Bagaimana Jika Pacar Mulai Bicara Kasar?

Home Articles Bagaimana Jika Pacar Mulai Bicara Kasar?
Share the knowledge!

Saat rasa kesal tumbuh di hati, nggak jarang orang tak bisa menahan rasa itu. Meluapkan sejadi-jadinya sehingga bicaraya jadi kasar agar perasaannya bisa kembali lega.

Kalau emosinya diluapkan hanya di depan dirinya saja—misalnya di toilet atau di kamar tentu tak menjadi bahaya. Bagaimana jika emosinya malah ia luapkan ke kamu yang notabene adalah pacarnya?

Memang sih, emosinya karena (mungkin) salah kamu, jadi dia merasa kamu berhak mendapatkan seluruh caci makinya. Tapi memang seperti itu?

Kamu pernah merasa bahwa pacar kamu termasuk wanita yang nggak bisa meredam emosi. Saat masalah muncul, dia pernah membentak kamu lewat telepon, bahkan nggak segan mengirim kata-kata kasar lewat pesan teks. Kata umpatan bahkan nama hewan sudah dia keluarkan saat emosi.

Yang membuat kamu bertahan sama si dia adalah karena si wanita itu melakukannya hanya melalui pesan singkat atau telepon. Dia nggak pernah mengatakan hal itu secara langsung.

Kalau sedang ketemu dan kebetulan kamu melakukan kesalahan yang memancing emosi serta merta dia memaafkan kamu dan nggak pernah sekalipun kasar sama kamu. Memang sih mukanya langsung cemberut marah, tapi dia tak meledak-ledak saat bertemu kamu.

Makanya saat dia mengeluarkan kata kasar kamu nggak ambil pusing, apalagi beberapa jam kemudian si wanita meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

Namun, apakah benar seperti itu?

Sayangnya kebanyakan kebiasaan jelek susah diubah.

Apalagi kamu membiarkannya terus menerus.

Mau sampai kapan kamu tidak dihargai seperti itu?

Saat pacar berbicara kasar dan mengulangnya, kemudian kamu memaafkan—atas dasar nama sayang, maka kamu terus membiarkan seperti itu. Sekali dia melakukan kekerasan secara verbal, mungkin itu memang salah dia karena tidak bisa menahan emosi dan kekanak-kanakan.

Namun, jika dia melakukan hal itu lagi dan kamu maafkan maka yang salah adalah kamu.

Kenapa?

Karena kamu membiarkan dia terus merendahkan kamu—iyalah, siapa sih yang berani ngomong kasar sama kamu, bahkan orang tua aja nggak pernah. Kamu membiarkan si wanita terus bertindak seperti itu karena nggak ada ketegasan dari kamu.

Saat si dia ngomong kasar, kamu memaafkan, saat dia ulangi lagi kamu mulai mengeluh agar dia nggak berbicara seperti itu lagi. Namun, saat dia berkata lagi kamu malah memaafkannya.

Dan semudah itu wanita berpikir bahwa kamu memang pantas direndahkan.

Sebesar apa pun kesalahan yang pernah kamu buat, bukan berarti wanita berhak merendahkan kamu. Hanya wanita yang kekanak-kanakan saja yang tak bisa menahan emosinya hingga menyakiti orang lain. Hanya wanita kekanak-kanakan saja yang emosinya sangat labil seperti itu.

Dan saya yakin, pria seperti kamu sangat malas kan punya pacar kekanak-kanakan?

Karena saya juga yakin kalau kalian pria yang sangat menghargai diri sendiri jadi tak akan membiarkan orang lain—siapa pun itu, merendahkan kamu.

Jika kamu tidak tahu bagaimana cara berbicara dari hati ke hati ke pasangan, maka kamu bisa mempelajari langkah-langkahnya di buku DARI HATI KE HATI yang ditulis oleh Coach Lex DePraxis.

Di dalamnya, kamu akan mempelajari hal-hal berikut:

  • Bagaimana menentukan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah dengan pasangan sehingga meminimalisir pertengkaran
  • Apa yang harus kamu lakukan jika pasangan menolak berdiskusi
  • Apa kata-kata yang tepat sehingga tidak menyingung perasaan pasangan ketika berdiskusi
  • Bagaimana menjadi pendengar yang baik sehingga kamu mengerti alasan dan perasaan pasangan
  • Dan teknik-teknik komunikasi lainnya

Ingin tahu materinya lebih dalam?

Klik link di bawah:

DARI HATI KE HATI

Share the knowledge!