5 “Kekurangan” Pasangan yang Semestinya Kamu Terima, Bukan Dibenci

pexels-photo (20)

Setiap kali kamu mencintai seseorang, kamu akan menemui konsekuensi dan tantangan, seperti menemukan perbedaan, konflik eksternal, dan salah satunya adalah menghadapi kekurangan pasangan. Memiliki kekurangan adalah hal yang sangat wajar bagi seluruh manusia, dan sudah menjadi kewajiban kamu untuk menerima kekurangan orang-orang yang kamu sayang. Namun, sering kali orang tidak bisa menyikapi kekurangan tersebut dengan sehat, dan malah menyalahartikan kelebihan seseorang sebagai kekurangan yang semestinya dibasmi!

Memang, semua orang memiliki kapasitas masing-masing dalam menyikapi kekurangan, namun tidak semestinya kamu menghakimi pasangan akan 5 kekurangannya berikut ini. Karena 5 hal ini sama sekali bukan kekurangan, melainkan beberapa kualitas positif pasangan yang patut kamu hargai!

1. Pasangan Mudah Menangis

pexels-photo-206402via Pexels

Menangis bukanlah tanda kelemahan, baik wanita atau pun pria yang melakukannya. Walau gampang menangis sering kali dianggap sebagai kelemahan atau ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi masalah, sebenarnya menangis adalah tanda-tanda seseorang lebih peka terhadap perasaannya sendiri. Setelah uneg-uneg dan rasa stres dikeluarkan lewat tangisannya, pasangan akan lebih mudah mencari solusi permasalahan dan berempati pada orang lain.

Ciri-ciri orang tangguh bukanlah dia yang tidak pernah menangis. Justru orang yang tidak bisa menangis dan memproses perasaannya dengan baik adalah orang yang harus kamu hindari.

2. Pasangan Terlalu Sensitif

theme-portraitsvia Pexels

Sebenarnya, jika bisa diproses dengan sehat, kesensitifan pasangan baik terhadap perasaan, kontak fisik, atau aspek sosial, bisa menjadi kualitas positifnya, lho. Artinya pasanganmu memiliki passion dan sangat reseptif terhadap lingkungan di sekitarnya. Jika kadar kesensitifannya sangat tinggi, ada kemungkinan dia seorang empath. Nah, kalau kamu bisa menghargai kesensitifan pasangan, dia bisa jauh lebih peka dan perhatian padamu dalam hal apapun.

3. Pasangan Memiliki Identitas Diri yang Berbeda Darimu

pexels-photo-93136via Pexels

Content continue below...

Hanya karena dia memiliki penampilan, gaya bicara, hobi, atau cara bersosial yang berbeda denganmu, bukan berarti dia aneh! Umumnya kebanyakan orang akan mengucilkan orang lain yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau gaya mereka. Namun, setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, dan keunikan pasangan pastilah  salah satu faktor yang membuat kamu jatuh cinta padanya. Jadi, kenapa perbedaan satu sama lain harus dijadikan pemisah kalau bisa digunakan untuk saling menghargai?

4. Pasangan Sangat Menyayangi Keluarganya

pexels-photo-206511via Pexels

Banyak orang yang mengucilkan pasangannya karena pasangannya menyayangi keluarganya. Bisa saja pasangan adalah orang yang sifatnya family-oriented. Keseimbangan dalam hubungan memang diperlukan, tetapi tidak semestinya kamu melarang pasangan menemui atau pun mengurus keluarganya sama sekali. Padahal, sayang dengan keluarga adalah tanda-tanda pasangan orang yang peduli, bertanggungjawab, dan pengertian. Kenapa kamu harus menghilang ketiga sifat positif tersebut dari pasangan? Ketika kamu dan pasangan sudah berkeluarga suatu hari nanti, dia akan sangat menyayangi dan berjuang keras dengan keluarga kalian.

5. Pasangan Memiliki Cacat Fisik atau Penyakit Mental

pexels-photo-239324via Pexels

Semua orang pasti menghadapi masalah atau tantangan hidup, salah satunya adalah penyakit atau cacat fisik serta penyakit mental. Orang-orang yang bisa menghadapi penyakitnya dengan baik pastilah memiliki ketangguhan, berpikiran terbuka, dan mampu bersikap optimis di masa-masa suram. Tentunya, kamu sebagai pasangan haruslah memberi dukungan kepada pasangan ketimbang mengucilkannya.

Ingat, tidak ada relationship yang sempurna. Setiap hubungan yang kamu jalani pastilah memiliki konsekuensinya masing-masing yang harus kamu tanggung. Jika kamu terus lari dari hubungan karena tidak sanggup menerima dan menghadapi kekurangan pasangan, tandanya kamu belum siap menjalani hubungan yang sehat dan dewasa.

Share Your Thoughts