Tips Menghadapi Tekanan di Akhir dan Awal Tahun

Home Articles Tips Menghadapi Tekanan di Akhir dan Awal Tahun

Kalau saya boleh menebak-nebak, kemungkinan besar Anda merasa sedikit complicated di penghujung tahun ini.

Di satu sisi Anda merasa bahagia karena banyak liburan serta bersemangat menyongsong tahun baru yang menjanjikan banyak harapan dan kesempatan baru. Tapi di sisi lain, Anda juga tertekan dibayangi rasa kesal dan menyesal lantaran belum sempat melakukan perbaikan dalam kehidupan percintaan Anda.

Semakin bertambah usia, semakin waktu terasa berlalu begitu cepat. Tidak terasa, kita telah berlari sedemikian melesat dari bulan ke bulan sampai akhirnya kini tiba di hari-hari terakhir 2019. Berbagai media massa dan publikasi internet terasa memperparah: ada banyak sekali artikel bertajuk Kilas Balik Tahun, Kaleidoskop, atau sejenisnya. Bukan cuma media, komunitas dan lingkungan kita juga doyan berlomba mengutip kenangan-kenangan indah dari sepanjang tahun.

Kita dibanjiri dengan cuplikan gambar dan kisah-kisah hebat dari orang di sekeliling kita. Mereka bergelimangan keceriaan dan prestasi yang menginspirasi namun juga membuat kita malu dan mempertanyakan diri sendiri. Kita jadi teringat akan berbagai komitmen diri dan resolusi yang masih terbengkalai.

Selagi teringat itu, kita juga kadang terhantui oleh kesalahan dan kelalaian yang masih kerap terulang dalam perjalanan cinta tahun ini.

Itu adalah fenomena yang sangat nyata dan cukup alamiah. Momen galau ini dikenal dengan beberapa nama, seperti Year End Blues, Holiday Sadness, Festive Blues, dan bahkan ada juga yang lebih serius lagi disebut Seasonal Affective Disorder.

Susan Nolen-Hoeksema, profesor psikologi di Yale University, yang meneliti depresi dan kebiasaan ruminasi (alias memikirkan sebuah kejadian berulang-ulang sampai muncul stres dan emosi negatif lainnya). “At the new year, it’s difficult not to reassess at least a bit. Surf the net, turn on the television or radio, and there they are — all those ‘year-in-review’ stories. The media goes over and over what happened this year, so it’s understandable that many of us do that too,” kata penulis buku Women Who Think Too Much tersebut.

Di negara-negara Barat, periode akhir tahun diisi oleh musim dingin yang semakin memperparah gejala galau, stres, dan depresi. Menurut studi Dr. Norman Rosenthal dari National Institutes of Mental Health, setidaknya 6% populasi Amerika Serikat terkena Seasonal Affective Disorder dan 14% lainnya terjangkit perubahan mood musiman yang disebut winter blues. Fenomena  serupa terjadi di belahan dunia manapun pada bulan pergantian tahun. Banyak orang jadi tertekan karena harus memaksakan diri tampil positif dan bahagia, padahal merasa sepanjang tahun itu dia sedang tidak seberhasil itu.

People who are highly self-critical or already depressed may feel worse during this time if they rate themselves lower in their accomplishments than others would, or blame themselves for not meeting their own or others’ expectations.

Di era media sosial seperti sekarang ini, perasaan galau itu semakin berlipatganda. Kita mudah untuk merasa terpisah, kesepian, dan jauh dari berbagai timeline Facebook yang penuh foto kemeriahan hidup orang. Sebuah studi telah membuktikan bahwa semakin kita sering berkeliling di media sosial, semakin kita merasa ada yang terkucil, salah, dan kurang dengan hidup kita.

Apalagi saat masa-masa liburan begini: mengintip feed Instagram orang-orang akan membuat kita merasa mereka punya kehidupan yang lebih baik.

Saya tidak tahu apakah Anda masih lajang atau sudah berpasangan, tapi saya tahu ada kemungkinan Anda merasa SEOLAH berputar di situ-situ saja, terjerat siklus yang sama, sementara orang lain terlihat bahagia bersama kekasih idaman mereka. Semua itu menghantui setiap kali Anda sendiri, baik di tengah-tengah kegiatan ataupun menjelang tidur malam.

