda sendiri. Anda jatuh cinta pada bayangan orang tersebut yang Anda ciptakan dalam kepala Anda sendiri. Makanya dia seperti sempurna. Karena namanya khayalan, semuanya terasa lebih manis, lebih nyaman, lebih indah, lebih romantis, lebih asik, dll, dari kenyataan. Mulai dari hal paling sederhana: bentuk fisik. Karena tidak pernah ketemu, Anda membayangkan bentuk fisiknya seperti keinginan Anda. Mungkin Anda pernah bertukar foto atau video chatting, tapi Anda tidak tahu tingginya, gemuknya, wanginya, dll. Semua adalah imajinasi Anda belaka.

Ketika Anda sibuk berkhayal tentang sosok dirinya yang imajiner, dia pun sedang sibuk berkhayal tentang sosok Anda yang imajiner. Bayangannya tentang Anda bukanlah diri Anda yang sebenernya, bahkan kadang jauh dari Anda yang sebenarnya. Kalian tidak sedang jatuh cinta pada pasangan kalian masing-masing, tapi pada khayalan terbaik tentang pasangan kalian.

Misalnya Anda belum pernah liat buah durian. Selama ini Anda cuma baca-baca saja mengenai buah durian, melihat fotonya, dan membayangkan rasanya. Mengkhayal. Anda TIDAK AKAN bisa tahu buah durian itu seperti apa sebelum akhirnya Anda melihat, menyentuh, dan makan buahnya. Seperti itu juga dengan pacaran virtual. Meski melihat foto atau video chatting, BBMan dan telponan tiap hari, bila tidak ada pertemuan yang nyata maka tetap saja tidak nyata. Hubungan khayalan.

Content continue below...

Mungkin Anda akan berdalih: “Tapi perasaan yang saya rasakan sangat nyata!” Sobat, ingat terakhir kali Anda nonton film sedih dan tersentuh? Ingat waktu Anda nonton film dan merasa mengalami seperti yang dialami sang tokoh dalam film tersebut, Anda merasa tersentuh bahkan menangis? Apakah perasaan tersebut nyata? IYA! Tapi apakah Anda adalah sang tokoh dan mengalami kejadian di film tersebut secara nyata? TIDAK!

EMOSI dan PERASAAN tidak selalu berhubungan dengan kenyataan. Misalnya lagi, kalau sedang mati lampu di rumah atau sehabis nonton film horror, Anda suka merasa takut sendiri berimajinasi yang seram-seram. Apakah itu nyata? Ya jelas tidak. Hanya karena PERASAAN terasa nyata, bukan berarti apa yang dirasa itu kenyataan yang sebenarnya. Namanya juga PERASAAN, makanya TERASA nyata karena memang fungsinya untuk DIRASAKAN, tapi bukan berarti kenyataan!

PERASAAN bukanlah tolak ukur yang baik dalam mengambil keputusan! Ini prinsip yang harus diingat, dipatri dalam benak. Ketika hendak mengambil sebuah keputusan, PERASAAN bukan teman yang baik. Jadi bila Anda bertemu seseorang yang cocok dengan Anda di dunia maya, jangan sampai terbawa perasaan dan buru-buru jadian. Sabar saja, tahan dulu perasaan Anda, dan atur waktu untuk bertemu. Setelah bertemu dan ternyata memang cocok, silakan tumpahkan segala perasaan Anda.

Bertemulah dan ubah khayalan menjadi kenyataan, meski tidak seindah imajinasi tapi setidaknya nyata, real! Kalo dia susah diajak ketemu, banyak alasan ini itu, lebih baik Anda lupakan saja keinginan Anda untuk jadian. Tidak usah dilanjutkan lagi. Game over. Percuma. Jangan buang-buang waktu, tenaga, emosi, pikiran, dan uang, untuk sesuatu yang tidak nyata. Sesuatu yang akan membuat Anda menyesal nantinya.

Ingat sobat, Anda berhak untuk bahagia. Tapi tentu saja bahagia yang nyata, bukan khayalan dan imajinasi ngarep belaka.

Share Your Thoughts