Kenapa Wanita Menelantarkan Kecantikan?

large

“Coach Lex, kenapa saya disukai banyak pria yang saya tidak suka, sementara pria-pria yang saya suka justru tidak menyadari saya hidup di alam semesta ini?” demikian pertanyaan Enylessej (nama samaran), seorang wanita berusia 29 tahun.

“Pertanyaan kamu itu mengandung dua asumsi. Untuk bagian pertama, kamu berpikir begitu karena lingkaran pergaulan kamu masih terbatas. Kata kids zaman now, kamu mainnya kurang far away,” jawab saya.

Bibirnya bergerak seperti ingin membantah, tapi dia tutup kembali. Wajahnya tampak menunggu kelanjutan penjelasan. Saya sengaja dia beberapa detik sampai muncul anggukan kepala yang dia sendiri tak sadari.

“Untuk bagian kedua, kamu tidak terlihat di mata banyak pria keren itu karena kamu belum mempraktekkan prinsip outer beauty yang kita bahas dalam beberapa sesi yang lalu,” lanjut saya.

“Eh yang mana?” tanya dia.

“Pria menatap karena outer beauty, lalu menetap karena inner beauty. Masih ingat itu ‘kan?”

“Oooh soal mesti nampilin kecantikan itu yah. Duh mesti banget yah pake cara itu?” keluhnya.

Enylessej tidak sendirian berpikir begitu. Cukup banyak wanita lajang yang merasa berat sekali jika didorong untuk memaksimalkan kecantikannya. Sebagai pria, saya merasa itu adalah keengganan yang absurd. Menampilkan kecantikan adalah cara yang paling alamiah dan mudah untuk memikat lawan jenis. Mengapa malah mencari cara yang berputar-putar dan susah?

Kecantikan adalah gabungan konstruksi genetik dan konstruksi sosial, saya percaya setiap wanita memiliki kesempatan yang sama untuk jadi cantik dan memikat pria idaman. Sayang sekali banyak wanita masih terpeleset dengan pola pikir aneh dan memilih menelantarkan outer beauty-nya. Mereka mengeluh kesepian. Mereka mengeluh pria itu dangkal. Tapi mereka tidak mengerjakan hal paling sederhana (namun paling ampuh!) yang bisa dilakukan.

Manusia selalu menilai dari sampul. Itu insting pria dan wanita di mana saja. Itu tidak bisa dibantah, malah seharusnya dimanfaatkan. Apalagi pria yang mudah sekali jatuh cinta lewat matanya, harusnya wanita memanfaatkan celah tersebut untuk untuk keuntungan diri. [1]

Dalam setiap acara speed dating ataupun single seminar yang kami adakan, saya pasti menjumpai beberapa wanita yang datang dengan penampilan yang ‘apa adanya’. Yang saya maksud ‘apa adanya’ adalah busana mereka terlihat cuma sekedar untuk menutupi badan tanpa memedulikan warna ataupun bentuk. Selain busana, wajah dan rambutnya tidak dipersiapkan secara menawan. Padahal mereka sedang menghadiri sebuah acara penting.

Tentu tidak ada salahnya tampil biasa jika Anda sedang tidak ada keperluan apa-apa. Namun jika tujuannya adalah pertemuan penting dan bersosialisasi, rasanya kurang tepat datang dengan asal-asalan. Peduli packaging atau outer beauty itu adalah prinsip universal yang berlaku pada pria dan wanita bila ingin lebih sukses dalam pergaulan, karir, dan percintaan.

Menurut saya, wanita (apalagi semasa lajang) perlu menyimak prinsip tersebut sedikit lebih banyak dibanding pria. Alasannya sederhana: karena wanita memang sejak lahir memiliki nilai estetika lebih unggul dibanding pria. Sebagai orang yang lebih beruntung, bukankah idealnya dia lebih bangga merawat dan mengaktualisasikan keunggulannya itu?

Anehnya, malah banyak wanita yang menelantarkan keindahannya.

