Apa Tandanya Hubungan Harus Segera Diakhiri?

Sebuah hubungan memang seharusnya dijaga dan dirawat oleh kedua pihak agar terus bersama sampai akhir hayat. Tapi kadangkala itu tidak berlaku bagi sebagian orang.  Sebuah hubungan layak dijaga jika kedua pihak mau bekerja sama saling membenahi diri dan bahu membahu menyelesaikan masalah bersama-sama. Jika kedua atau salah satu pihak sudah tidak mau bekerja sama atau perbedaan nilai masing-masing sulit disamakan, maka sebaiknya hubungan tersebut harus diakhiri saja daripada hubungan berjalan seperti di neraka.

Tanda-tanda pasangan sudah tidak mau bekerja sama sebenarnya gampang dilihat dan dirasakan. Namun, masih saja banyak yang tidak tahu atau parahnya… pura-pura tidak tahu bahwa hubungannya sudah tidak layak djalani. Entah karena orang-orang ini mabok kata-kata manis bahwa kekuatan cinta bisa menyembuhkan segala-galanya, kenyang dengan pikiran-pikiran positif bahwa hubungannya kelak akan membaik, atau memang pada dasarnya terlalu polos sehingga itu akhirnya menyulitkan diri mereka sendiri.

Jika Anda merasa ada yang tidak beres dalam hubungan, maka tolong buka mata lebar-lebar dan akui bahwa memang ada yang mengganjal di antara kalian. Jangan sekali-sekali menghela napas panjang dan tersenyum “Hmmmm hubungan ini baik-baik saja kok. Tidak masalah” lalu akhirnya tidak melakukan apa-apa. Itu sama saja Anda membiarkan duri menancap di daging, kalau dibiarkan bisa bikin luka bernanah dan berbau busuk.

Tapi bagaimana jika Anda tidak bisa mengidentifikasi ganjalan-ganjalan dalam hubungan itu? Anda bisa cek tanda-tandanya di bawah:

1. Pasangan SELALU Menolak Diskusi

Hubungan yang ideal adalah ketika kedua pihak bisa mendiskusikan topik apa pun tanpa takut. Bisa saja soal menggosipkan tetangga, membahas kelakuan keluarga, membicarakan masalah-masalah pekerjaan, dan tentu saja membahas masalah dalam hubungan.

Diskusi atau mengobrol sama pasangan ini luar biasa pentingnya karena sebagian besar hubungan cinta dijalani dengan saling mengobrol. Kalau Anda pikir hubungan cinta cuma dipenuhi hubungan seks, tolong buang jauh-jauh pikiran itu karena ada kalanya Anda akan bosan berhubungan seks dengan pasangan. Sedangkan mengobrol tidak akan ada bosannya karena topiknya tak terbatas, asalkan Anda memang menemukan pasangan yang juga enak ngobrolnya.

Masalahnya, banyak orang mendapatkan pasangan yang hanya enak diajak ngobrol ketika masih PDKT atau saat baru jadian. Begitu hubungan sudah berjalan beberapa bulan, intensitas obrolan semakin menurun. Mereka lebih suka tenggelam di dunia game, pekerjaan, atau di hobinya sendiri ketimbang mendengarkan omongan pasangannya.

Kenapa ini jadi masalah besar?

Karena jika Anda mendapatkan pasangan seperti itu, maka Anda akan capek ngos-ngosan memendam cerita/masalah Anda sendiri. Sebagai pasangan, tentu Anda punya banyak cerita, kesenangan, dan masalah yang ingin dibicarakan berdua dengan pasangan. Anda ingin mendengar pendapatnya, reaksinya, dan tanggapannya mengenai topik tersebut. Jika dia menolak setiap kali Anda ajak ngobrol atau mendengarkan Anda dengan malas-malasan sambil menonton Youtube, lalu apa bedanya dia dengan polisi tidur?

