Sudah Lama Putus Tapi Belum Move On? Mungkin Kamu Melakukan 4 Kesalahan Ini

lama putus kelas cinta

Setiap orang memiliki kecepatan move on yang berbeda. Ada yang bisa move on dalam sehari, ada yang butuh beberapa bulan, dan ada juga yang memakan waktu bertahun-tahun. Meski sudah lama putus pun, ada yang belum juga move on padahal mantannya sudah punya anak dan hidup bahagia.

Bagaimana dengan kamu? Seberapa cepat kamu bisa move on dari mantan? Kalau kamu bisa move on hanya dalam satu hari, maka itu bagus! Tidak semua orang diberkahi kemampuan itu. Seminggu baru bisa move on? Itu bagus juga. Sebulan baru bisa move on? Ya oke, itu normal. Malah itu masih termasuk cepat. Enam bulan baru bisa move on? It’s okay too. Bahkan sebuah jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Positive Psychology menyatakan bahwa dibutuhkan waktu 11 minggu agar seseorang mampu melihat manfaat dari suatu perpisahan.

Jadi bila kamu baru bisa move on dalam waktu enam bulan, maka itu adalah hal yang normal. Awalnya kamu pasti merasa gundah gulana dan nestapa, tetapi hidup kamu akan berjalan normal kembali setelah 11 minggu berlalu. Namun, bagaimana kalau sudah lama putus dan ternyata kamu belum bisa move on dari kenangan indah akan mantan? Jelas ada yang salah di sini, tapi apa dong?

1. Kamu (Masih) Marah, Dendam, dan Sakit Hati

ben-white-302160
via Unsplash

Ketika kamu memutuskan berpisah, pikiran kamu akan didominasi oleh ketiga perasaan itu. Barangkali ada tingkah laku mantan yang masih kamu benci sampai sekarang. Ingat, belum bisa move on bukan berarti kamu masih sayang sama mantan, tetapi bisa juga karena kamu memiliki dendam kesumat dengannya. Kamu terus memikirkan bagaimana membalas dendam ke mantan. Kamu masih sakit hati oleh kelakuannya di masa lalu. Pikiran kamu selalu dihantui oleh bayang-bayang wajah mantan. Bahkan bisa saja kamu mengalami insomnia karena terus memikirkannya.

Orang lain bisa mengatakan dengan entengnya bahwa kamu harus melupakan orang-orang yang pernah menyakiti kamu. Namun, praktiknya tidaklah semudah itu. Anita Sanz, Ph.D— seorang psikolog sekaligus pendiri Sanz & Sanz Psychological Associates­—mengatakan bahwa seseorang sulit memaafkan karena otak tidak akan pernah melupakan rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh orang yang bersangkutan.

Itu sudah menjadi mekanisme pertahanan manusia. Otak sengaja mengingat hal-hal buruk agar diri kita tidak mengulangi hal yang sama. Bukankah keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya? Begitu pula dengan manusia. Hal tersebut yang membuat manusia dapat belajar dari kesalahan di masa lalu.

Namun, mekanisme pertahanan itu malah membuat manusia menderita. Mereka menjadi sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti mereka. Demikian pula dengan perasaan dendam kamu ke mantan. Apalagi kalau kamu masih berhubungan dengan mantan di sosial media. Bila kehidupannya jauh lebih bahagia setelah berpisah, hati kamu rasanya remuk redam. Otak kamu langsung mengkhayal tentang bagaimana cara membuat mantan menderita. Akibatnya kamu menjadi susah move on karena terus dibayang-bayangi kebahagiaan mantan, sementara hati kamu masih terluka karenanya.

Kalau kamu sulit memaafkan mantan, maka kamu cukup ingat saja kelakuannya. Mengapa? Karena semakin kamu berusaha memaafkan mantan, maka kamu akan semakin sulit untuk memaafkannya. Jadi untuk apa dilawan? Biarkan ingatan itu mengalir bebas di pikiran kamu. Setelah beberapa lama, kamu akan terbiasa dengan ingatan tersebut. Ujung-ujungnya kamu bisa menghirup udara kebebasan karena ingatan akan mantan tidak lagi menakutkan.

