9 Tuntutan Pasangan yang Harus Kamu Abaikan Karena Dapat Menyakiti Dirimu Sendiri

pexels-photo-366063 (1)

Setiap pasangan pasti memiliki keinginan yang ingin dipenuhi dalam hubungan. Akan tetapi, lain cerita apabila keinginan tersebut berubah jadi tuntutan yang dapat merugikan pasangan. Ya, itulah yang disebut ultimatum. Usaha desperate pasangan kekanakan yang insecure dan terlalu bodoh untuk mencari solusi terbaik demi memecahkan konflik.

Meski tidak adil dan mendekati abusive, ultimatum digunakan banyak pasangan. Orang yang diberi ultimatum pun merasa kecewa dan bingung karena pasangannya dengan sengaja menyakiti dirinya dengan memaksa dia untuk mengorbankan sesuatu yang berharga untuknya. Apabila kamu merasa pasangan sering menggunakan ultimatum untuk menyelesaikan masalah, artinya kamu berada dalam hubungan abusive baik secara mental, fisik, dan emosional. Oleh karena itu, kamu wajib mengenali ultimatum dan tuntutan pasangan yang tidak sepantasnya diberikan pasangan padamu dalam hubungan.

1. “Kalau Kamu Bener-Bener Sayang Sama Aku, Kamu Harus…”

9dih72wux_k-benjamin-balazsvia Unsplash

Ucapan tersebut sangatlah tidak adil buatmu. Kamu terikat dengan pilihan dari pasanganmu saja, seakan kamu tidak memiliki suara untuk mencari jalan keluar. Kamu pun merasa serba salah. Kalau kamu melakukan apa yang diminta pasangan, kamu akan membenci pasangan. Di sisi lain, kalau kamu tidak melakukannya, kamu dianggap tidak mencintai pasangan.

Kenyataannya, ultimatum seperti di atas tidak ada hubungannya dengan cinta. Pasangan hanya ingin mengontrolmu. Pasangan tidak menghormati perbedaan di antara kalian dan tidak mau menghargaimu sebagai individu. Jangan terjebak manipulasi yang satu ini, ya!

2. “Kamu Nggak Boleh Kumpul Lagi Sama Teman Kamu Kalau Kamu Masih Sayang Sama Aku!”

jxwfbuqneom-christopher-campbellvia Unsplash

Selain ultimatum, ada lagi tuntutan pasangan yang memaksamu harus berkorban secara tidak adil. Misalnya, setiap Jumat malam kamu berkumpul dengan teman-teman kantor. Tetapi, berhubung pasangan kamu penyendiri dan ingin kamu bersama dengannya saja, dia menuntutmu untuk tidak lagi berkumpul pada hari Jumat dengan ancaman atau manipulasi.

Pasangan tidak suka kamu berkumpul dengan teman? Itu bukan urusanmu. Pasangan tidak pantas menumpahkan insecurity dan masalah pribadinya padamu. Katakan pada pasangan untuk mencari teman atau melakukan hal lain ketimbang menyeretmu ke dalam lubang kesengsaraannya.

3. “Kalau Kamu Nggak Mau Ngelakuin Apa yang Aku Mau, Kita Putus!”

f-gzklwma2q-cristian-newmanvia Unsplash

Apabila pasangan sampai harus mengeluarkan ultimatum tersebut, sudah jelas kamu berhubungan dengan pasangan abusive dan kekanakan. Tidak selayaknya kamu mengorbankan dirimu, kebahagiaanmu, dan hidupmu demi kepuasan pasangan. Jawaban terbaik atas ultimatum ini adalah, “Aku sayang kamu. Tapi aku nggak akan ngelakuin itu buat kamu.”

Dia memutuskan kamu setelah kamu menolaknya? Berbahagialah dan carilah pasangan baru yang tidak mempelakukanmu dengan abusive.

