9 Jenis Pertengkaran yang Dapat Mengakhiri Hubungan

Pertengkaran Kelas Cinta

Bertengkar dengan pasangan memang tidak menyenangkan, tetapi tidak akan pernah bisa kamu hindari dalam hubungan. Pasangan yang sehat bisa mengatasi semua itu dengan sehat juga. Akan tetapi, jika pasangan tidak mampu mengatasinya dengan sehat, dapat berakibat putus atau perceraian.

Kenapa bisa begitu? Kurangnya ketegasan batasan diri, ketidakmampuan dalam berkomunikasi dengan baik, serta rendahnya kesadaran diri dan kedewasaan untuk mencari solusi adalah beberapa sebabnya. Berikut ini adalah berbagai jenis pertengkaran yang dapat mengakhiri hubungan jika kamu tidak bisa mengatasinya dengan dewasa.

1. Mengejek Pasangan Saat Bertengkar

argument-238529via Pixabay

Menggunakan kata-kata kotor karena dikuasai emosi masih bisa dimaafkan apabila kamu dan pasangan sudah menyepakatinya bersama. Namun, pasangan tetap tidak boleh mengejek kamu dengan memanggil kamu dengan kata-kata yang tidak pantas. Tidak hanya menyakiti perasaan, mengejek pasangan juga menambah panas konflik. Masalah makin rumit dan nyaris tidak terselesaikan karena kalian telanjur tersakiti.

2. Bertengkar Soal Perselingkuhan, Ketika Pasangan Terus Mengulangi Perbuatannya

hands-1246170 (1)via Pixabay

Jika kamu menjalani hubungan monogami, perselingkuhan adalah perbuatan yang sangat fatal. Banyak pasangan putus karena kepercayaan hubungan telah rusak. Namun, perselingkuhan tetap bisa diatasi dengan baik kalau kamu dan pasangan memutuskan untuk menyelesaikannya bersama-sama. Akan tetapi, jika dalam proses penyelesaian tersebut pasangan malas memberikan kontribusi untuk menebus kesalahannya dan malah mengulangi lagi perbuatannya, lebih baik akhiri saja hubungan kalian.

3. Bertengkar Soal Keuangan

pounds-1780845via Pixabay

Keuangan adalah salah satu penyebab terbesar putusnya hubungan. Hal itu disebabkan oleh kurangnya kesadaran pasangan dalam menyepakati cara mereka mengelola keuangan bersama-sama atau salah satu pihak yang dengan sengaja atau tidak lalai dalam memanajemen keuangan. Jika tidak bisa diselesaikan dengan sehat dapat berujung putus atau perceraian.

4. Bertengkar Soal Keluarga Pasangan

StockSnap_DN7W2L9QMVvia Stocksnap

Kebencian terhadap keluarga pasangan terkadang tidak bisa dihindari, terutama terhadap orang tua pasangan. Jika pasangan membenci orang tua kamu atau sebaliknya, bisakah kalian menemukan jalan tengah untuk solusinya? Kurangnya restu orang tua, ikut campur tangan orang tua dalam hubungan sering kali menjadi masalah yang berakibat cekcok berat hingga perceraian.

5. Kamu atau Pasangan Mengancam Putus/Cerai

character-1797362via Pixabay

Content continue below...

Kecuali kalau kamu benar-benar ingin putus atau cerai, sebaiknya jangan ungkit-ungkit kata-kata tersebut saat bertengkar. Bisa saja pasangan malah menanggapi serius perkataanmu, lalu kamu menyesal karena melontarkannya saat dikuasai emosi. Maka dari itu, jangan sampai kamu mengeluarkan kata putus atau cerai dengan mudah, ya!

6. Pertengkaran yang Berakibat Pasangan Memperlakukanmu Secara Abusive

Pertengkaran Kelas Cinta

via Stocksnap

Jika pasangan sudah mulai mengejek kamu, bersikap kasar, hingga melakukan kekerasan padamu, saatnya akhiri hubungan pada saat itu juga. Waktunya kamu menegaskan batasan dirimu dengan menolak diperlakukan tidak baik oleh pasangan. Baik emosional atau fisik, perlakuan abusive adalah salah satu sikap yang tidak bisa kamu tolerir dalam hubungan.

7. Pertengkaran yang Disebabkan Oleh Kecemburuan Tanpa Akhir

girl-1933033via Pixabay

Meski kecemburuan dalam hubungan sangat wajar terjadi dalam hubungan, kecemburuan yang terus-menerus tidak lagi bisa ditoleransi. Kecemburuan tiada akhir atau tanpa sebab dapat menutup segala kemungkinan untuk berkomunikasi dengan sehat. Jika pasangan tidak bisa membuat dirinya lebih secure, dijamin pertengkaran ini akan selalu terjadi sampai kalian putus karena muak dan lelah.

8. Kurangnya Kompromi Saat Bertengkar

woman-975339via Pixabay

Memang, ada beberapa hal yang tidak boleh kamu kompromikan pada pasangan. Namun, jika kamu ingin pertengkaran berakhir dengan baik, harus ada kesepakatan yang dibuat bersama. Kesepakatan tersebut lahir dari kemauan untuk kompromi berdasarkan keinginan yang masuk akal. Jika salah satu dari kalian menolak untuk kompromi dan lebih memilih untuk tetap keras kepala, pertengkaran tidak akan menemui titik terang.

9. Pertengkaran Karena Kamu atau Pasangan Tidak Mau Memiliki Anak

StockSnap_1L9ZR6RZ99via Stocksnap

Segala perbedaan kamu dan pasangan semestinya bisa diatasi dengan kompromi, namun perbedaan yang satu ini sering kali tidak bisa diganggu gugat. Itulah sebabnya, kesepakatan untuk memiliki anak atau tidak seharusnya sudah dibicarakan pada awal hubungan. Jangan pernah berasumsi pasangan akan mau memiliki anak seperti kamu atau dia akan berubah pikiran di masa depan.

Share Your Thoughts