Menjadi Diri Sendiri Ternyata Tidak Cukup

Friends enjoying hillside

Be yourself, jadilah dirimu sendiri. Kata-kata itu sering terngiang di benakmu. Kata-kata itu juga kamu dengar di mana-mana, terutama saat kamu sedang membaca saran-saran percintaan. Memang benar, kamu tidak boleh menjadi orang lain dalam kehidupan cintamu. Tidak ada yang lebih baik daripada menjadi diri sendiri. Namun, apakah itu cukup?

A couple celebrating.Kalau kamu harus menjadi diri sendiri, mengapa kamu harus berdandan atau berpakaian yang terbaik untuk mendapatkan pasangan? Kalau menjadi diri sendiri cukup, mengapa kamu harus terus menyesuaikan diri dengan orang lain? Ternyata, menjadi diri sendiri tetap ada aturannya, lho. Berikut ini adalah aturan dan makna sebenarnya dalam menjadi diri sendiri.

Menerima Dirimu Apa Adanya

Entah kamu seorang introvert, ekstrovert, bahkan ambivert sekalipun, selalu hargai dirimu sendiri. Kamu tidak perlu mengubah dirimu menjadi seorang ekstrovert untuk berkenalan dengan orang banyak. Kamu tidak perlu merasa aneh dengan dirimu yang seorang ambivert yang merupakan gabungan antara introvert dan ekstrovert. Kenali kelebihan dan kekuranganmu, dan terima semua itu dengan bangga agar kamu bisa berkembang menjadi orang yang lebih baik. Sadarilah bahwa kamu tidak boleh menyombongkan diri dengan kelebihanmu dan kamu juga tidak perlu merendahkan diri dengan kekuranganmu.

Kendalikan Dirimu

Apa yang kamu lakukan saat kamu bahagia? Seperti apakah dirimu saat sedang bersedih? Tentunya sikap yang kamu tunjukkan di depan teman berbeda dengan sikap yang kamu perlihatkan di depan keluarga dan rekan kerja. Jangan malu-malu menunjukkan kehebohanmu saat bersenang-senang, namun tetap bersikap formal dan sopan saat berhadapan dengan dosen di kampus atau atasan di kantor.

Content continue below...

Tetap Saling Menghormati

“Terima gue apa adanya, dong!”
“Inilah diri gue, lo gak boleh protes!”

Dua ucapan di atas adalah kata-kata yang sering dilontarkan kebanyakan orang yang belum paham makna menjadi diri sendiri yang sebenarnya. Jangan biarkan dirimu yang “apa adanya” menjadi alasan untuk bersikap buruk di depan orang lain. Menjadi diri sendiri tetap butuh kedewasaan, dimana kamu harus mampu membuat orang lain nyaman denganmu. Hormati dirimu sendiri serta orang lain. Misalnya, jangan terlalu heboh saat sedang berkumpul dengan teman di tempat umum. Di tempat pesta, jangan mengucilkan temanmu yang introvert dan ajak mereka bergabung dengan orang lain. Meminta maaflah saat tidak sengaja menyinggung perasaan orang lain.

Terlepas dari ketiga saran di atas, ingatlah bahwa selama kamu hidup, kamu akan selalu berkembang. Tidak selamanya kamu menjadi orang yang sama. Rangkullah siapa dirimu dengan percaya diri dan jadilah orang yang selalu berguna untuk orang lain, ya!

Share Your Thoughts