Pasangan seperti itu seharusnya Anda beri ultimatum bahwa Anda bersiap-siap pergi kalau dia tidak juga mau menanggapi Anda. Dia harus sadar bahwa Anda adalah pasangannya, bukan sekadar teman nongkrong yang bisa dicuekin seenak jidat. Anda wajib didengarkan dan ditanggapi segala keluh kesah dan ceritanya.

Jika sudah dikasih ultimatum dan dia tidak juga berubah, maka siapkan hati dan pikiran Anda karena itu saatnya angkat kaki dari kehidupannya. Anda ternyata tidak sebegitu penting bagi dirinya, jadi kenapa harus capek-capek menjalani hubungan itu?

Baca juga:
Kok Pasangan Jadi Gak Seromantis Dulu Lagi?

2. Perbedaan Agama Yang Tidak Ada Titik Temu

Memang ada pasangan yang mampu mempertahankan hubungan beda agama, tapi tidak semua orang sanggup seperti itu. Perlu dedikasi, perjuangan, kegigihan, dan kepala yang luar biasa keras untuk mempertahankan hubungan beda agama. Jika tidak bisa, mau tidak mau hubungan itu terpaksa harus diakhiri.

Akui saja bahwa meski Indonesia dihuni berbagai macam suku dan agama, hubungan cinta beda agama masih sulit dijalani di sini. Anda dan pasangan harus siap menerima penolakan dari keluarga besar, keluarga inti, dan tetangga-tetangga Anda pun bisa ikut-ikutan menolak. Penolakan dari berbagai sudut ini yang membuat pasangan beda agama sulit mencari jalan keluar, hingga akhirnya banyak yang menyerah dan bubar.

Jika ini yang terjadi pada Anda, maka tanyakan ke pasangan: seberapa besar kesanggupannya menghadapi penolakan di sana-sini?

Kalau jawabannya terdengar bimbang, maka Anda boleh khawatir soal masa depan hubungan. Bimbang berarti dia sendiri tidak yakin apa dirinya mampu menjalani hubungan bersama Anda. Anda boleh saja lebih tahan banting ketimbang pasangan, tapi apa Anda sanggup tabah dan menopang keluhannya soal penolakan-penolakan dari orang-orang terdekatnya? Sekarang Anda bisa saja menjawab “Ya saya sanggup kok!”, tapi beberapa bulan kemudian bisa saja Anda tidak setabah sekarang.

Satu-satunya solusi mempertahankan hubungan beda agama adalah kesanggupan dari kedua pihak. Jika pasangan atau Anda sendiri tidak sanggup, maka masalah itu tidak akan ada titik temunya.  Kalian akan kesulitan menjalani hubungan dengan tenang karena harus sembuyi-sembunyi agar tidak ketahuan keluarga atau orang dekat. Tinggal menunggu waktu saja sampai Anda atau pasangan mengundurkan diri dari hubungan.

Saat pasangan atau Anda sudah berkali-kali bilang tidak sanggup, perpisahan jadi jalan terbaik. Setelah itu jangan coba-coba mendekati orang yang berbeda agama lagi kalau merasa belum kuat mental. Belajarlah dari hubungan sebelumnya.

Dalam video lessons “Apakah Hubungan Beda Agama, Suku, dan Ras Bisa Langgeng?” di KC STAR, Coach Kei Savourie sudah menjelaskan bahwa hubungan beda agama meski sulit dijalani tetap bisa langgeng asalkan memenuhi syarat-syarat yang harus dimiliki Anda dan pasangan.

Syarat-syaratnya seperti apa? Anda bisa melihat video lessons-nya dengan mendaftar KC STAR di akhir artikel.

Baca juga:
Lika-Liku Pernikahan Beda Agama Di Indonesia

3. Ketika Tangan dan Kaki Lebih Banyak Bicara

Tampaknya tidak perlu ditanyakan lagi kenapa hubungan harus diakhiri jika pasangan doyan memukul atau menendang Anda ketika ada masalah. Mental dan fisik Anda jelas semakin ambruk kalau terus-terusan bersama pasangan seperti itu. Jika Anda masih menghargai diri dan menyayangi nyawa Anda, satu-satunya solusi adalah segeralah mengakhiri hubungan itu. Jangan ditunda-tunda lagi!

