Gatal Mendekati Gebetan Lama?

main-qimg-84b69d38ba2588ea3ecd6d387d82b00c-c

Ada satu penyakit romansa yang menjangkiti hampir semua orang yang bahkan alumni Hitman System dan Lovable Lady pun sulit hindari. Gejala-gejalanya samar terbaca dan cenderung menyerang orang-orang yang kurang waspada. Tahu-tahu Anda sudah jatuh sakit dan kelabakan mencari obatnya. 

Penyakit itu disebut Gatal Mendekati Gebetan Lama.

Mungkin kini Anda telah jadi orang yang asyik dan menarik berkat mempraktekkan materi-materi PDKT di Kelas Cinta. Anda tidak lagi garing ngarep mati-matian ketika bergaul. Semua pelajarannya telah menolong Anda jadi lebih luwes ngobrol, bisa bercanda seru dengan siapa saja, berani memulai percakapan dengan lawan jenis yang tidak dikenal, dsb. Tidak heran akhir pekan Anda terasa begitu meriah dengan kegiatan hangout dan kencan di sana-sini.

Di tengah semua keberhasilan itu, biasanya muncul sebersit keinginan untuk mendekati dia yang dulu pernah melukai hati Anda.

Iya. Dia yang membuat Anda tersandung menemukan Kelas Cinta dan rajin membaca artikel-artikelnya. Dia, sang mantan, ataupun mantan gebetan. Anda merasa gatal ingin mencoba semua teknik baru itu padanya. Anda tergoda membayangkan kali ini dia jadi jatuh hati pada Anda, karena bukankah Anda sekarang lebih paham dinamika romansa?

Segala ilmu yang sudah Anda praktekkan dari Deep Romantic Communication, 7 Langkah Mencari Cinta, The Art of PDKT-Text, Make Him Yours, dsb itu sudah ampuh berhasil menaklukkan para gebetan baru. Jadi si gebetan lama itu pasti akan ‘bertekuk lutut’ juga dong?

Jawabannya belum tentu, dan tidak sesederhana itu.

Mari buka mata Anda lebar-kebar dan baca tulisan di bawah ini:

PROBABLY IT IS A WASTE OF TIME!

Setidaknya ada dua alasan kenapa mendekati gebetan lama malah akan membuang-buang waktu saja.

Yang pertama: Anda beresiko besar untuk jatuh ke lembah ngarep lagi. Kalian pernah ada sejarah berdekatan. Anda pernah salah melangkah. Dan kini Anda berharap bisa menebus kebodohan masa lalu dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dulu Anda lakukan. Anda tidak lagi mendekatinya dengan mental yang ringan dan santai seperti ingin mendekati gebetan baru. Anda seperti ingin ‘membalas dendam’ dan membuktikan diri.

Itu adalah ngarep.

Rasa ngarep memperbaiki itu pun tentu akan bertumpuk dengan sisa-sisa ngarep masa lalu yang masih bercokol di urat nadi Anda tidak pernah hilang total. Virus ngarep itu hanya berhibernasi, menunggu saat yang tepat untuk menyerang Anda lagi. Ketika muncul pikiran “Ah, gue kan udah cerdas, sudah punya banyak ilmu … gak mungkin ngejar-ngejar dia lagi deh!” saat itulah virus lama bangkit dari tidur panjangnya dan pelan-pelan merasuki pikiran Anda.

Bila virus ngarepnya sudah menyala penuh, Anda akan tanpa sadar tergoda melakukan kesalahan yang sama: memborbardirnya dengan obrolan setiap hari, menanyakan apa dia sudah makan atau belum, jadi supir pribadinya, mendengarkan semua curhatannya, dan meninggalkan gebetan-gebetan lain, dan sebagainya. Malah kali ini akan lebih parah, karena Anda berusaha meyakinkannya bahwa Anda sudah berubah. Bahkan saya pernah menangani seorang alumni yang tidak sadar menunggu di depan rumah gebetan lamanya setiap hari dengan alasan, “Makin sering dia lihat aku yang baru ini, makin dia nyadar kalo aku keren.” Duh, what’s wrong with you guys?

Alasan yang kedua: di benak sang mantan gebetan, Anda tetaplah seseorang yang hidup dalam kepingan sejarah masa lalunya. Dia tahu Anda begitu memujanya di masa lalu dan itu membuatnya berpikir kalau Anda adalah orang yang sama seperti dulu, tidak peduli betapa kerennya diri Anda yang sekarang.

Ya perspektif itu akan bisa berubah, tapi biasanya harus menunggu dia yang menghubungi dulu. Harus ada inisiatif dari dia yang menghubungi Anda, mengomentari perubahan Anda, bahkan memancing Anda bertemu. Itu artinya dia memang sudah MELIHAT ANDA BERUBAH dan memilki minat baru pada Anda. Jika duluan yang menghubunginya atau memancingnya untuk pertemuan,  berarti dia tidak melihat ada perubahan itu, boro-boro tertarik pada Anda.

