Trauma Dapat Mengubahmu Menjadi Master atau Monster. Pilih yang Mana?

Home Articles Trauma Dapat Mengubahmu Menjadi Master atau Monster. Pilih yang Mana?
Share the knowledge!

When you’re hurt, you can let yourself grow from it or let it define you. Ibarat cerita dalam film-film, ketika tokoh utama memiliki trauma, dia berkembang menjadi tokoh protagonis yang baik dan kuat berkat traumanya. Namun, ada pula yang berubah menjadi penjahat atau tokoh antagonis dengan trauma yang sama.

Seperti itulah kamu saat ini. Karena traumamu di masa lalu, kamu mengalami kesulitan saat ini. Baik di kehidupan karir, lingkungan sosial, maupun kehidupan asmaramu. Kamu takut menyakiti orang lain karena traumamu, atau kamu mungkin telanjur menyakiti orang lain karenanya. Apa yang harus kamu lakukan? Dapatkah kamu meminta orang tersayangmu menerima kamu apa adanya tanpa mengabaikan trauma kamu? Bisakah perlakuanmu terhadap si dia dimaafkan karena kamu memiliki masa lalu yang sulit? Berikut ini adalah 7 trauma yang amat membekas dan dapat mempengaruhi kehidupanmu serta cara menyembuhkannya.

1. Dibohongi Terus-Menerus

photo-1450349375118-7a1cded99d45via Unsplash

Trust is like a mirror, you can fix it if it’s broke, but you can still see the crack in your reflection. Bagaimana kamu bisa mempercayai orang lain lagi setelah orang yang paling kamu sayang membohongi kamu berkali-kali? Berkali-kali juga kamu maafkan, tetapi tetap dilanggar juga. Karena itulah, kamu sering curigaan dan mudah cemas saat bersama pasanganmu.

Sayangnya, untuk tahu apakah kamu bisa mempercayai seseorang atau tidak, kamu harus memberikan kepercayaannya padanya terlebih dulu. Dan ketika kamu tahu dia tidak bisa dipercaya, kamu harus bisa memberanikan diri untuk meninggalkan dia atau mengambil sikap tegas untuk kebaikanmu. Selain itu, sebelum kamu bisa mempercayai orang lain, bisakah kamu terlebih dulu mempercayai diri sendiri bahwa kamu bisa melaluinya dengan baik?

2. Diselingkuhi Berkali-kali

A photo by Lechon Kirb. unsplash.com/photos/5tniytQs68Evia Unsplash

Diselingkuhi sangatlah menyakitkan, apalagi kalau orang tercintamu melakukannya lebih dari sekali. Kamu jadi mempertanyakan kepantasan dirimu, seberapa berharganya kamu, dan sulit sekali untuk mempercayakan hatimu lagi pada orang lain. Kamu pun mudah rapuh saat berhubungan dengan orang baru. Kamu curiga dan cemas si dia bakal mengkhianatimu lagi cepat atau lambat.

Cara terbaik untuk meruntuhkan ketakutanmu adalah dengan mengkomunikasikannya secara jujur pada pasangan. Ingatlah, si dia bukanlah orang yang menyelingkuhi kamu dulu. Sedikit pun, jangan pernah menyakiti pasangan karena trauma kamu. Maafkan masa lalumu, berdamailah dengan diri sendiri, dan cobalah untuk bersikap rasional ketika trauma mulai menghantuimu.

3. Janji Palsu

DCIM100GOPROGOPR2819.via Unsplash

Apa yang terjadi ketika si dia yang kamu cintai berjanji tidak akan menyakitimu, berjanji akan selalu hadir buatmu, tetapi dia malah mengingkari semua janjinya satu per satu? Hatimu hancur, seketika kamu tidak bisa mempercayai apapun lagi. Untuk apa seseorang berjanji kalau pada akhirnya dia hanya mengingkarinya? Berhakkah kamu menuntut orang lain membuktikan janji mereka padamu meski mereka harus menyakiti diri demi melihatmu tersenyum lagi?

Jawabannya ada di tanganmu. Tetapi ingat, jika orang lain menjanjikan hal indah padamu dan mereka tidak bisa menepatinya, kamu bisa meraih hal indah tersebut dengan tanganmu sendiri tanpa perlu menanti si dia memberikannya padamu.