Berikut adalah tiga alasan terpopuler dari para wanita yang getol Tampil Biasa Apa Adanya :

  1. “Aku alergi bahan kosmetik. Kalau kena sedikit langsung gatal seharian.”
  2. “Aku gak mau dianggap cewek yang modal cantik doang!”
  3. “Aduh, aku sibuk banget. Gak sempat dandan!”

Ya semuanya valid dan masuk akal, namun kita juga tahu itu bercampur dengan justifikasi.

Kalau memang alergi kosmetik, bukankah ada banyak pilihan kosmetik lain yang tidak menimbulkan alergi?

Kalau tidak mau dianggap hanya modal cantik saja, ya tinggal tampilkan kehebatan Anda yang lain (seperti sudah saya bahas di artikel Setelah Cantik, Lalu Apa?).. bukannya malah mengucelkan diri sendiri. Iya ‘kan?

Kalau alasannya sangat sibuk dan tidak punya waktu, di Youtube ada segudang video yang mendemonstrasikan tampil menawan bisa dalam waktu 5-10 menit saja. Mau alasan apa lagi?

Dalam setiap acara Lovable Lady Studio, saya mengajukan bantahan-bantahan itu dan banyak wanita akhirnya mengakui alasan mereka sebenarnya, “Iya sih, males aja.”

Apakah Anda juga demikian?

Biasanya manusia malas merawat dan meningkatkan dirinya karena mereka belum sadar apa ruginya bermalas-malasan dan apa untungnya berpenampilan prima. Jadi ijinkan saya mengutip beberapa studi yang bisa membuka mata Anda.

Pertama, studi penelitian berjudul “Beauty and Labor Market” menjelaskan manfaat merawat kecantikan bagi perjalanan karir wanita. Ditemukan bahwa wanita yang berpenampilan menarik ternyata lebih mudah mencapai jabatan tinggi ketimbang wanita berpenampilan biasa saja. Selain itu, wanita yang berpenampilan menarik jauh lebih percaya diri dan mampu membaur di berbagai macam golongan masyarakat. Sedangkan wanita yang ogah-ogahan menjaga penampilannya cenderung menutup diri dan sukar bergaul dengan orang di sekitarnya. [2]

Penelitian hampir serupa juga dilakukan oleh Jaclyn Wong dari University of Chicago. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa wanita yang berpenampilan menarik memiliki penghasilan di atas rata-rata orang biasa. Memang perlahan-lahan daya tarik wanita bisa berkurang, tetapi itu adalah sebuah langkah bagus untuk memulai karir. [3]

Anda bisa lihat sendiri betapa banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari berpenampilan menarik. Banyak penelitian sudah mengonfirmasi kalau orang yang tampil menarik bisa mendapatkan perlakuan, karir, penghasilan, dan prestasi yang lebih baik. Jika Anda kukuh mempertahankan penampilan ala tanaman tak terawat, maka jangan sebal kalau Anda diperlakukan ala kadarnya oleh orang lain.

Soal merawat kecantikan ini, ada satu lagi fenomena yang membuat saya gatal: kebanyakan wanita jadi semakin malas merawat tubuh dan penampilannya setelah menikah. Umumnya kita terpana melihat wanita yang tetap cantik setelah berumah tangga, karena kita sedemikian terbiasa dikelilingi mereka yang menjadi serba malas pasca hari pernikahan.

“Ah, aku ‘kan sudah nikah jadi gak usah dandan buat narik cowok lagi,” alasan mereka. Pemikiran itu mereka sekilas terasa benar, tapi efeknya bisa menggetarkan rumah tangga.

Content continue below...

Secara alamiah, setiap diri kita punya kecenderungan berselingkuh. Itu sudah menjadi insting dasar manusia. Ketika seorang istri menelantarkan masa bodo dengan penampilannya, itu bagaikan mengipaskan bara suami untuk bertingkah dan tergoda dengan sosok lain. Bila mereka berselingkuh, tentu itu adalah keputusan dan pelanggaran mereka sepenuhnya.. namun harus diakui juga Anda turut menyumbangkan pengaruh di sana.