Ketika pasangan sudah sering menyakiti fisik, Anda tidak bisa berharap banyak darinya. Lupakan kata-kata manis “Cinta mengubah segalanya”, “Dia sebenarnya baik”, dan kotoran banteng lainnya. Anda tidak bisa mengubah sifat buruk orang lain karena itu sudah mengakar kuat di benaknya selama bertahun-tahun. Anda saja sulit mengubah sifat buruk Anda sendiri, apalagi mengubah orang lain. Satu-satunya orang yang bisa mengubah sifatnya adalah dirinya sendiri.

Barangkali Anda masih memaafkan karena baru kena tampar dua atau tiga kali. Tapi mau sampai berapa banyak tamparan sampai Anda sadar kalau ini bisa terjadi setiap kali ada masalah? Sebagai pasangan, Anda harus ingat bahwa Anda seharusnya dicintai, disayangi, dan dimanjakan, bukannya dijadikan samsak tinju.

Baca juga:
Efek Buruk KDRT Pada Kesehatan Tubuhmu!

4. Pasangan Sering Meremehkan Anda

Salah satu ciri hubungan ideal adalah punya pasangan yang selalu mendukung keputusan dan tindakan Anda. Jutaan orang boleh saja menentang Anda, tapi Anda tidak bakal patah semangat kalau punya pasangan yang mendukung Anda.

Tapi bagaimana kalau pasangan malah tidak mau, cenderung setengah hati, atau malah meremehkan semua keputusan Anda?

Wah rasanya seperti seluruh dunia memusuhi Anda! Belum cukup Anda diremehkan orang-orang di kantor, dibanding-bandingkan sama saudara yang sukses, dan dihujat netizen karena beropini yang bertolak belakang, sekarang pasangan yang seharusnya menopang punggung Anda malah ikut-ikutan mereka.

Tidak apa-apa kalau Anda tidak kuat punya pasangan seperti itu karena memang sebaiknya kalian berpisah saja. Apalagi jika pasangan memang lebih sering meremehkan daripada menguatkan.

Kenapa tidak perlu mempertahankan  pasangan seperti itu? Karena Anda bakal lebih pegal hati. Sekuat apa pun daya tahan mental Anda, kalau pasangan selalu merendahkan setiap usaha Anda, maka tinggal menunggu waktu saja sampai Anda ambruk kelelahan. Sebelum tenaga dan mental Anda habis terkuras, kenapa tidak menyelamatkan diri dengan mengakhirinya secepat mungkin? Pasangan saja tidak menghargai Anda, Anda harus menghargai diri Anda sendiri dengan keluar dari hubungan tersebut.

Baca juga:
Penyebab Wanita Insecure: Sikap Buruk Dari Masyarakat

Keempat poin di atas adalah masalah besar yang paling sering dihadapi pasangan-pasangan Indonesia. Tidak menutup kemungkinan Anda bakal mengalaminya, syukur-syukur kalau Anda berhasil menyeleksi gebetan dan mendapatkan pasangan yang jauh dari keempat masalah itu.

Bagaimana kalau Anda sudah terlanjur punya pasangan seperti di atas, tahu bahwa hubungan harus diakhiri secepatnya, tapi Anda takut sulit membuka hati dan tidak bisa menemukan orang yang lebih baik dari pasangan?

Anda tidak perlu cemas karena langkah-langkahnya sudah dijelaskan dalam video lessons “Cara Menghadapi Ketakutan Untuk Membuka Hati Ke Orang Baru” di KC STAR. Tonton videonya dan Anda akan menyadari bahwa ketakutan itu ternyata tidak semengerikan yang Anda kira. Anda sangat bisa menemukan pasangan yang lebih baik dari kemarin, yang Anda perlukan hanyalah keberanian untuk membuka hati Anda.

Anda bisa mendapatkan KC STAR lewat LINK di bawah:

KC STAR

Ketika hubungan harus diakhiri, siapkah Anda?