Pikiran Anda seperti kaset rusak yang ‘memutar lagu’ penyesalan dan kecemasan berulang-ulang.

Jika Anda merasa seperti itu, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian.

Ketahuilah bahwa orang-orang yang rajin post foto heboh dan kisah bahagia itu pun kemungkinan besar merasa sama seperti Anda juga. Justru karena merasa kalah itu makanya mereka jadi super rajin update instastory acara seru dan quotes bijak di penghujung tahun ini. Upaya itu biasanya akan membahagiakan selama beberapa menit atau jam saja; dalam waktu singkat, mereka kembali down terjerumus ke perasaan yang tidak enak, sehingga perlu mengulanginya lagi.

Ketahui juga Anda sebenarnya bisa keluar dari siklus dan kubangan emosional yang buruk tersebut.

Perasaan-perasaan gamang itu tidak akan hilang dengan sendirinya, jika Anda tidak melakukan apa-apa.

Jadi izinkan saya berbagi tiga buah tips praktis untuk bergerak keluar.

  1. GET REAL CONNECTIONS

Kurangi waktu Anda berkeliling di media sosial, alihkan jadi bertemu dan nongkrong dengan teman-teman Anda.

Waktu yang Anda habiskan di Instagram, Facebook, dan Twitter akan membuat Anda makin merasa makin sepi dan menyesal. Anda akan dibanjiri dengan berbagai ‘pertunjukan akhir tahun’ yang membuat diri semakin jauh dan terkucil. Otak Anda akan mengumpulkan contoh-contoh kuat yang membuktikan bahwa diri Anda kalah dan kurang, salah dan bermasalah.

Kita adalah makhluk sosial, bukan makhluk media sosial. Kita sangat membutuhkan kehadiran orang untuk menenangkan dan memuaskan kebutuhan jiwa kita untuk terkoneksi satu sama lain. Pertemanan di dunia maya tidak pernah bisa mengisi penuh kekosongan hati, khususnya jika kita sedang merasa tertekan/cemas di momen akhir tahun begini.

Apapun pekerjaan dan tanggung jawab harian Anda, seusai jam kerja jangan langsung pulang. Dorong diri Anda untuk menghabiskan waktu bersama dengan teman, walau isinya cuma ketawa-ketiwi tidak jelas. Kalau Anda sudah libur atau mengambil cuti, jangan mendekam sendiri di kamar saja. Gerakkan kaki agar keluar disirami matahari dan berinteraksi dengan wajah-wajah yang Anda kenal.

Yang Anda cari adalah KONEKSI NYATA alias HUBUNGAN YANG BERMAKNA dengan beberapa teman atau sahabat, bukannya sekedar kegiatan rame-rame atau acara seru akhir tahun. Keramean dan keseruan seringkali hanya tampilan luar belaka yang tidak mengisi hati; justru itu biasanya hanya menghabiskan tenaga saja, lalu Anda pulang dengan perasaan yang sama kosongnya seperti sebelum berangkat.

Jika sudah berpasangan, ajak sahabat-sahabat lain dengan pasangan mereka untuk makan bareng. Ini langkah sederhana, namun hati Anda akan perlahan menguat dan menggemuk sehingga tidak tertekan dari dalam lagi. Apalagi jika Anda masih single, ini adalah momen yang tepat sekali untuk mengajak teman-teman lajang lainnya untuk bertemu ngobrol dan bercanda random.. siapa tahu malah jadi membuka CLBK. 🤭

2. GET FRESHEN UP. 💦

Salah satu hal yang membuat Anda tertekan dan cemas akan masa depan adalah karena terbiasa melihat hal yang begitu-begitu selama ratusan hari sebelumnya. Kadang itu terjadi di hubungan, studi, dan pekerjaan, kadang juga termasuk di ruang hidup pribadi sehari-hari. Ada banyak printilan kecil yang Anda abaikan dan lalaikan di lingkungan di rumah Anda, kamar Anda, bahkan tubuh Anda sendiri.