Warsaw School of Economics meneliti sekitar 4 ribu kencan yang melibatkan 560 mahasiswa Columbia University. Mereka menemukan bahwa pria lebih intens berkencan dengan wanita yang atraktif dan berpenampilan menarik. Nah bila Anda sudah rajin merawat diri, maka kesempatan kencan Anda semakin terbuka lebar. Bayangkan apa yang terjadi jika Anda menelantarkan diri? [4]

Bahkan survei dari Capital One Banks menunjukkan kalau wanita menghabiskan $ 150 sampai $ 400 untuk membeli pakaian dan aksesoris. Tentu itu karena mereka sadar bahwa penampilan menarik akan membawa banyak keuntungan bagi mereka. [5]

wanita

Via Shenomics.com

Anda boleh saja beruntung memiliki wajah yang ‘tidak jelek’ sejak lahir, tapi itu bukanlah alasan untuk malas berdandan dan memilih busana yang terbaik. Semua itu berguna untuk melipatgandakan pesona, menarik lebih banyak orang, dan menambah keyakinan seorang pria untuk berani memulai langkah pertama mendekati Anda. Itu sebabnya menelantarkan penampilan sama saja Anda menyabotase kesuksesan Anda sendiri.

Pada ilmu psikologi, ada istilah “Halo Effect” yang artinya manusia terkondisikan menilai pribadi orang sesuai keindahan dan kemenarikan penampilannya. Jadi, semakin menarik penampilan Anda di mata orang lain, maka semakin baik pula tanggapan orang lain terhadap Anda. Efek inilah yang Anda ingin ciptakan sebanyak mungkin pada masa lajang! [6]

wanita

Anda tidak bisa menyalahkan para pria yang tidak mau mendekat karena mereka tidak melihat kemilau Anda. Jangan harapkan pria berbondong-bondong menghampiri karena kekuatan karakter dan ketulusan hati Anda. Penampilan memang bukan segalanya, tapi segalanya BERMULA dari penampilan.

Anda saja merasa risih bila didekati pria berpakaian biasa saja dan lusuh? Anda langsung menilai kualitas dan kepribadian orang itu berdasarkan penampilannya ‘kan? Demikianlah Halo Effect bekerja.

So dear ladies, please don’t make excuses. Jika kekuatan adalah keindahan pria, maka keindahan adalah kekuatan wanita. Anda bisa meraih nyaris apa saja yang diinginkan dengan memperbaiki penampilan Anda. Tidak ada lagi alasan untuk menutup-nutupi kemalasan Anda untuk mempercantik diri.

Saya tidak mengotak-ngotakkan gender, karena saya juga mengumandangkan pesan serupa pada pria: penampilan bukan segalanya, tapi segalanya bermula dari penampilan.  Kita bertanggung jawab untuk menerima dan memanfaatkan aset alamiah yang sudah dimiliki, bahkan sebisa mungkin melipatgandakan efeknya dengan pengaturan busana dan kosmetika.

Pria punya keterbatasan opsi, tetapi wanita punya segudang cara modifikasi outer beauty.. mengapa tidak bersenang-senang memainkannya? Bukankah jika Anda jadi cantik, Anda sendiri juga yang menikmati hasil dan keuntungannya?

Inner Beauty vs Outer Beauty

“Tapi Coach Lex, bagaimana jika aku mau lebih ngandalin inner beauty daripada outer beauty?” tanya Enylessej di akhir sesinya.

“Itu bagus sekali, saya sangat dukung kok. Tahukah kamu apa bukti seseorang memiliki inner beauty? Dia mau menghargai, merawat, dan memaksimalkan outer beauty-nya. Karena hati seseorang yang baik dan bahagia pasti tidak akan menyepelekan dan mengucelkan diri sendiri. Tunjukkan keindahan hati kamu dengan memelihara tubuh dan wajah kamu berkilau senantiasa.”

Memangnya Anda pernah membeli baju yang bahannya bagus tapi model potongannya asal-asalan? ;) [7]

Salam revolusi cinta.

Share Your Thoughts