Mengapa Wanita Sering Berkata “Aku Nggak Apa-Apa”

USA, New Jersey, Jersey City, Couple having argument

Kebanyakan pria yang memiliki pasangan pernah mengalami masalah yang sudah sangat klise ini. Tanpa sebab dan tiba-tiba, pasangan ngambek atau diam saja. Lalu, saat ditanya apakah ada yang salah, hanya dijawab dengan, “Aku nggak apa-apa.”

Couple ignoring each otherUcapan ini juga dilontarkan oleh wanita dalam berbagai bentuk lainnya yang serupa. Wanita melakukannya sebagai bentuk kode darinya kepada pasangannya dengan dikemas dengan kata-kata manis yang sebenarnya bermakna sebaliknya. Jadi, ketika si dia berkata tidak apa-apa dan kamu mengabaikannya atau salah tangkap, berarti kamu akan dicap tidak peka olehnya, Guys.

Nah, akibatnya, ibarat menjinakkan bom waktu, pria harus mencari tahu apa maksud di balik ucapan “Aku nggak apa-apa,” wanita. Sulit? Sudah pasti. Berpengaruh dalam hubungan? Tentu saja. Sikap wanita yang tidak dewasa ini dapat menjadi bumerang bagi dirinya yang sengaja bermain kode dengan pasangan tanpa mengetahui dampak negatif yang akan dia rasakan sendiri. Lalu, jika memang berdampak negatif, mengapa wanita masih sering menggunakan ucapan ini?

Tanpa kode, tanpa berbelit-belit, inilah jawabannya: ketika wanita berkata “Aku nggak apa-apa,” sebenarnya dia kurang cerdas dalam mengungkapkan perasaannya sendiri. Biasanya, wanita akan beralasan takut tidak mengenakkan hati pasangan, karena ingin dimengerti tanpa harus berkata banyak, dan dia sudah terlalu ‘lelah’. Lelah karena pasangannya tidak kunjung mengerti juga dengan penjelasan darinya.

Padahal sebenarnya, tidak ada yang bisa benar-benar memahami pasanganmu selain dirinya sendiri. Apakah kamu salah karena tidak bisa memahami dia? Tidak. Karena kamu tidak bertanggungjawab atas emosi pasangan. Pasangan tidak berhak menuntutmu untuk harus peka demi kenyamanannya sendiri. Manusia adalah makhluk yang berkomunikasi menggunakan suara dan bahasa yang jelas, bukan melalui telepati atau indera keenam.

Content continue below...

Bertindak atas emosi adalah pilihan dari masing-masing individu. Misalnya, kamu sedang marah, kamu bisa memilih untuk membentak-bentak dan memukul orang yang membuatmu marah atau memilih untuk mengalah demi kedamaian bersama. Pasanganmu juga memiliki pilihan yang sama. Ketika dia sedang kesal padamu, dia bisa memilih pilihan yang terbaik: menjelaskan perasaannya dan menyatakan apa yang dia inginkan secara lugas dan terbuka. Atau lebih memilih diam, berkata tidak apa-apa, dan berharap kamu memahami kodenya hingga dia terperosok oleh perasaannya sendiri.

Wanita yang cerdas akan mencari tahu sebab emosi yang dia rasakan daripada langsung ngambek tidak jelas. Dengan begitu, dia bisa mengungkapkan sebab kekesalannya dengan lugas dan tegas. Dia akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya padamu tanpa dikuasai emosinya sendiri.

Jadi, kecuali kamu memiliki kemampuan membaca pikiran, kamu tidak perlu memusingkan diri memecahkan maksud di balik ucapan “Aku nggak apa-apa,” darinya. Namun, sebagai pasangannya, kamu dapat mendorongnya untuk bersikap jujur terhadap dirinya sendiri dan menciptakan keterbukaan dalam hubungan bersama-sama.

Share Your Thoughts