Mengapa Pria Pilih Tidur Setelah Bercinta?

Home Articles Mengapa Pria Pilih Tidur Setelah Bercinta?
Share the knowledge!

Setelah bercinta dengan pasangan, beberapa penelitian sangat menganjurkan keduanya untuk tetap bangun dan melakukan kegiatan mesra. Ada yang menyarankan untuk saling berpelukan, ada pula yang menyarankan untuk tetap terjaga sembari membicarakan hal-hal kecil nan romantis. Nah, bagaimana jika pasangan malah tidur setelah bercinta?

Kenyataannya, banyak pasangan yang “gagal” untuk melakukan ritual tersebut. Banyak pasangan yang nggak bisa atau nggak sempat bermesraan dengan pasangannya karena sang pria sudah lebih dahulu tertidur. Sementara wanita masih terbangun dan mengharapkan adanya sedikit kemesraan, sang pria sudah terlelap setelah bercinta tadi. Hmm, menyebalkan sekali bukan?

Kadang-kadang, ditinggal tidur ini bisa menjadi sebuah masalah dalam hubungan. Mungkin sang wanita jadi merasa bad mood, kesal, dan sebagainya. Namun sebelum uring-uringan nggak jelas, mengapa kita nggak mencari tahu penyebab sang pria bersikap seperti ini? Apakah ada alasan ilmiah untuk menjawab pertanyaan, “Mengapa pria langsung tidur setelah bercinta?”

Baca juga:
Cara Menghilangkan Kebosanan Dalam Hubungan

Tentu saja ada. Beberapa peneliti tergelitik untuk mencari tahu alasan dibalik pilihan sang  pria untuk tidur setelah bercinta. Peneliti mengklaim bahwa kondisi pria yang mengantuk setelah bercinta karena rupanya dipengaruhi oleh perubahan struktur otak secara alamiah setelah ejakulasi.

Pernyataan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Perancis. Mereka melakukan scan pada otak pria selama dan setelah bercinta. Hasil cukup mengejutkan, yaitu korteks serebral bagian otak yang bekerja memproses pikiran, emosi, persepsi, yang memengaruhi tindakan dan aktivitas motorik sehari-hari selama ejakulasi berlangsung.

Peneliti mengungkapkan bahwa setelah bercinta, hormon oksitoksin dan serotonin akan menonaktifkan hasrat seksual sehingga membuat pria mengantuk.

Serge Stoleru, ahli neurologi yang memprakarsai penelitian ini mengungkapkan bahwa saat pria mengalami ejakulasi, ia melepaskan zat kimia yang disebut prolaktin, yang menciptakan rasa kepuasan seksual. Pria yang kekurangan zat prolaktin ni cenderung merasa lebih mudah lelah.

Baca juga:
Bosan Sama Pasangan, Wajarkah?

Dalam survei terhadap 456 orang heteroseskual, peneliti menanyakan keterangan mengenai pola tidur dengan pasangannya. Survei tersebut menunjukkan bahwa berpelukan dan berbicara setelah bercinta, membantu meningkatkan komunikasi antara satu sama lain.

Kalau sikap pasangan yang selalu tidur setelah berhubungan intim ini cukup menganggung, mengapa nggak membicarakannya langsung dengan dirinya? Membicarakan hal yang mengganjal ini secara baik-baik lebih bisa mendatangkan solusi untuk kamu dan pasangan, daripada harus berdiam diri dan bersungut-sungut terus.

Di Smart Conflict Resolution (SCR), Coach Lex DePraxis akan mengajarkanmu bagaimana cara membicarakan masalah ke pasangan tanpa merembet ke masalah lain. Untungnya, kamu tidak perlu menemui Coach Lex DePraxis untuk mempelajari teknik ini karena kamu bisa mengaksesnya secara online di mana pun dan kapan pun. Jadi kamu bisa mempelajari tekniknya setiap hari tanpa mengganggu kegiatan lainnya.

Dapatkan SCR lewat LINK di bawah:

SMART CONFLICT RESOLUTION

Kalau ada masalah, jangan dipendam terlalu lama, langsung bicarakan ke pasangan pakai teknik-teknik yang kamu pelajari di SCR!

Share the knowledge!