5 Kebenaran Tentang Soulmate yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Soulmate Kelas Cinta

Mendengar kata soulmate atau belahan jiwa, kebanyakan orang akan langsung mengasosiasikannya dengan cinta sejati atau satu-satunya jodoh yang akan bersama sampai akhir hayat. Nuansa romantis selalu lekat pada kata soulmate, dan banyak orang terbuai dengan impian akan kisah cinta paling menakjubkan dengan seseorang yang diciptakan hanya untuk mereka saja.

Tentu saja tidak ada asap tanpa api, karena memang benar adanya di mana seorang soulmate adalah semua yang romantis tadi. Tetapi yang sering dilewatkan adalah kenyataan bahwa tidak semua belahan jiwa merupakan teman romansa. Malahan kebanyakan belahan jiwa yang hadir dalam hidup kita adalah pembawa hubungan-hubungan yang jauh dari kata romantis! Berikut ini 5 kebenaran tentang soulmate yang seringkali tidak diketahui banyak orang.

1. Soulmate Tidak Hanya Satu Orang Saja

pexels-photo-341378
via Pexels

Kita semua akan bertemu beragam jenis soulmate dalam hidup ini, dan mereka bisa hadir dalam bentuk orang-orang yang tidak kita duga sama sekali. Bisa jadi guru TK yang baik hati dan mengajari serta menginspirasi kita dalam banyak hal adalah belahan jiwa. Bisa jadi anggota keluarga yang menurut kita manusia paling menyebalkan di seluruh muka bumi adalah belahan jiwa. Teman, mantan, rekan kerja, orang asing yang lewat sesaat; siapapun dan apapun bentuk hubungannya, bisa jadi sebenarnya adalah belahan jiwa kita.

2. Soulmate tidak Selalu Membuat Hidup Indah, Mereka Menyebalkan!

pexels-photo-344102
via Pexels

Tentu saja ada soulmate yang menyenangkan dan bisa menjadi best friend forever (yang akan dibahas lain kali), tetapi yang sering dilupakan adalah bahwa ada banyak soulmate yang akan membuat kita sebal sampai mati. Ingat musuh bebuyutan waktu SMP yang membuat hidup seperti neraka? Atau mantan pacar yang pernah menghancurkan hati berkeping-keping? Orang-orang seperti ini sebenarnya adalah pahlawan tanpa tanda jasa, lho.

3. Soulmate Datang dan Pergi untuk Mengajari Pelajaran Berharga

pexels-photo-286437
via Pexels

Mengapa belahan jiwa kita sendiri bisa menyusahkan hidup kita dan bukannya romantis seperti yang selama ini kita kira? Karena tugas seorang belahan jiwa adalah membantu kita berkembang sebagai manusia, dan cara-cara di mana mereka mengajari kita tidak ada batas ragamnya. Cara itu bisa indah, bisa pula tidak mengenakkan. Tanpa oposisi manusia akan cepat merasa puas atau menjadi malas, sehingga tidak menyediakan ruang untuk berkembang.

Content continue below...

Melalui pengalaman-pengalaman pahit kita akan belajar menjadi manusia yang lebih baik. Dan mereka yang menyebalkan ini sebenarnya mempersiapkan kita untuk the true soulmate yang akan bisa jadi teman romansa sampai akhir hayat!

4. Ketika Peran dan Tugasnya Sudah Selesai, Soulmate akan Beranjak dari Kehidupan Kita

pexels-photo-297996
via Pexels

Kesusahan datang untuk mengajari bahwa kita bisa lebih kuat dari situasi yang menimpa, dari hal-hal sulit kita menemukan kekuatan yang sebelumnya kita tidak tau kita miliki. Belahan jiwa yang menyebalkan, yang kelihatannya, oh well, they just seem to push our buttons, menjadi cermin yang menunjukkan pada kita kekuatan ini. Misalnya, kekuatan untuk bersabar atau berdamai dengan situasi, dan juga kekuatan untuk memaafkan.

Setelah berevolusi, sangat mungkin belahan jiwa ini akan meninggalkan kehidupan kita. Then, what? Masing-masing move on dengan jalannya sendiri-sendiri, dan belahan jiwa yang baru dengan pelajaran-pelajaran baru akan muncul.

5. The True Ultimate Soulmate Menunggu di Akhir Jalan!

Soulmate Kelas Cinta
via Unsplash

Dengan diri kita yang berevolusi setiap harinya, kita akan belajar bahwa kita bisa mencintai lebih dari yang sebelumnya kita bisa. Belahan jiwa yang sudah berlalu atau baru akan ditemui, masing-masing mengajarkan kita untuk melepaskan ego satu per satu yang selama ini menjadi block bagi kita untuk bisa mencintai dengan sesungguhnya. Kita belajar bahwa kita bisa memaafkan diri kita sendiri, sehingga bisa memaafkan dunia sekitar. Kita belajar mencintai harus dimulai dari diri sendiri dahulu, sehingga bisa mencintai orang lain dengan benar.

Ingin tahu tanda-tandanya kamu sudah menemukan seorang soulmate dalam hidupmu? Ikuti artikel-artikel selanjutnya!

Share Your Thoughts