You’re free!

2. Kamu Memandang Akhir Dari Relationship Sebagai Kegagalan

w-a-t-a-r-i-344837
via Unsplash

Kebanyakan orang menganggap perpisahan sebagai kegagalan terbesar di dalam hidupnya. Sekali gagal di hubungan terdahulu, maka akan gagal terus selamanya. Kamu pasti pernah enggan membentuk hubungan romansa yang baru karena terus dihantui oleh kegagalan tersebut. Rasanya ingin hidup menyendiri selamanya. Hubungan yang baru berarti kegagalan yang baru. Biarkan saja hidup sendiri, asalkan hati tidak lagi tersakiti.

Sudah, STOP! Sampai di situ saja galaunya!

Perpisahan tidak selamanya buruk. Perpisahan justru bisa menjadi batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan kamu bisa menganalisa kesalahan-kesalahan hubungan terdahulu agar bisa menghindari kesalahan tersebut di hubungan yang akan datang.

Sebuah jurnal penelitian berjudul “Breakups Aren’t All Bad: Coping Strategies To Promote Positive Outcomes” yang diterbitkan oleh American Psychological Association pada tahun 2007 menyatakan bahwa pasangan yang telah putus memiliki kemampuan untuk membangun relasi lebih baik dari sebelumnya. Mereka juga lebih kebal terhadap emosi negatif ketimbang dengan orang yang belum pernah berpacaran.

Jadi tidak peduli seberapa banyak kegagalan yang kamu alami di hubungan yang telah lalu, hal itu malah membuat diri kamu semakin kuat dan dewasa! Namun, dengan catatan bahwa kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kamu harus menghilangkan atau minimal mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk yang berpotensi bisa merusak hubungan.

Bagaimana kalau perpisahan tersebut karena kesalahan mantan dan bukan kesalahan kamu? Tidak masalah sama sekali. Kamu sudah berpengalaman pacaran! Gunakan pengalaman tersebut untuk menjalin hubungan yang baru dengan lebih baik.

3. Kamu Tidak Punya Pelampiasan Emosi

nik-shuliahin-251237
via Unsplash

Ketika baru berpisah, segala macam emosi berhamburan tak menentu. Pikiran jadi kalut. Tidur jadi susah. Mau berangkat kuliah atau kerja rasanya malas. Ingin bercerita ke sahabat, tetapi dia juga lagi sibuk dengan urusannya. Ingin curhat di sosial media, tapi nanti dibilang alay. Mau have fun di luar, tapi setiap buka dompet malah jadi tambah sedih. Gimana dong? HEEEELP!

Content continue below...

Segala yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk emosi yang berlebihan di pikiran. Emosi yang berlebihan bisa menyebabkan stress, insomnia, dan bahkan kegilaan. Jangan sampai kamu berjalan sambil ketawa-ketawa sendirian hanya karena terlalu banyak menampung emosi.

Apabila sudah lama putus dan kamu masih marah dengan mantan, coba pikirkan lagi penyebabnya. Mengapa kamu masih marah dengannya? Bukankah kalian sudah lama putus? Apa mantan mengirimkan santet agar kamu terus memikirkannya? Atau jangan-jangan itu semua karena diri kamu sendiri yang tidak tahu cara melampiaskan emosi?

Kelas Cinta sudah berkali-kali menyebutkan bahwa bukan waktu yang menyembuhkan luka, tetapi apa yang sudah kamu lakukan untuk menyembuhkan luka. Bila luka hati kamu terus dibiarkan menganga, maka tahun demi tahun bakalan habis sia-sia.