Daripada mendekati gebetan lama yang pernah menolak Anda, saya sarankan Anda untuk berpetualang dengan gebetan-gebetan baru. Mereka tidak mengenal masa lalu Anda yang kelam itu, jadi mereka tidak punya perspektif yang buruk. Mereka tidak menyaksikan masa-masa cupu dan desperate Anda. Bagi mereka, Anda adalah orang yang menarik dengan pengetahuan romansa yang luas. Kalaupun nanti mereka tahu masa lalu Anda yang cupu, mereka akan menganggapnya sebagai kewajaran, bukan kecacatan.

Content continue below...

Kalau tujuan Anda belajar ilmu Kelas Cinta karena ingin balas dendam ke mantan gebetan, itu bisa dilakukan dengan upload foto petualangan hidup Anda di sosial media ‘kan? Kalau Anda ingin merasa lebih baik dan hebat, itu bisa dilakukan dengan bergaul dan bersenang-senang dengan banyak gebetan yang menarik ‘kan?

Untuk apa Anda luangkan waktu dan tenaga untuk seseorang di masa lalu yang memang tidak peduli dan tidak berminat dengan Anda? Mengapa Anda ingin menyiksa diri sekali lagi? Kalau saya jadi Anda, saya lebih suka berfokus pada masa kini dan masa depan. Saya akan menunjukkan saya sudah jadi orang yang lebih dewasa dengan cara berhasil move on, menunjukkan terpengaruh, tidak sakit hati, dan tidak ingin membalas dendam.

Salama Marine—pakar psikologi dari Paris College of Psychological Practionersmengatakan, “Kenapa banyak orang memilih kembali pada mantan? Karena mereka tahu jika orang itu pernah mencintai dan menghargai mereka di masa lalu. Jauh lebih mudah untuk kembali ke mantan dibanding harus berusaha mencari seseorang yang baru.” Jadi jika Anda kurang berusaha mencari gebetan baru, Anda berpotensi besar kembali ke mantan gebetan. [1]

Dalam Psychology Today, Jennice Villhauer—psikoterapis dari Emory Healthcare—menjelaskan bahwa imajinasi tentang hubungan yang ideal dapat membuat seseorang balik ke mantan kekasih maupun gebetan lama. Walau TERBAYANG kalian sangat cocok sekali, kalau mantan atau si gebetan tidak menyukai Anda, maka Anda tetap kesulitan menjalin hubungan dengannya. Anda tertipu dan terombang-ambing oleh delusi yang Anda ciptakan sendiri. [2]

Gatal Mendekati Gebetan Lama

Saya tidak melarang Anda untuk kembali mendekati gebetan lama. PDKT lagi atau tidak, itu sepenuhnya hak Anda. Apakah ada kemungkinan berhasil? Ya mungkin-mungkin saja sih. Saya kenal kok dengan beberapa orang yang berhasil jadian dengan gebetan lamanya. Namun, saya juga melihat BANYAK yang terperosok ke lubang ngarep hanya karena mencoba mendekati sang masa lalu. Ingat, banyak membaca dan mempraktekkan ilmu di Kelas Cinta BUKAN jaminan terbebas dari virus ngarep!

Saya ingin mengingatkan adanya sebuah resiko besar yang harus Anda tanggung sendiri, yaitu jadi ngarep lebih parah dibanding dulu. Semua yang Anda investasikan untuk meningkatkan kualitas diri Anda jadi sia-sia hanya karena satu mantan gebetan. Anda tidak mau balik ke kehidupan romansa yang suram itu lagi bukan?

Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran.” Begitu kata Jenderal Sun Tzu di masa lalu. Sebuah kalimat sederhana yang bisa diterapkan ke berbagai bidang, termasuk di kehidupan romansa Anda. Jika Anda serius ingin mencegah virus ngarep itu menyakiti Anda lagi, maka Anda harus mengenali seluk beluk virus itu lebih dalam. Bukankah mencegah jauh lebih baik daripada mengobati?

Sebenarnya saya ingin membahas penyakit gatal ini lebih jauh, tapi karena terbatasnya halaman, saya tidak bisa membahasnya panjang lebar di sini. Anda bisa mendengar penjelasan lebih lanjut mengenai virus ngarep dan penyakit ini di audiobook All About Ngarep yang berisi tentang seluk beluk ngarep sampai ke akar-akarnya. Silakan kunjungi link ini bila Anda ingin mengetahuinya lebih lanjut.

Sebagai penutup, apa Anda tahu permainan ular tangga? Bayangkan Anda sudah hampir mencapai kotak terakhir, tapi kemudian Anda menginjak ular dan harus balik lagi ke kotak pertama. Mau tidak mau Anda harus mengulang dari awal lagi. Begitu terus sampai Anda sadar bahwa tidak ada gunanya mendekati mantan gebetan. Semua langkah sebelumnya jadi tidak ada artinya. Beruntung kalau Anda sadar, bagaimana kalau tidak? Siapa yang bisa menyadarkan Anda selain diri Anda sendiri?

Anda sudah berjalan jauh, jangan sampai balik lagi ke garis start.

 

REFERENSI

[1] The ex-files: should you should you be getting back together or moving on?

[2] 5 Ways to Move on When You Still Love Your Ex

Share Your Thoughts