Memahami Logika Pertumbuhan Cinta

Home Articles Memahami Logika Pertumbuhan Cinta
Share the knowledge!

Sudah siap menyimak dan merevolusi pandangan Anda tentang proses logika pertumbuhan cinta?

Anda tidak mungkin jatuh cinta tanpa melalu proses ini: TERGODA (seduced) → TERPIKAT (suka) → TERIKAT (sayang/cinta).

TERGODA (seduced) adalah fase pertama yang terjadi tanpa Anda sadari: Anda secara otomatis merasa cocok dengan orang yang memesona. TERGODA itu terjadi otomatis di alam bawah sadar, terhubung dengan reaksi biokimia tubuh dan peta psikologis yang tertanam di dalam diri.

TERPIKAT (suka) adalah fase kedua ketika Anda SADAR bahwa Anda ada minat/ketertarikan khusus pada seseorang yang Anda suka. TERPIKAT itu bukan sekedar hasrat alam bawah sadar lagi, tapi juga disadari dan selalu beralasan logis.

TERIKAT (sayang/cinta) adalah fase ketiga SETELAH Anda secara SADAR berinvestasi secara rutin dan intensif dengan ke orang yang Anda suka. Berinvestasi ini bisa dalam bentuk rutin menghubunginya setiap hari, sering mentraktirnya makan atau nonton, membayari kuliahnya, membelikannya berbagai macam hadiah, dan sebagainya.

Baca juga:
Pentingnya Logika Dalam Romansa

Manusia secara otomatis memiliki keterikatan emosi/psikologis dengan sesuatu yang dia “kelola” dengan menghabiskan tenaga, waktu, dan uang. Itulah yang dimaksud dengan INVESTASI, yakni menggunakan sumber daya pribadi untuk mengelola kelangsungan sebuah hubungan. Semakin Anda banyak BERINVESTASI, semakin ERAT, KUAT, BESAR, dan DALAM rasa sayang Anda pada orang tersebut.

Anda sudah baca artikel terpenting Cinta adalah Hasil Investasi ‘kan? Kalau belum, klik saja sekarang.

Rasa sayang adalah rasa TERPIKAT/SUKA yang menumpuk karena Anda awalnya TERGODA lalu RAJIN BERINVESTASI pada orang yang Anda minati. Rasa sayang inilah yang dikenal dengan istilah populer: Cinta, karena sifatnya dewasa, mengikat, berharga, dan jangka panjang.

Jad, hubungan cinta yang sehat hanya bisa muncul jika HUBUNGAN SUDAH BERJALAN, ditandai dengan kedua pihak yang sepakat bekerjasama saling memberi investasi. Makanya saat PDKT, Anda sebaiknya tidak banyak berinvestasi secara sepihak, supaya Anda tidak terlalu cepat cinta alias cinta prematur! Bayangkan jika hanya Anda saja yang berinvestasi, sedangakan gebetan tidak. Bisa ditebak siapa yang cinta dan siapa yang tidak?

Itu yang membuat PDKT yang terlalu lama sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun adalah hal yang buruk karena Anda akan terpancing untuk banyak berinvestasi sehingga bisa menimbulkan cinta prematur! Logika Anda barangkali sudah memberi tahu kalau investasi ini tidak ada gunanya karena gebetan tidak juga menunjukkan tanda-tanda ketertarikan, tapi mau berhenti pun rasanya sayang karena Anda sudah terlalu banyak berinvestasi ke gebetan. Hasilnya? Anda akan semakin banyak berinvestasi lagi, lagi, dan lagi!

Baca juga:
Cinta Itu Pasti Bersyarat!

Begitu pun jika Anda hanya PDKT ke hanya satu orang saja, alias tidak multigebetan. Itu buruk karena Anda jadi fokus ke satu orang saja sehingga menimbulkan cinta prematur! Apalagi jika Anda PDKT ke orang yang pasif/rese/menyulitkan yang malah lebih buruk lagi karena hanya Anda yang berinvestasi, sedangkan dia tidak berinvestasi balik ke Anda.

Kalau ketika PDKT saja Anda sudah timbul cinta, maka itu akan mengganggu suasana karena Anda jadi serius, menekan, tidak seru, dan tidak menyenangkan lagi. Makanya kita sering mendengar atau membaca berita tentang orang yang melakukan berbagai tindakan keliru hanya karena cintanya ditolak. Ya itu karena dia kecewa karena ditolak padahal cintanya sudah menggebu-gebu duluan.

Cinta prematur itu berbahaya karena Anda JADI DULUAN MENYAYANGI orang yang BELUM SIAP/MINAT/TERIKAT untuk menyayangi Anda balik! Anda beresiko MELUKAI DIRI SENDIRI karena sakit cinta tidak berbalas sehingga menciptakan trauma yang bisa menyulitkan Anda di masa depan.

