Kamu Tetap Laku Meski Tidak Perawan Lagi

beautiful-beauty-blouse-1036623

Kalian pasti pernah mendengar, atau mungkin menganut ajaran orang tua untuk menjaga keperawanan sampai waktunya menikah. Beberapa waktu lalu, seorang teman datang sambil menangis dan bercerita kepada saya:

“Aku ingin putus sama pacarku, aku sudah tidak tahan lagi sama kelakuannya yang selalu menyakitiku, dia membuatku tertekan, apalagi dia tidak bisa diajak kerjasama untuk membangun hubungan yang lebih baik. Tapi aku sudah terlanjur berhubungan badan sama dia, aku sudah tidak  perawan lagi. Nanti kalau aku putus, apa masih ada pria yang mau sama aku? Apa aku bisa mendapatkan pria yang baik? Aku takut.”

Jika melihat kasus di atas, pasti ada banyak asumsi menurut pendapat masing-masing. Namun, saya di sini bukan untuk membahas ajaran menjaga keperawanan. Saya akan membahas bagaimana cara sang wanita agar berani MOVE ON dan bisa mendapatkan pria keren meski sudah tidak perawan.

Baca juga:
Cek Strategi PDKT Kamu Selama Ini!
3 Alasan Anda Takut Jatuh Cinta

Jadi setelah dia berhubungan badan dengan pacarnya, wanita ini merasa jatuh ke dalam hubungan yang tidak sehat. Dari situ sang wanita berpikir, ”Apakah sebaiknya aku tetap melanjutkan hubungan yang tidak sehat ini hanya karena aku sudah menyerahkan keperawanan?” dan “Jika aku putus, MASIH ADAKAH PRIA YANG BISA MENERIMAKU YANG SUDAH TIDAK PERAWAN?”

Baca dan tanamkan kalimat ini di otak Anda: jika Anda percaya diri, pasti ada pria keren yang mau menerima Anda meski sudah tidak perawan.

Mengapa wanita sampai terbujuk untuk melakukan hubungan seks dengan pria yang dicintainya?

Susan Krauss Whitbourne Ph.D. dalam artikel “Take It Slow If You Want Yor Relationship to Last” mengatakan bahwa:

“For women, having sex early in the scheme of things signified to them that their partner was committed to the relationship. For men, having sex early in the dating period didn’t actually have that same meaning. Premarital sex, especially early in the dating relationship, has different impact on satisfaction of women than men. Men and women don’t seem to differ in what they want out of a sexual relationship, at least according to other research. However, they do seem to attach different meanings to sex as an indicator of commitment.”

Di sisi wanita, berhubungan seks dengan pria yang dicintainya merupakan salah satu cara untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam menjalani hubungan. Sedangkan di sisi pria, berhubungan seks dengan wanita yang dicintainya tidak memiliki arti yang sama.

Saya bertanya lebih lanjut tentang apa yang membuatnya mau berhubungan badan dengan pasangannya. Dia bilang karena merasa sayang dan dirayu pleh pasangannya itu. Jadi sebagai tanda sayang, dia mau diajak berhubungan badan. Oleh karena itu, teman saya merasa sangat menyesal ketika sudah berhubungan seks dengan pria yang dicintainya, tapi hubungan tersebut harus kandas.

Apa yang membuat Anda takut tidak akan menemukan pria lain yang mau walaupun sudah tidak perawan?

Eivind Kjorstad menjabarkan perbandingan pemahaman tentang seksualitas. Zaman dulu, seksualitas wanita dipandang sebagai “property” yang harus dijaga dan dilindungi oleh ayah/kakak laki-lakinya sampai ia menemukan pria yang pantas untuk dinikahi.

Namun, saat ini seksualitas bagi wanita dipandang sebagai suatu hal yang harus dijaganya sendiri. Sang wanita berhak memutuskan sendiri kapan dan dengan siapa dia berhubungan seks. Dengan catatan, ia harus menyadari konsekuensinya. Jadi, jika suatu saat Anda sudah berhubungan seks dengan pasangaan lalu hubungan itu kandas, maka segala konsekuensi sepenuhnya ada pada diri Anda.

Dikutip dari artikel Kelas Cinta berjudul “Di Sini Pria Akan Bicara Tentang Menikah” yang membahas beberapa pertanyaan seputar pernikahan. Ada banyak pertimbangan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, diantaranya:

  1. Ketakutan tidak bisa memenuhi kebutuhan anggota keluarga nantinya.
  2. Keyakinan akan perasaan cinta terhadap pasangan.
  3. Hubungan yang bersifat mutualisme.
  4. Ketakutan kehilangan kebebasan setelah menikah.
  5. Masalah financial yang akan dipenuhi.

Baca juga:
Di Sini Pria Akan Bicara Tentang Menikah

Jadi ladies, apakah pria memikirkan keperawanan pasangannya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan? TIDAK. Bisa kita ambil kesimpulan bahwa sebagian besar pria tidak mempermasalahkan keperawanan. Mari kita lihat perbandingan lainnya.

Mega Dini  melakukan wawancara kepada 10 pria tentang pentingnya keperawanan pasangan menjelang hari pernikahan. Hasilnya, 3 dari 10 pria menganggap bahwa keperawanan itu penting bagi mereka. Sedangkan 7 pria lain menganggap keperawanan itu hal yang tidak penting. Ini salah satu pendapat mereka:

“Jujur ya, sebenenernya aku tidak terlalu mementingkan hal-hal seperti itu. Ada masih banyak sekali hal yang lebih penting untuk diurus ketika sesudah menikah daripada mempermasalahkan apakah dia masih perawan atau tidak. Sesederhana itu.” 

EXCACTLY! Ladies, sekarang apa Anda sudah yakin kalau masih ada hal yang lebih penting daripada keperawanan bagi pria?

