Diputuskan Pasangan Saat Ramadan? Ini Dia Cara Move Onnya!

Diputuskan Pasangan Kelas Cinta

Ramadan semestinya menjadi bulan yang penuh berkah dan membawa kedamaian. Kamu bisa menjalankan ibadah lebih intens, kesempatan untuk bertemu keluarga dan teman-teman lewat bukber dan acara Ramadan lainnya juga makin banyak, belum lagi persiapan lebaran dengan berbelanja, kumpul keluarga, memasak, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jadinya kalau ternyata cobaan malah menguji kamu, ketika kamu diputuskan pasangan tepat di bulan suci ini?

Kamu jadi tidak bisa menikmati berkah Ramadan. Ibadah jadi tidak khusyuk karena kamu menangis, marah, kesal, tidak berdaya karena diputuskan pasangan. Akan tetapi, apa daya, kamu hanya bisa merana. Ingin move on, tetapi sulit karena kelihatannya di luar sana orang-orang sedang berbahagia dan merayakan meriahnya Ramadan. Meskipun teman sudah berusaha membantu kamu dan kamu telah bertemu beberapa orang baru, kamu masih belum bisa melupakan mantan.

Daripada terus galau sampai ibadah puasa kamu batal, lebih baik segera lakukan proses move on ini saat kamu diputuskan pasangan pada bulan Ramadan!

1. Jangan Terlalu Menutup Diri Dari Dunia Luar

pexels-photo-177576
via Pexels

Boleh saja meluangkan waktu untuk diri sendiri, tetapi jangan sampai kamu menutup diri sepenuhnya dari dunia luar hanya karena diputuskan pasangan. Temukan aktivitas dan pergaulan yang membantumu kembali utuh dan bahagia.

Tetap galau dan merana di rumah dapat memperparah kondisi mentalmu dan tentunya mempersulit proses move on. Sedangkan dengan berolahraga, berkumpul dengan teman, menjalani hobi dapat menyadarkanmu bahwa hanya karena dunia kamu runtuh saat ini, kamu tetap bisa menjalani hidup dengan normal tanpa kehadiran mantan.

2. Manfaatkan Waktu Senggang di Bulan Ramadan Untuk Beristirahat Total

pexels-photo-269141 (1)
via Pexels

Apabila kamu mendapat keringanan jam kerja dari kantor, manfaatkan waktu senggang kamu untuk beristirahat di rumah. Salah satu trik terampuh untuk mengatasi galau dan kesedihan adalah dengan tidur selama beberapa jam.

Bukannya kamu ingin jadi pemalas saat Ramadan, tetapi kamu ingin menjaga ketenangan diri dan emosi saat puasa. Kamu berhak mendapatkan Ramadan yang jauh dari rasa galau sampai hari raya tiba.

Content continue below...

3. Nikmati Waktu Bersama Keluarga di Bulan Ramadan

people-mother-family-father
via Pexels

Kesedihan sering kali membuatmu kesepian, sehingga tidak ada salahnya menghubungi keluarga dan mengajak mereka bertemu dengan mengadakan bukber. Kamu dapat menumpahkan seluruh keluh kesahmu pada mereka. Dan dari mereka pula, kamu dapat merasakan kasih sayang dan kebersamaan yang hilang darimu saat diputuskan pasangan.

4. Izinkan Teman-Teman Menolong Kamu Setelah Diputuskan Pasangan

pexels-photo-206409
via Pexels

Walaupun kamu sedang melalui masa-masa sulit saat Ramadan dan sering kali merasa kesepian (apalagi setelah melihat teman-temanmu terlihat bahagia bersama pasangan mereka di media sosial), bukan berarti teman-temanmu meninggalkanmu. Kamu boleh menyendiri dari mereka, tetapi kamu tidak bisa menyendiri selamanya, bukan?

Biarkan teman-teman menjadi pendengar kamu. Tidak ada salahnya mendengar saran-saran dari mereka. Jangan hakimi mereka hanya karena mereka bersenang-senang saat kamu bersedih. Siapa tahu mereka ingin membantu kamu, tetapi kamu menolak mereka karena lebih memilih sendirian saja.

5. Jangan Buru-Buru Mencari Pasangan Baru, Fokus Saja Pada Proses Move On Kamu

pexels-photo-364362
via Pexels

Mendekati hari raya, pasti kamu memiliki desakan dari dalam diri atau dari lingkungan sekitarmu untuk segera memulai awal baru yang lebih fresh, salah satunya adalah buru-buru move on dan mencari pasangan baru. Jangan biarkan dirimu tertekan karena lebaran sebentar lagi tiba dan kamu masih belum move on dan mendapatkan pasangan baru. Nikmati saja proses move on kamu saat ini dengan perlahan tetapi pasti.

Walaupun saat ini kamu masih meratapi nasibmu karena diputuskan pasangan yang kamu cintai, jangan biarkan patah hati mengurangi kualitas diri dan kualitas ibadah kamu di bulan Ramadan. Nikmati saja apapun yang ada di depan mata, selalu tempatkan diri kamu di situasi yang menghibur dan mendorong kamu untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Share Your Thoughts