Saya pernah baca sebuah studi yang menemukan orang-orang yang sedang tertekan jiwanya cenderung mengabaikan kebersihan. Mereka mengurung diri, menolak keluar dan berinteraksi dengan teman-teman (ini bertentangan dengan tips pertama di atas!). Mereka memperparah keadaan dengan membiarkan lingkungan dan dirinya ‘berantakan’, agar sekalian mencerminkan perasaan mereka yang juga sedang berantakan. Semakin ruang pribadi mereka terbengkalai, semakin mereka teryakinkan akan kesia-siaan hidup dan ketidakbergunaan dirinya. 

Itu sebabnya Anda wajib beres-beres di akhir tahun ini.

Anda akan menemukan kesegaran, ketenangan, dan kekuatan baru setelah bersih-bersih rumah, lemari, dapur, kamar, tempat tidur dan sofa, dsb. Buka semua laci dan kotak di rumah Anda, sapu bersih debu dan sampah yang berceceran, buang barang yang rusak atau terlalu usang, dan sisihkan barang yang masih layak pakai untuk disumbangkan; Anda tidak perlu berpikir keras diberi ke siapa, sisihkan saja dulu ke sebuah kotak kosong.

Anda akan terkejut sekali ada segudang barang yang ternyata tidak pernah Anda pakai di sepanjang 2019 ini, bahkan mungkin tidak pernah Anda gunakan dalam 2 tahun terakhir. Anda juga akan terkejut sekali menyadari ruangan rumah dan kamar Anda terasa begitu luas dan menyenangkan setelah menyingkirkan sejumlah barang.

Jangan ruangan saja yang disegarkan, lakukan penyegaran juga pada penampilan Anda. Beli baju baru, ubah gaya atau warna rambut, padu padankan pakaian lama (yang tertumpuk di dasar lemari) dengan pakaian baru. Sekalian juga lakukan beberapa set push up dan sit up setiap hari untuk memompa adrenalin dan endorfin ke seluruh tubuh yang membuat Anda merasa segar bersemangat.

Ketika lingkungan, penampilan, dan tubuh Anda disegarkan, pikiran Anda juga otomatis jadi tercuci bersih, ringan, dan segar.

Saat ini hati Anda mungkin terlalu lemah dan berbeban berat, sehingga tidak yakin ada efeknya melakukan tips nomor dua di atas. Ya saya mengerti, ini terasa aneh dan tidak masuk akal. Namun saya dorong Anda untuk coba saja dulu, Anda akan terkejut dengan hasilnya.

3. GET EMPOWERED. 💪

Setelah hati dan jiwa Anda dikenyangkan dan disegarkan, giliran otak Anda ‘turun mesin’ dan diisi ulang dengan nutrisi yang menyehatkan. Buka Youtube Channel Kelas Cinta (klik!) dan tonton semua video yang ada di sana, termasuk judul-judul yang sudah pernah Anda tonton. Walau sudah pernah tahu isinya, saya jamin Anda akan MENDAPATKAN KEKUATAN BARU LAGI ketika dipelajari ulang, khususnya setelah hati+jiwa disegarkan.

Walau sudah belajar dan mengajar ilmu relasi cinta selama lebih dari 13 tahun, saya masih setiap hari menyempatkan diri untuk membaca (ulang) buku-buku yang tertumpuk di perpustakaan pribadi saya. Bukan cuma itu, saya bahkan rajin menonton lagi video lessons saya dari tahun-tahun sebelumnya untuk memperkuat pemahaman saya akan materi yang bersangkutan. Otak saya juga jadi makin sehat dan cerdas karena setiap pengulangan akan memunculkan sirkuit dan sinapsis baru yang membuat saya bisa melihat keadaan dari perspektif-perspektif baru.

Sama seperti olahraga isinya mengulang-ulang gerakan yang sama dengan tujuan menciptakan organ dan otot yang kuat sehat, demikian juga Anda perlu mengulang-ulang pelajaran yang sama demi menciptakan otak dan gaya hidup/hubungan yang kuat sehat. Anda bukan cuma butuh informasi baru, Anda butuh pengulangan agar segala tips dan strategi itu benar-benar meresap ke dalam sanubari Anda, dan Anda bisa melakuannya nyaris otomatis tanpa disadari.

Saya yakin kealpaan dan kekeliruan percintaan Anda di sepanjang tahun 2019 terjadi bukan karena Anda bodoh atau tidak tahu caranya, tetapi karena Anda tidak cukup kuat/mampu melakukan apa yang sudah Anda ketahui!