4. “Kamu Harus Berhenti Kerja Buat Aku!”

zqmebvnkqku-william-stittvia Unsplash

Misalnya, pasangan menyuruh kamu berhenti atau pindah kerja karena alasan sepele seperti teman kantor naksir kamu. Atau kamu dituntut berhenti bekerja demi mengurus rumah padahal kamu masih ingin memperjuangkan karirmu. Padahal pekerjaanmu adalah sumber pemasukanmu, dan kamu sudah nyaman dengan karirmu. Jika kamu merasa bahagia dan tidak membuat kesalahan pada pasangan yang berhubungan dengan pekerjaanmu, tidak semestinya kamu berhenti karena paksaan.

5. “Pilih Aku atau Hobi Kamu!?”

vsqpj_jbrkc-jamie-brownvia Unsplash

Content continue below...

Kamu hobi melukis dan ingin jadi pelukis terkenal. Tetapi, pasangan memarahimu dan menyuruhmu berhenti. Ketika kamu protes, dia menyuruh kamu untuk memilih di antara dia atau passion kamu dalam melukis. Hanya karena kalian saling mencintai, dia tetap tidak berhak menyuruh kamu berhenti melakukan apa yang kamu sukai demi dirinya.

Pasangan dapat menanggapi impian, passion, dan aspirasimu ini dengan rasa cemburu. Dia merasa kamu lebih memilih melakukan hobimu daripada menghabiskan waktu bersamanya. Apabila pasangan merasa diabaikan olehmu karena hobimu, sebaiknya dibicarakan baik-baik, bukannya ngambek dan memberimu ultimatum.

6. “Aku Nggak Mau Ngomong Sama Kamu Karena Kamu Punya Salah Sama Aku!”

6n_ttu58ldc-alejandro-alvarezvia Unsplash

Pernahkah kamu mendapat silent treatment atau diabaikan oleh pasangan karena kamu melakukan sesuatu yang salah baginya? Misalnya, pasangan bersikap dingin dan mengabaikanmu karena kamu lupa menjemputnya di kantor. Wajar saja marah, tetapi jangan sampai pasangan menahan diri untuk tidak mengobrol atau berkomunikasi padamu seolah kamu tidak dianggap ada olehnya.

Sekali lagi, jika kamu dan pasangan sedang bertengkar, berargumenlah dengan sehat. Jangan sampai ada silent treatment atau ultimatum lainnya yang kekanakan.

7. “Kamu Harus Berhubungan Badan Sama Aku Karena Kalau Nggak, Aku Bakal Ngelakuin Sama Orang Lain!”

ynrthpgmfla-everton-vilavia Unsplash

Tidak ada yang lebih parah dari pasangan memaksamu berhubungan badan dengannya demi pembuktian cinta. Katanya, kalau kamu tidak mau melakukannya, dia akan mencari orang lain yang mau berhubungan badan dengannya. Sakit sekali, bukan?

Seks seharusnya sesuatu yang bisa dinikmati berdua tanpa paksaan, lho. Jangan sampai kamu melakukannya karena terpaksa atau sebagai kewajiban. Seks memang menjadi faktor penting dalam hubungan, tetapi kamu tetap harus bertahan pada prinsipmu juga apabila kamu tidak ingin melakukannya.

8. “Kamu Lebih Pilih Aku Atau Anak Kamu?”

7khcncddn2u-cristian-newmanvia Unsplash

Jika kamu seorang single parent, maka pasangan harus menerima keadaanmu yang sudah memiliki anak. Jika pasangan tidak bisa diberi pengertian, dia tidak cocok untukmu. Mengurus anak memang tidak mudah, tetapi tidak sepantasnya juga pasangan menyuruhmu mengorbankan anak demi hubungan.

9. “Kamu Harus Nikahi Aku Atau Kita Putus!”

9n7mfbahx8c-karl-fredricksonvia Unsplash

Hmm… padahal kamu belum lama berhubungan dengan pasangan. Tetapi dia sudah menuntut kamu untuk segera menikahi dan menafkahinya dalam waktu singkat. Tidak adil, ya. Pasangan tidak boleh memaksa kamu mempercepat proses yang seharusnya dipertimbangkan matang dan diproses dengan pantas. Biarkan hubungan mengalir dengan sewajarnya, jangan dipaksakan.

Share Your Thoughts