Punya Banyak Gebetan Atau Fokus Satu Saja?

anne-marie-pronk-575382-unsplash

Bagaimana pola PDKT Anda selama ini: mendekati banyak orang atau cukup satu gebetan saja?

Kebanyakan orang sih bermimpi jadi orang populer: punya stok puluhan gebetan yang siap digandeng kapanpun Anda mau. Kehidupan terasa lebih enteng karena tidak ada yang mengolok-olok Anda sebagai amoeba; makhluk yang berkembang biak dengan cara membelah diri. Anda bisa ketawa-ketiwi ketika orang melirih penuh dengki karena Anda banyak teman dan berkencan sana-sini.

Khayalan indah itu yang membuat orang gemar dan gatal mengumpulkan sebanyak mungkin gebetan. Segala cara pun dipakai, dari yang masuk akal seperti belajar PDKT lewat Kelas Cinta, sampai yang berbau mistis seperti ajian pengasihan. Semua demi mendapatkan teman jalan di malam minggu.

Namun, ada juga orang-orang yang cuma mengejar satu gebetan saja. Mereka berpinsip FOCUS alias Follow One Course Until Successful. Nanti kalau gebetannya sudah resmi jadi pasangan, mereka tetap FOCUS alias Follow One Commitment Until Sah di pelaminan. Kalau Anda cuma punya satu gebetan yang terus Anda pepet meski dia menolak, maka Anda termasuk golongan FOCUS ini.

Dilihat dari kacamata manapun, punya banyak gebetan akan terasa lebih menyenangkan ketimbang punya satu saja. Berikut adalah beberapa benefits-nya:

  1. Semakin banyak pilihan gebetan, semakin mudah menyeleksi calon pasangan terbaik.

Jika ingin dapat pasangan yang terbaik, maka Anda harus punya banyak yang baik. Mau tak mau Anda harus melakukan proses seleksi yang panjang. Tapi sebelum bisa menyeleksi, tentunya Anda harus mengoleksi sana-sini sekian banyak orang yang sesuai dengan kriteria umum Anda.

Anda tidak mungkin bisa memilih-milih jika tidak ada pilihan. Bila minim pilihan, Anda psati akan terpaksa menerima semua kekurangan gebetan—termasuk yang tidak bisa ditolerir seperti perlakuan kasar atau penghinaan. Kalaupun jadi pasangan, hubungan kalian pasti kacau balau karena banyak ketidakcocokan yang dipaksakan.

  1. Semakin banyak pilihan gebetan, semakin hati Anda terlindungi dari baper dan koper.

Perhatikan teman-teman Anda yang sedih ampun-ampunan kalau gebetannya mendadak hilang atau kecantol orang lain. 90% penyebabnya pasti karena cuma satu itu saja yang mereka kejar. Jika mereka punya 5 atau 10 gebetan, mustahil bisa sesedih itu. Ditinggal pergi satu gebetan, maka ada 9 gebetan lain yang siap diajak jalan. Luka di hati jadi tidak lebar-lebar banget.

Hal yang sama bisa terjadi pada Anda kalau cuma mengandalkan satu gebetan. Secara tidak langsung Anda bergantung padanya. Dia menjadi pihak yang memutuskan apakah menerima Anda atau tidak. Sementara Anda menjadi pihak sekunder yang nasibnya ditentukan oleh orang lain.

Untung-untung bila diterima, tapi kalau tidak? Anda harus menghabiskan waktu lagi untuk mencari gebetan yang baru. Sudah rugi BAwa PERasaan dan KOrban PERasaan, rugi di waktu pula.

  1. Multigebetan membuat Anda lebih pandai dan berpengalaman mengelola cinta.

Mengencani banyak gebetan membuat Anda paham karakteristik orang yang berbeda-beda, sekaligus mengerti pola kelakuan seseorang ketika berada di situasi tertentu. Nantinya, Anda jadi tahu apa yang harus dilakukan bila pasangan bertindak di luar rencana.

Contoh: karena pernah berhubungan dengan gebetan yang suka bertengkar, Anda jadi tahu bagaimana meredakan situasi ketika bertengkar dengan pasangan. Hasilnya, hubungan bisa cepat diperbaiki sebelum keretakannya parah.

Semua yangAnda alami selama masa pergebetan bisa sangat berharga di masa relationship. Anggaplah itu sebagai bekal persiapan untuk menjalin hubungan yang lebih serius.