4. Ditelantarkan Oleh Orang Tersayang

photo-1440549800803-9e2d063c9d00via Unsplash

Baik ditelantarkan oleh keluarga maupun pasangan, keduanya adalah mimpi buruk yang harus kamu hadapi di kenyataan. Masalah seperti ini dapat mengakibatkan kemarahan, kecemasan, dan kesedihan yang tidak berujung dalam hubungan. Kamu merasa tidak dihargai dan diabaikan karena orang tersayangmu lebih sibuk melakukan hal lain. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kamu mengurus diri sendiri terlebih dulu.

Mungkin kamu tidak bisa memaafkan mereka yang sudah mengabaikanmu, tetapi kamu bisa menemukan orang lain yang bisa menyayangimu sebagaimana seharusnya. You are worthy and lovable to yourself. Orang yang tidak bisa melihat betapa berharganya orang lain, biasanya tidak sadar dia belum menghargai dirinya sendiri. Jangan jadi orang seperti itu, ya.

5. Kekerasan Verbal

photo-1436306896198-6f280fe8481bvia Unsplash

Orang yang mencintaimu seharusnya memujimu, mendorongmu dengan ucapan semangat, dan memberi kritik yang membangun. Namun, apabila orang tercintamu malah memaki-makimu, mengamuk padamu demi memuaskan amarahnya, dan sering mencela dirimu, kamu jadi meragukan diri sendiri. Kamu mulai percaya semua ucapan mereka benar. Dan pujian serta afirmasi positif dari orang lain tenggelam di antara makian si dia yang terus terngiang di benakmu.

Tahu tidak, dalam psikologi, terdapat istilah projecting yang artinya ketika seseorang merasa tidak nyaman dengan dirinya, dia akan merefleksikannya pada orang lain untuk menyangkalnya. Jadi, ketika si dia mengataimu brengsek dan tidak berguna, sebenarnya dirinyalah yang merasa demikian. Namun, karena dia tidak sadar atau tidak mau mengakuinya, dia jadi melampiaskannya padamu.

6. Kekerasan Fisik

A photo by Sunset Girl. unsplash.com/photos/FjAD28N8-IQvia Unsplash

Kamu berharap si dia mau memelukmu, menciummu, dan memperlakukanmu dengan baik sebagaimana mestinya. Namun, dia memukulmu, menamparmu. Lalu, dia memohon-mohon maaf padamu dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Kamu mungkin memaafkannya, tetapi dia tidak sadar perlakuan kasarnya tidak hanya meninggalkan luka secara fisik, tetapi juga menorehkan luka di dalam hatimu. Meski luka fisikmu sudah sembuh, namun trauma batinmu tetap tersisa. Kamu takut, apakah kamu hanyalah sampah yang berhak diperlakukan seperti ini?

Buktikan pada dirimu kamu berharga dengan menyelamatkan diri sendiri. Siapa saja bisa mengulurkan tangan padamu, namun sia-sia saja jika kamu tidak menyambut uluran tangan mereka. Hubungi keluarga atau teman terdekat untuk meminta bantuan, berkonsultasilah dengan terapis yang bisa kamu percaya.

7. Dibanding-bandingkan Dengan Orang Lain

photo-1422765732560-d03723b2c6b1via Unsplash

Kamu merasa dirimu keren, baik, dan mampu melakukan banyak hal hingga akhirnya, orang tersayangmu berkata kamu tidak sebaik mantannya atau temanmu. Apapun yang kamu lakukan tidak pernah cukup memenuhi ekspektasi mereka. Yang ada kamu berubah jadi orang pesimis dan pahit.

Jalan terbaik adalah dengan meninggalkan mereka dan penuhi saja ekspektasi kamu sendiri. Hanya karena kamu tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, bukan berarti kamu tidak berkualitas. Akan selalu ada orang yang akan menghargai kamu yang sebenarnya, dan mulailah dari dirimu sendiri.

Semua masalah tersebut dapat mendorongmu untuk berkembang atau malah mengubahmu menjadi monster. Jika kamu memilih pilihan kedua, ketahuilah bahwa menyakiti orang lain karena kamu pernah disakiti hanya akan menciptakan siklus kejam tiada akhir di antara kamu dan orang-orang di sekitarmu.

Apabila kamu merasa ada yang salah dengan dirimu karena selalu dikelilingi oleh orang-orang buruk, kamu bisa memilih untuk sok kuat, tetap bertahan dengan harapan ada keajaiban yang bisa mengubah segalanya menjadi lebih baik, atau meninggalkan mereka dan mencari pertolongan.

Remember: you are what you love, not who loves you.

Share the knowledge!