Kalau selama ini kamu terus memendam emosi terlalu lama, segeralah keluar dari kamar kamu sekarang juga! Hubungi sahabat yang kamu percaya, lalu minta waktunya untuk mendengarkan segala keluh kesah yang sudah kamu simpan sekian lama. Bila sahabat kamu lagi sibuk kerja atau kuliah, TUNGGU sampai dia ada waktu luang. Apa pun yang terjadi kamu harus membicarakan isi pikiran kamu ke dia secepatnya.

Saat kamu sudah bertemu dengannya, segera keluarkan semua uneg-uneg di pikiran kamu! Jangan sungkan untuk menangis. Limpahkan saja segala emosi kamu. Dia pasti mengerti apa yang kamu rasakan. Pastikan kalian berada di tempat yang tertutup agar kamu lebih leluasa bercerita tanpa terganggu oleh orang lain.

Tapi bagaimana kalau kamu sudah pernah bercerita ke dia? Tidak masalah. Ceritakan saja lagi, tetapi kali ini kamu harus jelaskan mengapa kamu tidak bisa move on dari mantan. Beberkan penyebabnya. Tidak apa-apa bila dia hanya bengong mendengarkan tanpa memberi nasihat. Yang kamu butuhkan sekarang hanyalah seseorang yang mau mendengarkan dan bukan nasihat-nasihat klise.

Setelah pikiran kamu lega, sekarang saatnya mencari pelampiasan emosi lainnya. Kali ini cari kegiatan yang bisa menguras tenaga fisik kamu. Mendaftarlah di kelas Muay Thai, klub fitness, calisthenic, atau apa pun itu yang berhubungan dengan fisik. Jangan hanya duduk-duduk saja! Bergeraklah!

4. Kamu Masih “Mengizinkan” Mantan Untuk Masuk Ke Kehidupan Kamu Lagi

allef-vinicius-137748
via Unsplash

Ini adalah penyebab utama mengapa kamu belum bisa move on dari mantan walaupun sudah lama putus. Bagaimana kamu bisa memulai hidup baru kalau sebentar-sebentar ponsel berbunyi dan mantan masih saja nge-chat kamu seperti biasa? Bagaimana kamu bisa mengajak kencan pacar baru kalau mantan masih saja mengajak kamu jalan setiap malam minggu? Bagaimana kamu bisa mengenyahkan cengiran mantan kalau dia terus saja muncul hadapan kamu setiap hari?

Bagaimana? Bagaimana? Bagaimana?

Nah bingung, kan?

Kalau kamu memang benar-benar serius ingin hidup baru tanpa kehadiran mantan, maka kamu harus tegas menjauhi keberadaan mantan sekarang juga. Kamu juga harus menghapus semua kontaknya dan hentikan pertemanan kalian di sosial media. Lenyapkan dia dari kehidupan kamu.

Tapi aku cuma mau membangun silaturahmi dengan dia.”

Really? Beneran mau membangun silaturahmi atau masih ingin bersama dia? Kalau keberadaan dia malah mengganggu kamu dalam membangun hidup baru, lalu mengapa kamu masih mengizinkannya mendekati kamu? Dalam beberapa kasus, malah ada yang masih bermesra-mesraan dengan mantan padahal dia sudah menikah dan mempunyai anak. Mengapa kamu suka berhubungan yang berisiko? Apa masalah hidup kamu kurang keras sehingga kamu menambah masalah sendiri?

Mantan hanyalah masa lalu, sementara kamu adalah masa kini dan masa depan. Kalian tidak mungkin berpisah bila hubungan di masa lalu baik-baik saja. Perpisahan terjadi karena masalah yang ada sudah sedemikian beratnya sehingga tidak ada lagi solusi terbaik selain berpisah. Titik.

Namun, kalau kamu memang tipe orang yang suka mengungkit-ungkit masalah lama, maka silakan saja melanjutkan hubungan dengan mantan. Risiko tanggung sendiri.

Setelah membaca keempat kesalahan tersebut, hal-hal apa saja yang membuat kamu masih sulit move on meski sudah lama putus dari mantan? Renungkan baik-baik dan cari cara untuk keluar dari mimpi buruk itu selamanya.

Share Your Thoughts