  1. Standar Anda dalam menentukan pasangan jadi lebih tajam dan tinggi.

Ibarat sekantor dengan banyak orang berbeda, Anda jadi lebih paham mana rekan yang pekerjaannya cepat beres dan mana yang asal-asalan. Sama halnya ketika Anda biasa berhubungan dengan banyak gebetan. Otak jadi lebih terasah dalam menilai seseorang, sehingga standar Anda untuk menentukan pasangan juga mengalami peningkatan.

Misalnya: Anda pernah punya gebetan yang bagus di fisik dan sifatnya pun sejauh ini baik. Tapi setelah beberapa kali kencan, ternyata dia lebih doyan live di Instagram ketimbang mengobrol dengan Anda. Akhirnya itu menyadarkan Anda bahwa lain kali harus mencari gebetan yang fisiknya tidak hanya bagus, tapi juga tidak candu media sosial. Standar Anda menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

Anda bisa menikmati keempat benefit multigebetan di atas selama rajin membaca dan mempraktikan materi di Kelas Cinta. Namun, ada satu resiko yang harus Anda hadapi saat jumlah gebetan melebihi kuota. Resiko itu adalah Anda akan menguras uang, tenaga, dan waktu sepuluh kali lipat lebih banyak demi meladeni semua gebetan.

Content continue below...

Journal of Social and Personal Relationships pernah mengungkapkan bahwa untuk akrab dengan orang yang baru dikenal, Anda perlu menghabiskan 50 jam bersamanya. Itu baru sekedar mengakrabkan diri. Bila Anda ingin menjadikannya sahabat atau gebetan, maka diperlukan 200 jam kebersamaan sampai kalian benar-benar paham satu sama lain. [1]

Bayangkan, proses menjadikan satu orang biasa ke gebetan saja membutuhkan waktu sebanyak itu. Hitungan kasarnya, bila Anda punya 10 orang yang ingin dijadikan gebetan, maka total ada 2000 jam yang harus Anda habiskan bersama mereka!

Itu baru proses menjadikan gebetan, belum jumlah uang yang Anda gelontorkan untuk mengencani mereka satu per satu. Untuk kencan di kafe standar saja, Anda perlu merogoh kocek sekitar Rp 70.000 sampai 100.000 untuk sekali pertemuan. Itu murni biaya makan dan minum Anda sendiri, angkanya bisa terbang tinggi kalau Anda mentraktirnya.

Anggaplah Anda mengajak kencan gebetan yang berbeda setiap malam minggu, maka dalam 10 minggu ada Rp 1.000.000 yang masuk ke rekening pemilik kafe. Itu baru biaya kencan, belum termasuk biaya bensin kalau Anda menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi. Jika pengeluaran itu masih terlalu enteng bagi Anda, masukkan juga biaya nonton dan biaya masuk tempat-tempat rekreasi (bila Anda bosan ketemuan di kafe). Silakan menangis di ATM terdekat.

Belum lagi ditambah dengan tenaga yang terkuras karena harus ke sana kemari dengan gebetan yang berbeda. Contohnya: Siang ini Anda menemani A membeli pakaian Lebaran di Mall XXX. Bergentayangan keliling mall saja sudah melelahkan, apalagi sambil memilih-milih pakaian. Ketika urusan dengan A sudah selesai, tiba-tiba hape berbunyi dan memberitahukan bahwa Anda punya janji menemani B ke rumah sakit sore ini. Malamnya, C menagih janji Anda untuk membantu mengerjakan skripsi.

Sibuknya bukan main!

Jika tidak pandai mengatur waktu, Anda bisa capek sendiri karena harus meladeni satu per satu. Parahnya lagi, bisa-bisa Anda melalaikan kewajiban lain seperti pekerjaan atau tugas kuliah cuma untuk jalan-jalan dengan gebetan.

Untuk mencegahnya, cek dulu apakah ada hal-hal penting yang harus diselesaikan secepatnya? Jika Anda terancam di-DO dan besok harus menyerahkan skripsi, maka minggu ini kesampingkan dulu jalan-jalan bareng gebetan. Setelah pergumulan dengan dosen sudah selesai, barulah Anda bersenang-senang dengan gebetan. Jadikan itu sebagai self-reward karena sudah bekerja keras.

Setelah membaca artikel ini, apa Anda masih ingin fokus dengan satu gebetan tapi beresiko salah pilih, dan baper koper, dan lainnya?

Atau, Anda mau menjaring gebetan sebanyak mungkin dengan menanggung satu resiko saja?

Silakan pilih!

 

REFERENSI

[1] How Do You Make or Maintain Friends? Put in the Time

Share Your Thoughts