Cinta prematur bisa membuat Anda punya 2 masalah: terlalu sulit atau terlalu gampang mencintai di hubungan berikutnya. Ketika cinta Anda ditolak, Anda akan menganggap bahwa semua orang sama saja sehingga Anda sulit mencintai orang lain. Bisa juga Anda malah jadi terlalu gampang mencintai di hubungan berikutnya jika Anda tidak belajar apa-apa dari kesalahan sebelumnya.

Jadi jangan sok cinta-cintaan saat PDKT. Hargai dan lindungi hati Anda, sama seperti kamu menghargai dan melindungi hati gebetan!

Lalu bagaimana dengan cinta pada pandangan pertama? Cinta pada pandangan pertama itu bukan cinta karena Anda TIDAK ada investasi apa pun di sana, itu cuma insting atau hasrat yang menyala! Insting itu yang langsung Anda nilai sebagai cinta karena seperti itulah yang Anda pelajari dari media selama ini.

Pria, jika Anda bilang cinta saat PDKT, maka Anda sedang MENIPU diri dan gebetan Anda. Itu adalah awal yang buruk untuk hubungan. Anda terlalu cepat mengatakan cinta, padahal itu cuma insting Anda saja. Ketika hubungan sudah berjalan dan insting Anda sudah kenyang dalam hubungan, maka Anda mulai memasuki tahap jenuh dan menggangap hal tersebut sebagai tanda bahwa Anda tidak cinta lagi. Akhirnya Anda menciptakan berbagai masalah seperti selingkuh, mencari kesenangan lain di luar hubungan, dan sebagainya.

Wanita, jika Anda percaya ucapan cinta dari pria yang menggebet ingin menjadikan Anda pacar, maka Anda sedang TERTIPU karena dia biasanya akan berubah setelah jadian. Percayalah ucapan cinta ketika Anda sudah menjalin hubungan dan saling berinvestasi dengan pasangan, bukan dari orang yang baru mengajak Anda jadian.

Jadi WASPADALAH terhadap puitisasi, romantikalisasi, dan komersialisasi istilah cinta yang diselewengkan oleh banyak orang dan media massa. Mereka bikin cinta jadi lebay, konyol, sekadar perasaan, dan tidak logis agar Anda terus mellow, lemah, bodoh, dan TERBUAI FANTASI!

Tidak heran sekarang banyak orang yang terluka karena cinta prematur. Ketika pacaran, mereka jadi manipulatif, lalu pernikahan mendingin, dan akhirnya berantakan.

Belajarlah MEMBANGUN CINTA dengan melibatkan hati dan logika akal sehat Anda, bukannya berdasarkan insepsi dan fantasi dari media.

Baca juga:
Baru Kenal Langsung Ngajak Nikah? Jangan Senang Dulu!

Apa lawan dari cinta? Bukan kecewa, marah, atau pun benci, tapi cuek. Cinta adalah hasil investasi dan cuek adalah ketiadaan investasi. Jadi kalau gebetan Anda cuek dengan segala bentuk pendekatan Anda, Anda seharusnya mengerti bahwa langkah terbaik selanjutnya adalah mencari gebetan lain yang tidak cuek pada Anda!

Jadi inilah POLA linear untuk memahami logika pertumbuhan cinta: TERGODA (seduced) → TERPIKAT (suka) → TERIKAT (sayang/cinta). Orang biasanya MENOLAK mempelajari cinta karena TAKUT membuat cinta jadi terlihat biasa, logis, kaku, mekanik, dan dingin. Namun, kelogisan pola itu tidak bikin cinta jadi kaku seperti mekanik. Justru sebaliknya, cinta makin jadi kompleks, berharga, dan ajaib.

Hubungan cinta yang SEHAT dan DEWASA diawali dari PEMAHAMAN yang sehat dan dewasa tentang apa itu cinta dan bagaimana polanya. Mempelajari dan memahami logika pertumbuhan cinta akan membuat Anda lebih menghargai diri sendiri, orang lain, dan pasangan Anda di masa depan.

Di KC STAR, ada ratusan materi cinta yang membuat Anda semakin memahami bagaimana proses logika pertumbuhan cinta, sekaligus bagaimana menjaga cinta tersebut ketika Anda berada dalam hubungan. Semua materinya dijabarkan dalam bentuk video, audio, dan ebook yang bisa Anda akses selama Anda berada di kawasan yang menjangkau internet. Anda jadi bisa mempelajari cinta di mana pun dan kapan pun yang Anda mau.

Daftarkan diri Anda lewat LINK di bawah untuk dapat mengakses KC STAR:

KC STAR

Anda sama sekali tidak perlu malu untuk mempelajarinya karena memang tidak pernah ada orang yang pernah mengajarkan Anda tentang ini semua sebelumnya. Teruslah belajar cinta di Kelas Cinta!

Referensi:
[1] Prinsip Cinta Yang Tidak Boleh Dilupakan

Share the knowledge!