Itu sebabnya Anda perlu memperkuat pengetahuan itu, melakukan repetisi lagi dan lagi sampai otot-otot otak Anda jadi terlatih, kuat melakukan TRANSFORMASI dalam kehidupan pribadi ataupun hubungan cinta Anda.

Selain repetisi, Anda juga perlu terkoneksi dengan orang-orang yang sefrekuensi. Itu sebabnya saya berkali-kali bilang Anda perlu sering share materi Kelas Cinta yang sedang dipelajari ke media sosial Anda. Ya sebagian kecil mungkin akan meledek Anda, tapi sebagian lainnya diam-diam terbantu karena Anda. Biarkan teman-teman yang ingin cerdas ataupun sama cerdasnya jadi tahu isi kepala Anda dan berminat mendekatkan diri dengan Anda. Rasakan diri Anda jadi dua kali lipat lebih kuat dan bersemangat ketika berdiskusi ilmu cinta dengan beberapa teman yang cerdas juga.

Ketika melakukan tiga hal di atas, Anda sedang proaktif mengarahkan fokus dan energi pada hal-hal yang positif.

Anda tidak membiarkan otak Anda berjalan keluyuran, membanding-bandingkan kesuksesan dan kebahagiaan orang dengan kekurangan dan kekalahan diri sendiri.

Bisa jadi di tahun ini Anda punya banyak kesalahan, melalaikan segudang janji pada diri sendiri. Bisa jadi Anda masih berkutat dengan keminderan atau memaksakan diri dalam hubungan yang toxic. Hal-hal tersebut memang fakta yang sudah terjadi di sepanjang tahun, dan terus memikirkannya (ataupun menyesali) tidak akan membuat keadaan jadi lebih baik.

Realitanya, Anda kini punya pilihan: mau terus menangisi kekeliruan itu, atau mau bangkit memperbaikinya.

Apa yang Anda pilih hari ini akan menentukan garis perjalanan hidup yang akan Anda temukan di tahun mendatang.

Saya tidak sedang mendorong Anda untuk membuat resolusi (tahun) baru.

Tidak perlu sampai begitu. Setidaknya, tidak sekarang.

Saya cuma ingin mendorong Anda lakukan tiga buah aksi kecil di penghujung 2019 agar Anda tidak memulai tahun baru dengan kondisi tubuh yang lemah, terikat, dan kusut. Saya ingin Anda menyadari bahwa Anda masih punya kesempatan untuk memperbaiki keadaan di sisa-sisa waktu yang kian menipis ini.

Kalau Anda tidak sempat berbuat apa-apa di awal dan sepanjang tengah tahun, Anda masih bisa kok menutup tahun dengan jauh lebih baik.

Get real connections.

Get freshen up.

Get empowered.

Ketiga upaya olah hubungan, olah lingkungan, dan olah otak itu akan MENGUSIR rasa galau akan masa lalu dan ketidakpastian akan masa depan.

Dan untuk memastikan tahun depan berjalan dengan JAUH LEBIH CERAH, pastikan diri Anda punya panduan perjalanan dan dukungan komunitas yang memotivasi Anda meningkatkan diri dan hubungan hari demi hari.

Anda bisa mendapatkan itu semua dalam KC Star ⭐… ⬇⬇⬇

KC Star ⭐ adalah program terbaru dari Kelas Cinta yang memberi Anda privilege untuk berbagai materi yang telah lewat dan akan datang, baik dalam bentuk live events ataupun live streamings. Langsung saja cek tautan berikut untuk membaca informasi lengkapnya.

Klik KC Star sekarang
Klik KC Star sekarang
Klik KC Star sekarang

Saat ini KC STAR sudah bisa Anda nikmati. jadi segera saja klik sekarang. Untuk mendapat materi lebih lengkap.

YA, SAYA MAU MENDAFTAR KC STAR

You can be better, love better, live better. 👍

[REFERENSI]

  1. New Year’s Blues
  2. Seasonal Affective Disorder
  3. Plugged in but not connected: Individuals’ Responses to Online and In-person Ostracism
  4. Here’s Why Facebook (And Other Social Media) Is Making You Unhappy