Siapa Bilang PDKT Harus Pakai Hati Dan Perasaan?

photo-1518811554972-31f9ca219d5b

Seandainya hati dan perasaan Anda bisa dibeli dengan uang, berapa harga yang Anda pasang?

1 miliar? 1 triliun? 1 juta miliar triliun? Tidak ternilai? Tidak usah malu-malu, sebutkan saja. Jangan lanjutkan baca sebelum Anda sebut satu bilangan.

Kalau sudah, simpan bilangan itu dalam benak Anda lalu baca artikel ini sampai selesai.

Kebanyakan orang yang Anda tanya hal di atas pasti akan menyebut harga yang luar biasa mahal. Pasti ada yang bersikukuh tidak mau sebut harga karena menurutnya hati dan perasaan mereka tidak ternilai dengan harta. Saya yakin Anda juga begitu.

Karena harganya begitu mahal, aneh lho bila Anda mengumbar hati dan perasaan pada gebetan yang belum tentu mau jadi pacar Anda. Hati dan perasaan Anda sebegitu MAHAL, kok langsung jadi murah tersedia untuk sang gebetan?

Lalu bila harganya Anda murahkan begitu, apakah dia jadi mau membelinya?

Bayangkan ilustrasi di bawah ini.

Andaikan Anda menginginkan iPhone keluaran terbaru yang sangat canggih. Harganya begitu mahal sehingga gaji bulanan Anda bisa langsung habis bila ngotot membelinya.

Di tengah kekalutan Anda, tahu-tahu datang orang asing yang menawarkan iPhone dengan harga sangat murah. Sebagai orang yang berbudaya ketimuran, Anda tentu mau diajak berbasa-basi melihat iPhone murah itu dengan teliti.

Dari segi bentuk, iPhone murah tersebut sangat mirip dengan iPhone mahal yang Anda impikan. Anda ingin menyalakannya, tapi orang asing itu menolak keras dengan alasan itu adalah dagangan terakhir yang dia punya.

Apakah Anda akan langsung tertarik membelinya? Apakah Anda tidak akan curiga kenapa harganya bisa semurah itu? Dan jika si penjual terus ngotot meminta Anda membeli iPhone-nya, apakah Anda tidak akan pergi?

Saya yakin Anda akan curiga, jangan-jangan itu adalah barang palsu. Tampilannya iPhone tapi jeroannya Android, atau sudah pernah rusak lalu dipermak sedemikian rupa hingga mirip baru.

Ketika si penjual semakin memaksa, Anda menjadi semakin yakin bahwa ada yang tidak beres dengan iPhone tersebut sehingga Anda memilih pergi. Mendingan Anda menabung untuk membeli iPhone di toko terpercaya ketimbang membeli barang mencurigakan.

Hal yang sama juga terjadi di dunia romansa.

Diri Anda sebenarnya berharga sangat mahal, bahkan tak ternilai. Namun, begitu Anda menjatuhkan harganya dengan sikap murahan, gebetan jadi curiga bahwa perhatian dan kebaikan yang Anda lakukan itu palsu. Dia juga menduga Anda punya maksud tersembunyi dibaliknya.

Berikut adalah dua tindakan yang tanpa Anda sadari akan menurunkan harga diri secara drastis:

Terburu-buru mengungkapkan perasaan.

Ini penyakit yang sering menjangkiti pria, meski tidak menutup mata kalau wanita juga melakukannya.

Mengapa Anda terburu-buru mengungkapkan perasaan? Karena Anda tidak sabar dan takut ada orang lain yang duluan menembak gebetan. Ujung-ujungnya Anda LANGSUNG mengungkapkan perasaan di awal kencan. Atau yang lebih parah, Anda langsung menembak gebetan saat baru ketemuan.

What’s wrong with you guys?

Jika Anda mengikuti Hitman System Online Training, pasti Anda paham mengapa terburu-buru mengungkapkan perasaan atau menembak adalah hal yang terlarang. Tidak peduli apakah Anda sudah berhari-hari PDKT atau baru-baru saja mendekatinya.

Content continue below...

Ketika menembak, maka Anda menyerahkan kehidupan romansa Anda ke tangan gebetan. Secara tidak langsung, otoritas gebetan menjadi lebih tinggi daripada Anda. Dia adalah penentu nasib Anda. Seketika itu juga harga perasaan Anda langsung anjlok tanpa ampun.

Semakin Anda terburu-buru mengungkapkan perasaan, semakin murah dan tidak berharga pula perasaan Anda. Sebaliknya, semakin Anda mampu menahan diri untuk tidak mengatakannya, semakin tinggi pula harga perasaan Anda.

