4 Gejala Selingkuh yang Nggak Kamu Sadari

Home Articles 4 Gejala Selingkuh yang Nggak Kamu Sadari
Share the knowledge!

Selingkuh ada yang dilakukan dengan sadar, saat pihak satu dan lainnya setuju untuk memiliki hubungan rahasia di belakang pasangan masing-masing. Namun ternyata, ada juga yang tanpa sadar sedang memulai perselingkuhan. Melakukan hal-hal yang dianggap biasa saja dengan lawan jenis, namun ternyata berujung pada perselingkuhan. Karena nggak sadar, pelaku pun sama sekali nggak tahu kalau mereka sedang berselingkuh dari pasangan.

Kenali 4 gejala selingkuh yang nggak kamu sadari.

Flirting

o-DATING-facebookJika kamu pikir flirting adalah hal biasa, selama ini kamu salah. Flirting dapat menjadi sumber masalah jika pemakaiannya nggak pada tempatnya. Mungkin maksud kamu hanya bercanda, tapi ternyata bercandaan itu membawamu pada hal yang nggak pernah terpikirkan sebelumnya.

Banyak tindakan yang bisa saja mengarah pada kepada flirting, contohnya kamu menatap dan tersenyum semanis mungkin pada lawan jenis dan berkata, “Kamu nampak cantik sekali hari ini….” Mungkin kamu bermaksud memuji, tapi lawan jenis mengartikan hal yang berbeda. Seperti ada sebuah kode untuk menjalin suatu hubungan yang lebih dari sekadar teman.

Sosial Media dan Chatting Online

Selingkuh bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk melalui sosial media., seperti Facebook dan Twitter. Ditambah dengan kecanggihan smartphone zaman sekarang yang menghadirkan aplikasi pencari pasangan seperti Tinder, we chat, meow chat, badoo, dan lain-lain. Awalnya hanya berupa chatting, kemudian bertukar foto dan berlanjut ke FLIRTING.

Dari beberapa survei,  teman-teman saya menemukan pasangan dari sosial media online, nggak tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang sudah punya pasangan masih tetap melakukan chatting dengan pria/wanita baru karena merasa nggak puas dengan pasangan yang sekarang. Padahal, bila merasa nggak puas dengan pasangan, komunikasikan hal tersebut dengan pasangan.  Sehingga tercapailah win-win solution  untuk hubungan kalian berdua.

Kadang ketampanan dan kecantikan yang ada di sosial media belum tentu sama aslinya saat bertemu. Kamu mengabaikan pasanganmu hanya untuk sesuatu yang maya. Coba pikirkan, apakah yang kamu lihat dari sosial media sebanding dengan pasangan yang nyata ada di hadapan kamu?

Janji Pergi dengan Lawan Jenis

Bertemu dengan lawan jenis tanpa didampingi pasangan itu berbahaya jika di luar dari tujuan kerjaan, bisnis, dan hal yang nggak berkaitan lainnya. Terutama wanita yang berpikir bahwa  toh hanya bertemu, semuanya akan baik-baik saja. Namun, mereka nggak sadar apa yang akan terjadi. Awalnya memang cuma bertemu tanpa pasangan, namun malah menjadi “bibit” emosi yang tumbuh tanpa disadari. Contohnya seperti cerita berikut:

Budi dan Santi adalah sepasang kekasih yang sudah lama menjalin asmara. Suatu hari, Budi diajak teman wanitanya untuk merayakan ultahnya berdua saja. Ia pun meminta izin pda Santi.

Santi: “Makan bersama yang lain atau hanya berdua saja?”

Budi: “Berdua saja.”

Santi: “Apa nggak aneh kalau makan berdua saja?”

Budi: “Iya sih. Bukannya ultah itu harus dirayakan dengan ramai dan mengajak banyak teman? Ya sudah, mungkin aku harus menolak ajakannya tahun ini.”

Santi: “Nggak apa-apa jika ingin  pergi, tetapi aku ikut ya?”

Budi: “Baiklah, mungkin tahun depan saja, dengan banyak orang tentunya.”

Pria sadar dan dpata berpikir dengan logika

Sebenarnya nggak ada yang salah dengan undangan makannya. Namun, sebaiknya dilakukan secara ramai – ramai atau ajak pasangan kamu untuk menjaga perasaannya. Kecuali pertemuan itu berkaitan dengan kerjaan atau bisnis secara group. Nggak ada salahnya berdiskusi dahulu dengan pasangan. Menjaga hubungan yang sudah kalian bina nggaklah mudah.

Curhat dengan Lawan Jenis tentang Keburukan Pasanganmu

Cuhat adalah hal baik agar nggak memendam perasaan berlarut dan menjadi benci serta dendam. Tetapi curhatlah kepada orang yang tepat dan bisa dipercaya. Tapi jika curhat tentang masalah keburukan pasanganmu kepada teman lawan jenis yang baru dikenal, jelas dapat menimbulkan masalah baru yang nggak terduga. Awalnya memang “cuma” ingin bercerita. Namun karena sudah sering bercerita, timbullah rasa nyaman. Dari rasa nyaman, timbul rasa simpatik pendengar, yang membuatnya ingin menjadi penyelamat hidup  kamu. Berlanjut kesentuhan yang niatnya hanya untuk menyemangati dan membuat sabar, seperti tepukan pada bahu, elusan di kepala, menghapus tetesan air mata dan tanpa disadari hingga pelukan penenang. Jelas ini sudah jauh sekali menyimpang bukan? Karena yang melakukan bukanlah pasangan kita.

Singkat kata, kita mencintai pasangan dan nggak tidak terpikir untuk selingkuh. Namun hal-hal di atas suka tanpa disadari mengalir begitu saja. Dan apapun yang terjadi KOMUNIKASIKAN dengan  pasangan tentang apa yang kamu rasakan. Jika pasangan nggak juga membantu, cari orang terdekat dapat dipercaya untuk menjaga reputasi seperti keluarga.

Pesan dari saya, jangan sampai sudah terjadi kamu menyesal karena salah memilih.

Share the knowledge!