9 Cara Dewasa Memutuskan Hubungan Tanpa Drama

Home Articles 9 Cara Dewasa Memutuskan Hubungan Tanpa Drama
Share the knowledge!

Hubungan asmara tidak selamanya indah. Ada kalanya kamu harus berpisah dari pasangan karena berbagai sebab. Meski menyakitkan, kamu harus melaluinya. Banyak yang tersakiti karena diputuskan, tetapi bagaimana denganmu yang terpaksa harus memutuskan hubungan?

Mungkin sekarang kamu menunda-nunda. Entah karena tidak ingin menyakiti hati pasangan, masih ragu-ragu, atau tidak ingin tega merusak hubungan. Namun, kamu harus bisa bersikap dewasa dan bisa mengambil keputusan. Jika hubungan kalian memang tidak bisa berhasil meski sudah banyak berusaha, kamu harus bisa mengakhirinya dengan baik-baik.

Tidak ada cara memutuskan yang tidak menyakitkan hati pasangan. Namun, kamu bisa mengantisipasi segala drama yang bakal terjadi setelah kamu memutuskan hubungan. Jernihkan dan mantapkan pikiranmu, dan lakukan 9 langkah ini.

1. Jangan PHP Pasangan. Ketahuan Sekali Betapa Pengecutnya Kamu Karena Tidak Bisa Memutuskan dengan Dewasa

photo-1470343740979-20b904b850davia Unsplash

Kecuali pasanganmu abusive, tidak sepantasnya kamu menghilang begitu saja darinya agar dia tahu kamu sudah tidak mau jadi pasangannya lagi. Bersikaplah dewasa dan datangi pasangan, katakan kamu sudah tidak mau berhubungan dengannya lagi. Memang berat, jahat, sadis, tetapi mau bagaimana lagi? Kalau kamu dewasa, kamu pasti bisa mengakhirinya dengan kejelasan dan kepastian yang benar.

2. Putuskan Dia Secara Langsung. Hindari Memutuskan Dia Lewat Media Sosial atau Telepon

photo-1459631836437-1c2824882e3fvia Unsplash

Memutuskan pasangan lewat chatting atau telepon hanya menunjukkan betapa tidak dewasanya kamu menghadapi konflik. Putuskan dia secara tatap muka. Kalau kamu sedang LDR, minimal putuskan dia lewat telepon atau video call. Hindari jauh-jauh memutuskan lewat chatting dan media sosial. Kalau kamu merasa bukan bocah, kamu harus bisa mengatasi hal-hal berat seperti ini.

KC Star

3. Langsung Akhiri Saja. Jangan Ulur-Ulur Waktu Lagi Karena Gugup

A photo by Sonja Langford. unsplash.com/photos/eIkbSc3SDtIvia Unsplash

Sooner you get it done, sooner it will be over. Jangan menunggu besok, lusa, atau malah minggu depan. Semakin kamu mengulur, pasangan akan menyadari gerak-gerikmu yang seperti menyembunyikan sesuatu. Kamu harus siap memutuskan hubungan. Lebih cepat, lebih baik demi kebaikan kalian berdua.

4. Akhiri Hubungan dengan Lugas. Saat Dia Menanyakan Kenapa Kamu Ingin Putus Dengannya Jangan Berbelit-belit Memberi Alasan

photo-1445376804847-ad54874391b5via Unsplash

Contohnya, katakan dengan lugas seperti ini, “Maaf, aku nggak bisa nerusin hubungan kita. Kamu nggak salah apa-apa, akunya yang memang kurang siap ngejalanin hubungan ini.”

Ucapan itu terdengar jauh lebih baik daripada, “Aku mau putus sama kamu karena kamu nggak pernah ada buat aku. Kamu nggak pernah dengerin aku, aku capek!”. Kamu bakal mengundang debat dan drama tak berujung yang hanya membuang energi dan waktumu.

eBook Pertolongan Pertama Pada Ketidaksetiaan

5. Buatlah Batas Antara Kamu dan si Dia Setelah Putus

photo-1417577792096-106a2c4e353dvia Unsplash

Bisakah kamu berteman dengannya setelah putus? Bisakah kalian berkomunikasi meski kamu sudah jadi mantannya? Masih bisakah kalian berteman di media sosial? Ada baiknya kalian menentukan batas tertentu yang bisa kamu lakukan atau tidak dengan mantan. Dengan menentukan batas, mantan kamu bisa tahu seperti apa kamu ingin diperlakukan setelah putus. Jika dia tidak bisa menghormati batas darimu, kamu harus bisa bersikap tegas.

6. Jangan Plin-Plan! Bersikaplah Tegas dan Jangan Mudah Berubah Pikiran

photo-1447878279155-652113af70d3via Unsplash

Banyak orang yang kembali lagi dengan mantannya setelah mereka memutuskan hubungan karena sang mantan memohon-mohon, meminta maaf, menangis, dan berjanji akan berubah. Jangan mudah tergoda! Tidak sepantasnya kamu menerima kembali pasangan karena kasihan. Katakan padanya, “Aku paham kamu sedih, tapi maaf, kita sudah putus dan aku nggak bisa balikan lagi sama kamu.” lalu pergilah.

7. Jangan Sok Peduli dengan Mantan! Kamu Hanya Membuat Dia Ngarep dan Mengganggu Proses Move On

photo-1444401045234-4a2ab1f645c0via Unsplash

Kalau kamu berpikir untuk menanyakan kabar si dia karena kamu masih peduli, lupakan saja. Kamu hanya mengganggu proses move on kalian. Kalian butuh waktu masing-masing untuk menyembuhkan diri. Meski si dia yang mengajak kamu komunikasi atau ketemuan, kamu tidak perlu menanggapi ajakannya. Sadari bahwa kalian belum siap untuk kembali berkomunikasi, jadi jangan sok peduli.

eBook Move On dalam 30 Hari

8. Kembalikan Barang-Barang Milik Mantan Agar Tidak Memicu Drama

photo-1453329180519-b4dba097ed5bvia Unsplash

Biasanya, kalau orang yang baru saja diputuskan akan melakukan sesuatu yang kekanakan, seperti melabrak kamu di chat, menelepon kamu berkali-kali, atau malah modus dengan bertanya apakah barang milik si dia masih ada padamu. Kalau dia melakukan modus ini, langsung kembalikan saja barang miliknya tanpa basa-basi. Dan sebaliknya, jika ada barang milikmu masih dipegang oleh si dia, minta dia untuk segera mengembalikannya padamu.

9. Jangan Pernah Balas Dendam Atas Kesalahan Pasangan yang Menjadi Sebab Putusnya Hubungan

photo-1447879027584-9d17c2ca0333via Unsplash

Kalau kamu memutuskan dia karena dia membohongi kamu, selingkuh, atau perbuatan lainnya yang merugikan hubungan, kamu tidak patut membalas perbuatannya. Bukannya membuat kamu puas dan lega, kamu malah makin sakit hati dan jadi susah move on. Fokus saja move on dan membahagiakan diri sendiri.

Share the knowledge!