Spielberger menjabarkan bahwa ketakutan adalah state anxiety, yaitu suatu keadaan/kondisi emosional sementara yang ditandai dengan perasaan tegang dan kekhawatiran.  Perasaan itu muncul karena penghayatan yang bersifat subjektif mengenai situasi lingkungan yang khusus, misalnya stress.

Artinya, Anda secara sadar merasa takut dengan kemungkingan belum terjadi. Padahal ketakutan itu hanya ada dalam pikiran Anda sendiri. Jadi jangan kelamaan berkubang dalam lumpur, buang pikiran-pikiran kotor yang membuat Anda tidak bisa berkembang.

Content continue below...

Bagaimana caranya tetap laku meski sudah tidak perawan?

Yang pertama, saya sarankan Anda untuk mengikuti kelas Lovable Lady untuk membuka lebar pikiran yang sempit itu. Kalau udah, silakan terapkan semua ilmu-ilmunya di kehidupan sehari-hari.

Tapi jika Anda belum mengikuti kelas Lovable Lady, saya beritahu kunci rahasia untuk tetap laku meski sudah tidak perawan lagi. Rahasianya adalah, Anda wajib PERCAYA DIRI.

Catat ini dengan tinta tebal: hubungan seks dengan pasangan adalah kesepakatan. Kalian wajib melakukannya tanpa terpaksa dan penuh tanggung jawab, bukan sekedar untuk menunjukkan rasa sayang.

Lianne Avila dalam artikelnya 5 Simple Things A Man Does That Are Really Signs Of True Love  menyebutkan: “If the person you are seeing touches you without initiating sex, it likely means he really likes you and enjoys spending time with you. You can experience an emotional connection by touching or holding hand, also known as loving touch.” [4]

Anda harus cerdas membedakan pria yang ingin berhubungan serius dengan pria yang hanya menginginkan tubuh Anda. Pria yang benar-benar mencintai Anda akan menunjukkan cintanya, meskipun tanpa berhubungan seks.

Cara selanjutnya untuk bisa jadi laku meski sudah tidak perawan, Anda harus memperbaiki kualitas diri. Asah skill yang Anda miliki, percantik diri, belajar komunikasi yang baik, lalu perluas lingkup pergaulan Anda.

Ada banyak pria di luar sana yang tidak memusingkan keperawanan. Nih saya kasih bocoran, hal apa yang dilihat dan dipertimbangkan pria dalam memilih pasangan hidup:

  1. Fisik

Memang fisik adalah hal yang utama, karena pria adalah mahluk visual. Kalau Anda sudah menarik secara visual/penampilan, pria pasti akan mengingat Anda terus.  Pintu hatinya bagi Anda sudah terbuka lebar, tinggal keputusan Anda mau masuk atau tidak.

Jika Anda merasa jelek, cari satu hal yang bisa Anda tonjolkan untuk menarik perhatian pria. Anda tentu punya kelebihan yang bisa dipamerkan. Bila Anda sudah merasa cantik, tinggal perbaiki sisi menarik lainnya. Namun, bagaimana kalau Anda tidak bisa berdandan? Minimal Anda wajib tampil rapi, bersih, dan memakai pakaian yang mencerminan kewanitaan Anda, mustahil ada pria yang menutup mata.

Jangan lupa tersenyum untuk menambah kecantikan Anda. Saya kasih tips tambahan: setelah memanjakan matanya dengan penampilan, manjakan lidahnya dengan masakan Anda. Dijamin dia akan semakin klepek-klepek!

  1. Pergaulan.

Pergaulan di sini bisa mencakup banyak aspek. Mulai dari lingkungan keluarga, teman-teman, tempat kerja, sampai cara bergaul dengan orang asing. Kalau Anda bergaul dengan orang-orang yang cerdas, saya yakin Anda juga akan ikut cerdas. Anda juga bakal jadi orang yang asyik diajak ngobrol dan pergaulan Anda akan semakin luas. Dari situ, jalan untuk menemukan pria yang lebih baik pasti terbuka lebar.

  1. Karakter Anda.

Apa Anda sering terlihat murung, kurang senyum, atau jutek? Tolong ubah karakter itu  karena pria lebih tertarik pada wanita ramah dan suka bercanda. Selain itu mereka juga suka wanita yang mandiri karena tidak akan menyusahkan dan bisa diandalkan untuk bekerja sama membangun rumah tangga.

  1. Yang terpenting isi dalam otak Anda, bukan isi dalam rok Anda!

Kecerdasan itu bukan main pentingnya karena berfungsi untuk memfilter kebodohan-kebodohan di sekeliling Anda. Jadi, isi otak Anda dengan hal-hal yang berguna, bukannya diisi dengan pergelutan romansa yang penuh drama. Namun, juga bukan sekedar diisi dengan ilmu pengetahuan dari sekolah/kuliah saja, tapi dengan pegetahuan tentang semua aspek kehidupan.

Baca juga:
Sekolah Cinta, Perlukah?
Rahasia Mindset Wanita Yang (Lebih) Dicintai Pria

Singkat cerita, setelah melewati fase putus dan move on dengan cerdas, akhirnya teman saya menemukan pria dambaan yang tidak memperhatikan keperawanannya. Mereka berpacaran selama 2 tahun dan kini sudah menikah. Good job! Ayo jadi wanita cerdas selanjutnya.

REFERENSI

[1] Take It Slow If You Want Your Relationship To Last

[2] Why Are Girls Nowaday Mostly Not Virgin Before Marriage

[3] Seberapa Penting Makna Keperawanan Bagi 10 Laki-laki ini?

[4] 5 Simple Things A Man Does That Are Really Signs of True Love

Share Your Thoughts