Percayalah, gebetan jauh lebih peduli dengan perasaannya sendiri daripada perasaan Anda. Kalau Anda sungguh menghargai perasaan Anda yang tak ternilai harganya itu, maka jangan sekali-sekali mengumbarnya ke gebetan. Silakan ungkapkan perasaan Anda NANTI setelah dia mengungkapkan perasaannya terlebih dulu.

Tapi bagaimana kalau dia tidak kunjung mengungkapkan perasaannya? Ya sudah, itu berarti dia tidak tertarik dengan Anda. Setidaknya Anda sudah melindungi harga diri dan perasaan Anda dengan tidak memberikannya sembarangan ke orang lain. Sesederhana itu.

Anda menyogok gebetan.

Tidak ada manusia yang tidak senang diberi hadiah atau ditraktir. Itu sebabnya Anda gemar membelikan gebetan berbagai macam hadiah, mentraktirnya makan di tempat mahal, membayar tiket nonton, dan memberikannya ini itu untuk menyenangkan hatinya.

Tapi … eits, Anda melakukan itu semata-mata agar dia jatuh cinta kepada Anda.

Sebenarnya tidak masalah kalau Anda ingin membelikannya hadiah atau makan, tapi harusnya tidak sebagai pancingan atau sogokan agar dia menyukai Anda.

Orang tidak bisa serta merta jatuh cinta hanya karena sering dibelikan hadiah. Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang jatuh cinta seperti: faktor fisik, pekerjaan, dan kepribadian yang menarik. Membelikan hadiah sama sekali tidak masuk ke dalam faktor tersebut. Gebetan memang senang bila diberikan hadiah, tapi apa dia langsung jatuh cinta kepada Anda? Bila pada dasarnya dia memang tidak menyukai Anda, saya rasa tidak.

Parahnya lagi, tidak menuntut kemungkinan Anda menuntut timbal balik dari gebetan setelah membanjirinya dengan hadiah. Jika Anda sudah terlanjur menuntutnya, bisa dipastikan gebetan langsung pergi dari kehidupan Anda. Tinggal Anda yang menggigit jari dan bertanya-tanya mengapa cara itu tidak berhasil.

Catat ini: dalam masa PDKT, gebetan adalah pihak yang memutuskan apakah Anda layak dijadikan pasangan atau Anda hanya tipe murahan yang bisa seenaknya menyogok demi keinginan Anda. Gebetan PASTI menyadari niat terselubung di balik kebaikan-kebaikan Anda, hanya saja dia tetap menerima sogokan itu semata-mata untuk menyenangkan Anda. Lagi pula, siapa sih yang tidak suka diberi hadiah?

Mulai sekarang buang jauh-jauh mindset sogok menyogok Anda. Bila Anda memang ingin membelikan hadiah atau mentraktir gebetan, lakukan TANPA mengharap balasan apa pun darinya.

Sekarang Anda tahu sedikit mengenai kesalahan yang sering Anda lakukan saat PDKT. Tentu ada kesalahan-kesalahan lainnya, tapi tidak mungkin dijabarkan di sini karena bakalan menjadi artikel super panjang. Semua sudah dijelaskan secara rinci di Hitman System Online Training.

“Tapi kalau PDKT gak pakai hati dan perasaan itu tandanya gak setia dong?” otak polos Anda bertanya-tanya.

Hei, Anda harus belajar membedakan PDKT dengan berpacaran. PDKT artinya Anda BARU mendekati gebetan, sedangkan berpacaran artinya gebetan SUDAH menjadi kekasih Anda. Untuk apa memakai hati dan perasaan untuk orang yang belum tentu menerima Anda sebagai pasangan? Lain ceritanya bila Anda sudah berpacaran atau menikah. Memakai perasaan itu wajar karena Anda dan gebetan memang sudah resmi menjadi pasangan.

Siapa Bilang PDKT Harus Pakai Hati Dan Perasaan?

 

Ingat, ketika Anda semakin berusaha mengobral hati dan perasaan untuk gebetan, dia jadi semakin yakin bahwa ada yang tidak beres dengan Anda. Akhirnya dia pun pergi meninggalkan Anda. Sama seperti Anda meninggalkan penjual iPhone mencurigakan tersebut.

Nah, saya harap lewat artikel ini Anda bisa mengambil pelajaran berharga dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan pernah menggratiskan hati dan perasaan Anda demi gebetan yang belum tentu mau dengan Anda.

Yang terpenting: jangan menjadi murahan… karena justru itu yang membuat dia pergi meninggalkan Anda.

Share Your Thoughts